What is measles and how does it cause thrombocytopenia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 24, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Campak (Measles) dan Trombositopenia

Campak adalah penyakit virus akut yang sangat menular yang dapat menyebabkan trombositopenia sebagai komplikasi, meskipun ini jarang terjadi—terjadi pada sekitar 1 dari 3.000 kasus infeksi campak alami. 1

Apa Itu Campak?

Campak (rubeola) adalah penyakit virus yang disebabkan oleh virus campak dari keluarga Paramyxoviridae (genus Morbillivirus). 1, 2 Penyakit ini ditandai dengan:

  • Fase prodromal: Demam tinggi, batuk, pilek (coryza), dan konjungtivitis ("mata merah") 3, 4
  • Bercak Koplik: Bintik-bintik putih kecil di dalam mulut yang muncul selama fase prodromal dan dianggap patognomonik (khas) untuk campak 1, 3
  • Ruam khas: Ruam makulopapular yang dimulai di wajah dan menyebar ke bawah ke tubuh dan ekstremitas 3, 5
  • Masa inkubasi: Rata-rata 10-12 hari dari paparan hingga gejala prodromal dan 14 hari hingga munculnya ruam 3, 5

Campak sangat menular—lebih dari 90% orang yang tidak diimunisasi yang terpapar virus akan tertular penyakit ini. 1 Pasien menular dari 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah munculnya ruam. 1, 3

Bagaimana Campak Menyebabkan Trombositopenia?

Mekanisme dan Kejadian

Trombositopenia (jumlah trombosit rendah) dapat terjadi melalui dua jalur berbeda:

1. Trombositopenia Akibat Infeksi Campak Alami:

  • Terjadi pada sekitar 1 dari 3.000 kasus infeksi campak 1
  • Lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa 1
  • Mekanisme diduga melibatkan destruksi trombosit yang dimediasi imun, mirip dengan purpura trombositopenik idiopatik (ITP) 6

2. Trombositopenia Akibat Vaksin MMR (Jauh Lebih Jarang):

  • Terjadi pada sekitar 1 dari 22.300 hingga 40.000 dosis vaksin 7, 8
  • Risiko tertinggi pada anak usia 12-15 bulan dengan rasio insiden 7,10 7
  • Anak laki-laki usia 12-15 bulan memiliki risiko lebih tinggi (rasio insiden 14,59) dibandingkan anak perempuan (rasio insiden 3,22) 7
  • Sekitar 76% kasus ITP pada anak usia 12-23 bulan yang terjadi dalam 6 minggu setelah vaksinasi dapat dikaitkan dengan vaksin MMR 7

Karakteristik Klinis Trombositopenia

  • Jumlah trombosit: Biasanya sangat rendah, dengan rata-rata 8.000/mm³; 58% kasus memiliki jumlah trombosit <10.000/mm³ 6
  • Gejala klinis: Perdarahan klinis dengan jumlah trombosit ≤50.000/μL 7
  • Waktu onset: Biasanya terjadi 2-45 hari setelah vaksinasi atau selama fase akut infeksi campak 6
  • Durasi: Median durasi penyakit sekitar 10-11 hari 7
  • Prognosis: Hasil jangka pendek umumnya baik pada 89,5% kasus 6

Perbedaan Penting

Trombositopenia yang terkait dengan vaksin campak tidak dapat dibedakan secara klinis dari ITP masa kanak-kanak akut idiopatik yang tidak terkait dengan vaksinasi, dan tampaknya serupa dengan trombositopenia yang terjadi setelah infeksi campak atau rubella alami. 6

Komplikasi Campak Lainnya

Meskipun trombositopenia jarang terjadi, komplikasi campak yang lebih umum meliputi:

  • Diare: Komplikasi paling umum 3, 5
  • Otitis media: Infeksi telinga tengah 3, 5
  • Pneumonia: Penyebab kematian paling umum terkait campak 3, 9
  • Ensefalitis: Terjadi pada sekitar 1 dari 1.000 kasus dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen 3, 9
  • Kematian: 1-2 per 1.000 kasus yang dilaporkan di negara maju; dapat mencapai 25% di negara berkembang 3, 9

Pencegahan

Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak dan komplikasinya, termasuk trombositopenia. 3 Meskipun vaksin MMR dapat menyebabkan trombositopenia dalam kasus yang sangat jarang, risiko trombositopenia dari infeksi campak alami jauh lebih tinggi daripada risiko dari vaksinasi. 1

  • Dosis pertama vaksin MMR direkomendasikan pada usia 12-15 bulan 3
  • Dosis kedua pada usia 4-6 tahun 3
  • Risiko absolut trombositopenia dari vaksin (1 per 22.300-40.000 dosis) jauh lebih rendah daripada risiko dari infeksi alami (1 per 3.000 kasus) 1, 7, 8

Peringatan Khusus

Anak-anak yang pernah mengalami ITP sebelum vaksinasi MMR tidak mengalami kekambuhan terkait vaksin, sehingga riwayat ITP sebelumnya bukan merupakan kontraindikasi untuk vaksinasi. 8

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

History of measles.

Presse medicale (Paris, France : 1983), 2022

Guideline

Measles Symptoms, Management, and Prevention

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Measles: a disease often forgotten but not gone.

Hong Kong medical journal = Xianggang yi xue za zhi, 2018

Guideline

Clinical Presentation and Management of Measles and Rubella

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Idiopathic thrombocytopenic purpura and MMR vaccine.

Archives of disease in childhood, 2001

Guideline

Measles Fatality Risk

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.