Pemeriksaan Laboratorium Fungsi Tiroid yang Disarankan
Untuk pasien dengan kecurigaan penyakit mata tiroid (thyroid eye disease), pemeriksaan laboratorium yang disarankan meliputi TSH, free T4, antibodi reseptor TSH (TRAb/TSI), antibodi anti-TPO, dan antibodi anti-tiroglobulin. 1, 2, 3
Pemeriksaan Dasar Fungsi Tiroid
TSH dan Free T4
- Ukur TSH dan free T4 secara bersamaan sebagai pemeriksaan utama untuk menilai status tiroid, karena kombinasi ini dapat membedakan antara hipertiroidisme, hipotiroidisme, dan eutiroid 1, 4
- Free T4 diperlukan untuk membedakan disfungsi tiroid subklinis dari yang manifes ketika TSH abnormal 1
- Pada penyakit mata tiroid, 86.2% pasien mengalami hipertiroidisme, 10.36% hipotiroidisme, dan 7.9% eutiroid, sehingga pemeriksaan fungsi tiroid tetap penting meskipun hasil bisa normal 2
Pemeriksaan Antibodi Tiroid
Antibodi Reseptor TSH (TRAb/TSI)
- Pemeriksaan TSI (thyroid stimulating immunoglobulin) sangat penting untuk diagnosis penyakit mata tiroid, dengan sensitivitas 93% dan spesifisitas 100% untuk membedakan dari kontrol normal 3
- Assay TSI generasi baru menunjukkan performa superior dibanding pemeriksaan TRAb konvensional untuk diagnosis penyakit mata tiroid 3
- Antibodi ini membantu membedakan penyakit Graves dari tiroiditis toksik dengan sensitivitas dan spesifisitas 100% 3
Antibodi Anti-TPO (Thyroid Peroxidase)
- Ukur antibodi anti-TPO untuk mengkonfirmasi etiologi autoimun, terutama jika dicurigai tiroiditis Hashimoto yang dapat menyertai penyakit mata tiroid 1
- Antibodi anti-TPO positif memprediksi progresi ke hipotiroidisme manifes sebesar 4.3% per tahun dibanding 2.6% pada yang negatif 1
- Pada pasien dengan penyakit mata tiroid, antibodi anti-TPO ditemukan pada 32% kasus 5
Antibodi Anti-Tiroglobulin (Anti-TG)
- Ukur antibodi anti-TG bersamaan dengan anti-TPO karena sekitar 10-20% pasien dengan tiroiditis autoimun hanya memiliki anti-TG positif tanpa anti-TPO 1
- Antibodi anti-TG penting untuk skrining komprehensif penyakit tiroid autoimun yang dapat menyertai penyakit mata tiroid 1
Pemeriksaan Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan
Antibodi Spesifik Otot Mata
- Antibodi terhadap G2s (protein yang diekspresikan bersama oleh tiroid dan otot mata) ditemukan pada 50% pasien dengan penyakit mata tiroid dan dapat mendahului onset penyakit mata 5
- Antibodi terhadap flavoprotein subunit succinate dehydrogenase (Fp-SDH) merupakan penanda kerusakan sel otot mata, terutama pada subtipe miopati okular 5
- Pemeriksaan ini umumnya untuk kepentingan penelitian dan belum rutin tersedia secara klinis 5
Algoritma Pemeriksaan
Pemeriksaan awal wajib:
Pemeriksaan lanjutan:
Pertimbangan khusus:
Peringatan Penting
- Penyakit mata tiroid dapat terjadi pada pasien dengan fungsi tiroid normal (eutiroid), sehingga diagnosis tidak boleh disingkirkan hanya berdasarkan TSH dan T4 normal 2
- Antibodi anti-tiroglobulin dapat mengganggu pengukuran tiroglobulin, sehingga harus diukur bersamaan jika monitoring tiroglobulin diperlukan 1
- Pada superior limbic keratoconjunctivitis, hingga 65% pasien memiliki disfungsi tiroid mendasari, sehingga pemeriksaan antibodi tiroid disarankan 7