Efek Samping Gabapentin
Gabapentin umumnya menyebabkan efek samping sistem saraf pusat seperti pusing (28%), somnolen/kantuk (19-21%), dan edema perifer (8%), dengan sebagian besar efek samping bersifat ringan hingga sedang dan membaik setelah minggu pertama penggunaan. 1
Efek Samping Umum
Berdasarkan label FDA dan pedoman klinis, efek samping yang paling sering terjadi meliputi:
Sistem Saraf Pusat
- Pusing (dizziness) terjadi pada 17-28% pasien, merupakan efek samping tersering 1
- Somnolen/kantuk dialami 19-21% pasien 1
- Ataksia (gangguan koordinasi) terjadi pada 3-13% pasien, dengan hubungan dosis-respons yang jelas 1
- Fatigue/kelelahan dialami 11% pasien 1
- Nistagmus (gerakan mata abnormal) terjadi pada 8% pasien 1
Efek Samping Fisik Lainnya
- Edema perifer (pembengkakan ekstremitas) terjadi pada 8% pasien dengan neuralgia postherpetik dan 2% pada pasien epilepsi 1
- Peningkatan berat badan dialami 2-3% pasien 2
- Mulut kering terjadi pada 5% pasien 1
- Konstipasi dialami 4% pasien 1
Efek Samping Serius (Jarang)
Reaksi Psikiatrik
- Pikiran atau perilaku bunuh diri terjadi pada sekitar 1 dari 500 pasien (0.2%) 2
- Perubahan perilaku neuropsikiatrik pada anak usia 3-12 tahun, termasuk hostilitas (8%) dan labilitas emosional (4%) 1
Reaksi Alergi Berat
- DRESS syndrome (Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptoms) 1
- Anafilaksis dan angioedema 1
Efek Kardiovaskular dan Metabolik
Hubungan Dosis-Respons
Pedoman menunjukkan bahwa efek samping gabapentin berhubungan dengan dosis:
- Dosis >900 mg/hari dikaitkan dengan penurunan skor nyeri visual analog, konsumsi morfin total, muntah, dan retensi urin yang lebih baik dibanding dosis lebih rendah, namun juga meningkatkan risiko efek samping 3
- Dosis ≥1800 mg/hari meningkatkan insidensi efek samping 2
- Dosis ≥600 mg/hari meningkatkan risiko jatuh atau fraktur secara signifikan 4
- Dosis ≥2400 mg/hari memiliki risiko tertinggi untuk jatuh atau fraktur (RR 1.90) 4
Karakteristik Temporal Efek Samping
Sebagian besar efek samping membaik secara signifikan setelah minggu pertama pengobatan dan sebagian besar hilang pada minggu ke-4 2. Ini merupakan informasi penting untuk konseling pasien agar tidak menghentikan obat terlalu dini.
Strategi Meminimalkan Efek Samping
Titrasi Bertahap
Pedoman merekomendasikan titrasi lambat dimulai dari 300 mg/hari, meningkat menjadi 600 mg pada hari ke-2, dan 900 mg pada hari ke-3 untuk meminimalkan efek samping 2. Pendekatan ini sangat penting untuk meningkatkan tolerabilitas.
Dosis Tunggal Preoperatif
Untuk penggunaan perioperatif, gabapentinoid harus dibatasi pada dosis tunggal terendah sebelum operasi untuk menghindari efek sedatif, pusing, dan edema perifer, kecuali diindikasikan untuk nyeri neuropatik pascaoperasi 3.
Penyesuaian pada Populasi Khusus
- Pasien lanjut usia dan pasien dengan disfungsi ginjal memerlukan penyesuaian dosis karena klirens gabapentin yang berkurang 3
- Pasien dengan penyakit kardiovaskular harus digunakan dengan hati-hati 3
Keuntungan Profil Keamanan
Penting dicatat bahwa gabapentin memiliki beberapa keuntungan dibanding obat lain:
- Tidak ada interaksi obat signifikan yang diketahui 2
- Tidak menghambat CYP2D6 2
- Tidak menyebabkan disfungsi seksual seperti SSRI/SNRI 2
- Tidak ada sindrom putus obat 2
- Toleransi tidak berkembang terhadap sebagian besar efek samping 2
Peringatan Khusus
Risiko Jatuh dan Fraktur
Studi kohort besar menunjukkan gabapentin meningkatkan risiko jatuh atau fraktur (RR 1.35) dan altered mental status (RR 1.12), dengan hubungan dosis-respons yang jelas 4. Monitoring ketat diperlukan terutama pada dosis ≥600 mg/hari.
Edema Perifer
Meskipun umumnya ringan, edema perifer dapat menjadi berat dan menyakitkan pada beberapa kasus, terutama dengan perubahan formulasi atau merek obat 5, 6. Jika terjadi edema berat, pertimbangkan untuk menghentikan obat.
Gangguan Mengemudi
Gabapentin dapat menyebabkan gangguan kemampuan mengemudi dengan indikator psikofisik depresan SSP (nistagmus horizontal, performa buruk pada tes lapangan) 7. Pasien harus diperingatkan tentang risiko ini, terutama pada fase awal pengobatan.
Penghentian Mendadak
Penghentian mendadak dapat memicu kejang atau status epileptikus pada pasien epilepsi 1. Penghentian harus dilakukan secara bertahap.