What are the causes of spontaneous pneumothorax in a newborn?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 14, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penyebab Pneumothorax Spontan pada Bayi Baru Lahir

Pneumothorax spontan pada bayi baru lahir hampir selalu terjadi pada bayi dengan penyakit paru yang mendasari, bukan benar-benar "spontan" tanpa penyebab, dengan penyebab tersering adalah transient tachypnea of the newborn (TTN) dan respiratory distress syndrome (RDS).

Penyebab Utama

Penyakit Paru yang Mendasari

  • TTN dan RDS adalah penyebab dominan: Hampir semua neonatus dengan pneumothorax memiliki penyakit paru yang mendasari, dengan TTN terjadi pada 39% kasus dan RDS pada 42% kasus 1
  • Hanya 3% yang benar-benar spontan: Pneumothorax yang berkembang murni saat onset respirasi pertama tanpa penyakit paru sangat jarang, hanya 3% dari semua kasus 1
  • Aspirasi mekonium: Oklusi saluran napas kecil oleh mekonium yang teraspirasi dapat menyebabkan pneumothorax spontan 2

Malformasi Kongenital

  • Congenital cystic adenomatoid malformation (CCAM): Meskipun jarang, CCAM dapat menyebabkan pneumothorax spontan bahkan tanpa upaya resusitasi 3, 4
  • Anomali kongenital terkait: Terdapat hubungan dengan anomali jantung kongenital (55% kasus) dan anomali ginjal (18% kasus), sehingga ekokardiografi dan ultrasonografi ginjal perlu dipertimbangkan 5

Faktor Iatrogenik

Resusitasi dan Ventilasi

  • Tekanan ventilasi tinggi: Penggunaan tekanan inflasi tinggi (≥30-40 cm H₂O) selama resusitasi dapat meningkatkan risiko pneumothorax 6
  • CPAP pada bayi prematur: Pada bayi 25-28 minggu gestasi dengan distress respirasi, penggunaan CPAP meningkatkan angka pneumothorax (9% vs 3% pada yang diintubasi) 6
  • PEEP berlebihan: Tingkat PEEP tinggi (8-12 cm H₂O) dapat meningkatkan risiko pneumothorax 6

Karakteristik Klinis Berdasarkan Usia Gestasi

Bayi Cukup Bulan (Term)

  • Diagnosis lebih dini: Usia median saat diagnosis adalah 6.1 jam (IQR: 1.1-17.2 jam) 1
  • Lebih sering terkait TTN: Bayi cukup bulan lebih sering mengalami pneumothorax akibat TTN 1
  • Angka seksio sesarea tinggi: 63% kasus terjadi pada bayi yang dilahirkan dengan seksio sesarea 5

Bayi Prematur

  • Diagnosis lebih lambat: Usia median saat diagnosis adalah 28.5 jam (IQR: 18.3-48.6 jam), secara signifikan lebih lambat dibanding bayi cukup bulan (p<0.001) 1
  • Lebih sering terkait RDS: Bayi prematur lebih sering mengalami pneumothorax akibat RDS 1
  • Lebih sering memerlukan drainase: Bayi dengan RDS memerlukan drainase lebih sering dibanding yang dengan TTN 1

Peringatan Penting

  • Tension pneumothorax: 59% kasus pneumothorax neonatal adalah tension pneumothorax yang memerlukan intervensi segera 1
  • Bilateral: 21% kasus bersifat bilateral 1
  • Mortalitas: Angka kematian mencapai 13% pada pneumothorax neonatal 1
  • Hindari ventilasi berlebihan: Volume tidal besar dan tekanan inflasi puncak tinggi pada hewan imatur menyebabkan cedera paru dalam beberapa menit 6

References

Research

SPONTANEOUS PNEUMOTHORAX IN THE NEWBORN.

Canadian Medical Association journal, 1965

Research

Spontaneous pneumothorax resulting from congenital cystic adenomatoid malformation in a pre-term infant: case report and literature review.

European journal of pediatric surgery : official journal of Austrian Association of Pediatric Surgery ... [et al] = Zeitschrift fur Kinderchirurgie, 2002

Research

Symptomatic spontaneous pneumothorax in term newborns.

Pediatric surgery international, 2006

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.