Are dihydroartemisinin‑piperaquine (DHP) and primaquine safe to use in a patient with acute kidney injury?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 22, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Keamanan DHP dan Primakuin pada Gangguan Ginjal Akut

DHP (dihydroartemisinin-piperaquine) dapat digunakan dengan hati-hati pada gangguan ginjal akut untuk infeksi malaria yang mengancam jiwa, sementara primakuin harus dihindari atau ditunda sampai fungsi ginjal stabil karena risiko hemolisis yang dapat memperburuk cedera ginjal.

Dihydroartemisinin-Piperaquine (DHP) pada Gangguan Ginjal Akut

Prinsip Penggunaan pada AKI

  • Pedoman European Renal Association menyatakan bahwa pengobatan infeksi yang diperlukan untuk kelangsungan hidup harus dimulai segera dan sebenarnya dapat mencegah atau memperbaiki AKI, dan mencatat bahwa obat antimikroba dapat digunakan dalam infeksi yang mengancam jiwa ketika tidak ada alternatif antibiotik yang kurang nefrotoksik 1

  • Dalam konteks malaria berat, manfaat pengobatan segera dengan artemisinin-based combination therapy (ACT) seperti DHP lebih besar daripada risiko pada fungsi ginjal, karena malaria itu sendiri dapat menyebabkan atau memperburuk cedera ginjal akut 2

Monitoring yang Diperlukan

  • Fungsi ginjal (kreatinin serum/eGFR) harus dipantau setiap hari selama fase akut AKI pada pasien yang menerima DHP 3

  • Elektrolit (terutama kalium) harus dipantau setiap hari hingga dua kali sehari selama pengobatan 3

  • Status volume harus dinilai dan dikoreksi segera, dengan resusitasi cairan intravena agresif untuk deplesi volume 3

Primakuin pada Gangguan Ginjal Akut

Risiko Utama: Hemolisis dan Cedera Ginjal

  • Primakuin dapat menyebabkan hemolisis berat, terutama pada pasien dengan defisiensi G6PD, yang mengakibatkan peningkatan beta-2-mikroglobulin urin yang menunjukkan cedera tubular ginjal (komplikasi yang dikenal dari hemolisis yang diinduksi primakuin) 4

  • Hemolisis akut yang diinduksi primakuin juga menyebabkan albuminuria dan peningkatan ekskresi metabolit glikokaliks, yang menunjukkan degradasi dan cedera glikokaliks glomerulus 4

  • Dalam studi pada pasien Kamboja dengan defisiensi G6PD yang menerima primakuin mingguan, 27,7% mengalami penurunan hemoglobin >25%, dan satu pasien memerlukan transfusi darah, meskipun tidak ada pasien yang mengalami cedera ginjal akut 5

Rekomendasi Klinis untuk Primakuin

  • Tunda primakuin sampai fungsi ginjal stabil: Primakuin tidak boleh dimulai pada pasien dengan AKI aktif karena risiko hemolisis dapat memperburuk cedera ginjal yang sudah ada 1, 4

  • Prioritaskan pengobatan tahap darah terlebih dahulu: Gunakan DHP untuk membersihkan parasit tahap darah, kemudian pertimbangkan primakuin untuk pencegahan relaps setelah fungsi ginjal pulih 2

  • Tes G6PD wajib: Sebelum memberikan primakuin, status G6PD harus dikonfirmasi karena defisiensi G6PD secara dramatis meningkatkan risiko hemolisis berat 2, 5

Algoritma Pengambilan Keputusan

Langkah 1: Penilaian Keparahan Infeksi

  • Jika malaria berat atau mengancam jiwa → Mulai DHP segera terlepas dari AKI 2, 1
  • Jika malaria tanpa komplikasi dengan AKI → Mulai DHP dengan monitoring ketat 2

Langkah 2: Optimalisasi Status Volume

  • Koreksi deplesi volume dengan kristaloid isotonik sebelum memulai pengobatan 3
  • Hindari kombinasi obat nefrotoksik (NSAIDs, diuretik, ACE inhibitor/ARB) 1, 3

Langkah 3: Keputusan Primakuin

  • Jangan mulai primakuin jika:

    • AKI masih aktif (kreatinin serum meningkat atau tidak stabil) 1, 4
    • Status G6PD belum diketahui 2, 5
    • Hemoglobin <10 g/dL 5
  • Pertimbangkan primakuin hanya setelah:

    • Fungsi ginjal stabil (kreatinin serum plateau atau menurun) 3
    • Status volume dioptimalkan 3
    • Status G6PD dikonfirmasi normal atau defisiensi ringan-sedang 2
    • Hemoglobin >10 g/dL dan stabil 5

Langkah 4: Monitoring Intensif

  • Kreatinin serum dan eGFR harian 3
  • Hemoglobin setiap 2-3 hari jika primakuin dimulai 5
  • Urinalisis untuk hemoglobinuria jika dicurigai hemolisis 4, 5
  • Elektrolit harian hingga dua kali sehari 3

Peringatan Penting dan Jebakan Klinis

  • Jangan menunda DHP untuk malaria berat: Malaria berat adalah keadaan darurat medis, dan penundaan pengobatan meningkatkan mortalitas lebih dari risiko nefrotoksisitas 2

  • Primakuin bukan untuk fase akut: Primakuin adalah untuk pencegahan relaps (hipnozoit hati), bukan untuk membersihkan parasit tahap darah, sehingga dapat ditunda dengan aman sampai fungsi ginjal pulih 2, 6

  • Interaksi DHP-Primakuin: Pemberian bersama DHP meningkatkan kadar plasma primakuin sebesar 28-48%, yang dapat meningkatkan efek kuratif radikal tetapi juga meningkatkan risiko hemolisis 7

  • Asetaminofen untuk renoproteksi: Asetaminofen (1 g setiap 6 jam selama 72 jam) dapat memberikan efek renoprotektif pada cedera ginjal akut terkait malaria 2

  • Hindari "triple whammy": Kombinasi NSAIDs, diuretik, dan ACE inhibitor/ARB lebih dari dua kali lipat risiko AKI dan harus dihindari sepenuhnya 1, 3

Related Questions

What antibiotics are contraindicated in patients with Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) deficiency?
What are the recommendations for managing drug-induced hemolysis in patients with Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) deficiency?
Is paracetamol (acetaminophen) safe to use in patients with Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) deficiency?
What is the appropriate initial management for a patient who develops jaundice while taking primaquine, including the necessary work‑up and alternative malaria prophylaxis?
Can folic acid be given concurrently with primaquine (antimalarial medication)?
Are there studies indicating that the hands‑and‑knees (all‑fours) delivery position leads to higher rates of obstetric anal sphincter injuries (OASIS) compared with supine or lateral positions?
After undergoing hemorrhoidectomy, fissurectomy, and lateral sphincterotomy three years ago and a fistulotomy with debridement seven months ago, the patient now has marked urinary urgency and heightened bladder filling sensation. What is the prognosis and recommended management for these neurogenic bladder symptoms?
What are the side effects of creatine supplementation, particularly regarding hair loss (alopecia), and is there evidence of a causal relationship?
Please provide a concise patient handout outlining acne management, including skincare routine, topical and systemic therapies, and follow‑up recommendations.
Why might oregano oil help some patients experiencing sexual side effects from selective serotonin reuptake inhibitors?
In a patient with systemic lupus erythematosus presenting with a swollen finger, what is the initial priority and appropriate management?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.