When should oral hygiene, including tooth brushing, be started in infants and what is the recommended protocol?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kapan Memulai Sikat Gigi pada Bayi dan Panduannya

Mulai menyikat gigi bayi segera setelah gigi pertama erupsi (biasanya usia 6-8 bulan), dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, dan jadwalkan kunjungan gigi pertama dalam 6 bulan setelah gigi pertama muncul tetapi tidak lebih dari usia 12 bulan. 1, 2, 3

Waktu Mulai Menyikat Gigi

  • Sikat gigi harus dimulai segera saat gigi pertama erupsi, yang biasanya terjadi pada usia 6-8 bulan dengan gigi seri bawah tengah muncul terlebih dahulu 3
  • Gigi susu akan terus erupsi hingga sekitar usia 24-30 bulan ketika semua gigi primer telah muncul 2, 3
  • Pada populasi berisiko tinggi, konsep "dua tahun sudah terlambat" sangat penting karena gigi yang baru erupsi paling rentan terhadap karies dan kolonisasi bakteri kariogenik terjadi segera setelah erupsi 1, 3

Panduan Teknik Menyikat Gigi

Frekuensi dan Jumlah Pasta Gigi

  • Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride (1000-1100 ppm fluoride) 1, 2, 4
  • Untuk bayi di bawah 36 bulan: gunakan pasta gigi seukuran butir beras 1, 3
  • Untuk anak usia 36 bulan ke atas: gunakan pasta gigi seukuran kacang polong 1
  • Pastikan pasta gigi tidak tertelan dan hindari berkumur dengan air setelah menyikat gigi 5

Pengawasan Orang Tua

  • Orang tua harus mengawasi dan membantu menyikat gigi anak karena anak tidak dapat mengontrol faktor kebersihan mulut mereka sendiri 6, 2, 5
  • Ibu adalah sumber utama pengetahuan gigi anak dan juga penular utama bakteri kariogenik, sehingga edukasi dini kepada ibu sangat penting 6, 2

Kunjungan Gigi Pertama

  • American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan pemeriksaan gigi pertama dalam 6 bulan setelah erupsi gigi pertama tetapi tidak lebih dari usia 12 bulan 6, 2, 3
  • Ini berbeda dengan rekomendasi American Academy of Pediatrics yang menyarankan evaluasi gigi pada usia 24 bulan, namun pada usia 3 tahun kebersihan mulut yang buruk atau kebiasaan makan yang tidak tepat mungkin sudah mengkompromikan kesehatan mulut 6
  • Intervensi gigi dini memberikan kesempatan untuk melengkapi edukasi kesehatan mulut orang tua dalam hal kebersihan mulut yang tepat, pencegahan cedera gigi, dan pencegahan karies nursing 6

Aplikasi Fluoride Profesional

  • Aplikasi fluoride varnish harus dimulai sejak erupsi gigi pertama, kemudian setiap 3-6 bulan 1, 3
  • Fluoride bekerja secara sistemik (dimasukkan ke dalam gigi yang sedang berkembang) dan topikal (dalam air liur dan plak) untuk mencegah karies 6, 2
  • Suplemen fluoride hanya boleh diberikan setelah pengujian mengkonfirmasi kadar fluoride dalam air minum suboptimal 6, 2

Praktik Pemberian Makan yang Penting

Menghindari Karies Botol Susu

  • Hentikan penggunaan botol pada usia 12-24 bulan untuk mencegah paparan berkepanjangan terhadap karbohidrat yang dapat difermentasi 2, 7
  • Hindari membiarkan anak tidur dengan botol yang berisi apa pun selain air 2
  • Pemberian ASI hingga 12 bulan sebenarnya mengurangi risiko karies masa kanak-kanak dini (ECC) hingga setengahnya, tetapi pemberian ASI di luar 24 bulan, terutama pemberian malam hari sesuka hati, meningkatkan risiko karies 2,4 kali lipat 2
  • Jika menyusui di luar 12 bulan, usap gusi dan gigi yang erupsi setelah pemberian malam hari untuk meminimalkan risiko karies 2

Pembatasan Gula

  • Batasi asupan gula bebas hingga kurang dari 10% dari total asupan energi, idealnya kurang dari 5% untuk meminimalkan risiko karies seumur hidup 2
  • Batasi total kesempatan makan menjadi empat kali atau kurang per hari untuk mengurangi efek kariogenik 2
  • Hindari pemberian makan berkepanjangan, konsumsi permen, dan ngemil terus-menerus karena secara signifikan meningkatkan risiko karies gigi 2

Peringatan Penting

  • Karies gigi tetap menjadi penyakit masa kanak-kanak tunggal yang paling umum yang tidak dapat sembuh sendiri atau dapat diobati dengan antibiotik, mempengaruhi 56% anak pada usia 9 tahun 2
  • Karies masa kanak-kanak dini mempengaruhi sekitar 1-11% bayi perkotaan dan berhubungan langsung dengan praktik pemberian makan berkepanjangan 2
  • Bayi memperoleh bakteri penyebab karies terutama dari ibu mereka, dan kolonisasi memerlukan adanya gigi yang telah erupsi 2
  • "Jendela infektivitas" kritis untuk bakteri kariogenik (Streptococcus mutans) terjadi antara usia 19-31 bulan, membuat intervensi preventif dini sangat penting 2

Peran Dokter Anak dan Dokter Keluarga

  • Dokter melihat bayi lebih sering daripada dokter gigi pada tahun pertama kehidupan, menempatkan mereka pada posisi ideal untuk memberikan edukasi kesehatan mulut preventif 2
  • Dokter yang memberikan perawatan primer untuk anak-anak berada dalam posisi unik untuk membantu memastikan bahwa orang tua dan pengasuh lainnya menerima informasi tentang pencegahan penyakit mulut pada bayi dan anak kecil 6

References

Guideline

Oral Health Interventions in School Settings

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Dental Caries Risk Factors and Prevention

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Tooth Eruption Timing in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Infant Oral Health.

Pediatric clinics of North America, 2018

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Preventive oral health care for the infant, child, and adolescent.

Pediatric clinics of North America, 1991

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.