Does a healthy child who is fasting for religious reasons require a routine multivitamin supplement?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 18, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Apakah Ada Multivitamin yang Perlu Diberikan Saat Anak Puasa?

Anak sehat yang berpuasa untuk alasan keagamaan umumnya tidak memerlukan suplementasi multivitamin rutin, kecuali jika terdapat risiko defisiensi nutrisi spesifik berdasarkan pola makan atau kondisi medis tertentu.

Prinsip Dasar Puasa pada Anak

  • Puasa Ramadan wajib bagi Muslim dewasa dan remaja yang sehat mulai usia 12 tahun, dengan anak-anak yang lebih muda dibebaskan dari kewajiban ini 1, 2, 3
  • Islam memberikan pengecualian dari puasa untuk kategori tertentu termasuk anak-anak kecil, orang sakit, dan mereka yang kesehatannya dapat terganggu oleh puasa 1, 4
  • Pada orang dewasa sehat, puasa Ramadan tidak menimbulkan efek buruk pada fungsi otak, jantung, paru, hati, ginjal, profil hematologi, endokrin, dan fungsi kognitif 4

Pertimbangan Nutrisi Selama Puasa

Pola Makan yang Sehat Mencegah Defisiensi

  • Studi pada anak-anak yang berpuasa menunjukkan mereka memiliki asupan karbohidrat lebih tinggi dan asupan lemak, lemak jenuh, serta asam lemak trans lebih rendah dibandingkan anak yang tidak berpuasa 5
  • Anak yang berpuasa cenderung memiliki asupan kolesterol lebih rendah, meskipun asupan vitamin E juga lebih rendah 5
  • Pola makan selama puasa yang kaya buah, sayuran, dan kacang-kacangan dapat meningkatkan asupan serat, folat, dan zat besi 5

Risiko Defisiensi Mikronutrien

  • Diet vegetarian ketat atau vegan yang kadang dipraktikkan selama puasa keagamaan dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12, kalsium, zat besi, zinc, selenium, dan asam lemak omega-3 6
  • Anak-anak dan wanita usia subur merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami defisiensi nutrisi seperti zat besi, kalsium, vitamin D, dan vitamin B12 6
  • Studi pada orang yang berpuasa menunjukkan penurunan asupan kalsium, fosfor, natrium, dan beberapa vitamin B (B1, B6, niacin) 5

Rekomendasi Suplementasi Multivitamin

Kapan Multivitamin Diperlukan

Suplementasi multivitamin harian direkomendasikan jika anak yang berpuasa memiliki salah satu kondisi berikut:

  • Pola makan sangat restriktif yang menghindari kelompok makanan utama (daging, susu, telur) dalam jangka waktu lama 5
  • Riwayat defisiensi nutrisi yang terdokumentasi sebelum puasa 6
  • Kondisi medis khusus seperti pasca operasi bariatrik atau penyakit malabsorpsi 5
  • Status sosio-ekonomi rendah yang membatasi akses ke makanan bergizi 6

Nutrisi Spesifik yang Perlu Diperhatikan

  • Kalsium dan vitamin D untuk kesehatan tulang, terutama pada anak yang menghindari produk susu 5
  • Vitamin B12 untuk anak dengan diet vegetarian ketat 5, 6
  • Zat besi, terutama untuk anak perempuan remaja dan mereka dengan asupan daging terbatas 5, 6
  • Pisahkan waktu konsumsi kalsium dan zat besi untuk menghindari kompetisi absorpsi 5

Strategi Praktis Tanpa Suplementasi

Optimalisasi Pola Makan

  • Fokus pada makanan padat nutrisi saat sahur dan berbuka: protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat 5
  • Konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien 5
  • Jika ikan dan seafood diperbolehkan, konsumsi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan asam lemak omega-3 5

Hidrasi dan Timing

  • Minum minimal 1,5-2 liter air selama periode tidak berpuasa (antara berbuka dan sahur) 5
  • Hindari minuman berkafein atau bergula tinggi yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi 5
  • Jadwalkan konsumsi suplemen (jika diperlukan) di sekitar waktu tidak berpuasa untuk optimalisasi absorpsi 5

Peringatan Penting

  • Anak dengan diabetes tipe 1 berisiko sangat tinggi mengalami hipoglikemia berat dan ketoasidosis diabetik saat berpuasa dan harus sangat berhati-hati 7, 1, 2
  • Anak dengan kondisi medis kronis harus berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa 4, 3
  • Monitor tanda-tanda kelelahan, kelemahan, atau gejala defisiensi nutrisi selama periode puasa 5
  • Jika anak mengalami penurunan berat badan berlebihan atau gejala malnutrisi, evaluasi medis dan kemungkinan suplementasi diperlukan 8, 6

References

Research

Fasting guidelines for diabetic children and adolescents.

Indian journal of endocrinology and metabolism, 2012

Research

Should Type 1 diabetics fast in Ramadan.

JPMA. The Journal of the Pakistan Medical Association, 2015

Research

Basic rules of Ramadan: A medico-religious perspective.

JPMA. The Journal of the Pakistan Medical Association, 2015

Research

Physiological changes during fasting in Ramadan.

JPMA. The Journal of the Pakistan Medical Association, 2015

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Fasting Guidelines and Recommendations

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Risks and Alternatives to Extended Fasting

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.