Penyebab Hepatomegali pada Pasien Cystic Fibrosis
Hepatomegali pada pasien cystic fibrosis (CF) terjadi akibat penyakit hati terkait CF (CFALD) yang disebabkan oleh obstruksi duktulus biliaris oleh sekresi mukoid abnormal, yang menyebabkan fibrosis biliaris fokal dan dapat berkembang menjadi sirosis multilobular. 1, 2
Patofisiologi Utama
Mekanisme dasar hepatomegali pada CF melibatkan beberapa jalur patologis:
Obstruksi biliaris primer: Disfungsi CFTR (cystic fibrosis transmembrane conductance regulator) pada epitel sekretorik biliaris menyebabkan sekresi mukus yang kental dan abnormal, yang mengobstruksi duktulus empedu kecil 3, 2
Fibrosis biliaris fokal: Lesi hepatik patognomonik pada CF yang terjadi pada 25-30% pasien, dimana obstruksi biliaris menyebabkan inflamasi dan fibrosis yang terdistribusi secara fokal 2
Progresi ke sirosis multilobular: Lesi fokal dapat meluas menjadi sirosis multilobular dengan komplikasi hipertensi portal dan penyakit hati stadium akhir 3, 2
Faktor Kontribusi Tambahan
Selain mekanisme primer, beberapa faktor lain berkontribusi terhadap hepatomegali:
Steatosis hepatik masif: Terjadi pada <5% kasus sebagai konsekuensi malnutrisi, terutama selama periode puasa berkepanjangan atau stres metabolik 2, 4
Defisiensi karnitin sekunder: Dapat memperburuk infiltrasi lemak hati, khususnya saat stres puasa berat, hipoglikemia, dan hipoketonuria 4
Kongesti hati: Akibat cor pulmonale pada pasien dengan penyakit paru lanjut, yang harus dibedakan dari CFALD sejati 1
Abnormalitas metabolisme asam empedu: Akumulasi asam empedu toksik dalam hepatosit berkontribusi pada kerusakan hati 2
Prevalensi dan Manifestasi Klinis
Hepatomegali ditemukan pada sepertiga pasien CF dan merupakan temuan fisik paling umum pada CFALD, dilaporkan hingga 30% pasien 1
CFALD diamati pada hingga 27% pasien CF selama follow-up jangka panjang, didefinisikan sebagai hepatomegali, peningkatan persisten minimal dua tes fungsi hati, dan temuan abnormal pada ultrasonografi 1
Komplikasi CFALD merupakan penyebab kematian terkait penyakit kedua tersering pada pasien CF saat ini 1
Tantangan Diagnostik
Penting memahami keterbatasan diagnostik hepatomegali pada CF:
Tes fungsi hati dapat normal bahkan pada kasus sirosis yang jelas karena distribusi lesi yang fokal 2
Pemeriksaan fisik memiliki sensitivitas 60% dan spesifisitas 44% untuk hepatomegali dalam mendeteksi CFALD lanjut, namun tetap penting karena non-invasif dan mudah diulang 1
Biopsi hati kontroversial karena sifat fokal dari fibrosis/sirosis pada banyak kasus 1
Rekomendasi Skrining
Berdasarkan konsensus Cystic Fibrosis Foundation 2024:
Pemeriksaan fisik abdomen tahunan untuk hepatosplenomegali harus dilakukan pada semua pasien CF mulai dari diagnosis CF 1
Laboratorium tahunan (bilirubin total, AST, ALT, fosfatase alkali, GGT, hitung trombosit) pada saat stabilitas klinis 1
Ultrasonografi abdomen setiap 2 tahun untuk menilai hati dan limpa, dimulai usia 3 tahun atau saat diagnosis jika didiagnosis setelah usia 3 tahun 1
Peringatan Klinis Penting
Jangan menunda evaluasi lebih lanjut jika hepatomegali persisten atau tes hati abnormal >3-6 bulan, karena dapat menunda diagnosis CFALD 1
Bedakan hepatomegali akibat CFALD dari kongesti hati akibat cor pulmonale, yang memerlukan pendekatan manajemen berbeda 1
Gunakan nilai normatif sesuai usia dan jenis kelamin untuk tes hati, karena penggunaan ambang batas tinggi dapat berkontribusi pada diagnosis tertunda 1
Elevasi transien enzim hati selama inflamasi sistemik atau pengobatan antibiotik adalah umum, sehingga skrining tahunan harus dilakukan saat stabilitas klinis relatif 1