Campak (Measles) dan Trombositopenia
Campak adalah penyakit virus akut yang sangat menular yang dapat menyebabkan trombositopenia sebagai komplikasi, meskipun ini jarang terjadi—terjadi pada sekitar 1 dari 3.000 kasus infeksi campak alami. 1
Apa Itu Campak?
Campak (rubeola) adalah penyakit virus yang disebabkan oleh virus campak dari keluarga Paramyxoviridae (genus Morbillivirus). 1, 2 Penyakit ini ditandai dengan:
- Fase prodromal: Demam tinggi, batuk, pilek (coryza), dan konjungtivitis ("mata merah") 3, 4
- Bercak Koplik: Bintik-bintik putih kecil di dalam mulut yang muncul selama fase prodromal dan dianggap patognomonik (khas) untuk campak 1, 3
- Ruam khas: Ruam makulopapular yang dimulai di wajah dan menyebar ke bawah ke tubuh dan ekstremitas 3, 5
- Masa inkubasi: Rata-rata 10-12 hari dari paparan hingga gejala prodromal dan 14 hari hingga munculnya ruam 3, 5
Campak sangat menular—lebih dari 90% orang yang tidak diimunisasi yang terpapar virus akan tertular penyakit ini. 1 Pasien menular dari 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah munculnya ruam. 1, 3
Bagaimana Campak Menyebabkan Trombositopenia?
Mekanisme dan Kejadian
Trombositopenia (jumlah trombosit rendah) dapat terjadi melalui dua jalur berbeda:
1. Trombositopenia Akibat Infeksi Campak Alami:
- Terjadi pada sekitar 1 dari 3.000 kasus infeksi campak 1
- Lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa 1
- Mekanisme diduga melibatkan destruksi trombosit yang dimediasi imun, mirip dengan purpura trombositopenik idiopatik (ITP) 6
2. Trombositopenia Akibat Vaksin MMR (Jauh Lebih Jarang):
- Terjadi pada sekitar 1 dari 22.300 hingga 40.000 dosis vaksin 7, 8
- Risiko tertinggi pada anak usia 12-15 bulan dengan rasio insiden 7,10 7
- Anak laki-laki usia 12-15 bulan memiliki risiko lebih tinggi (rasio insiden 14,59) dibandingkan anak perempuan (rasio insiden 3,22) 7
- Sekitar 76% kasus ITP pada anak usia 12-23 bulan yang terjadi dalam 6 minggu setelah vaksinasi dapat dikaitkan dengan vaksin MMR 7
Karakteristik Klinis Trombositopenia
- Jumlah trombosit: Biasanya sangat rendah, dengan rata-rata 8.000/mm³; 58% kasus memiliki jumlah trombosit <10.000/mm³ 6
- Gejala klinis: Perdarahan klinis dengan jumlah trombosit ≤50.000/μL 7
- Waktu onset: Biasanya terjadi 2-45 hari setelah vaksinasi atau selama fase akut infeksi campak 6
- Durasi: Median durasi penyakit sekitar 10-11 hari 7
- Prognosis: Hasil jangka pendek umumnya baik pada 89,5% kasus 6
Perbedaan Penting
Trombositopenia yang terkait dengan vaksin campak tidak dapat dibedakan secara klinis dari ITP masa kanak-kanak akut idiopatik yang tidak terkait dengan vaksinasi, dan tampaknya serupa dengan trombositopenia yang terjadi setelah infeksi campak atau rubella alami. 6
Komplikasi Campak Lainnya
Meskipun trombositopenia jarang terjadi, komplikasi campak yang lebih umum meliputi:
- Diare: Komplikasi paling umum 3, 5
- Otitis media: Infeksi telinga tengah 3, 5
- Pneumonia: Penyebab kematian paling umum terkait campak 3, 9
- Ensefalitis: Terjadi pada sekitar 1 dari 1.000 kasus dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen 3, 9
- Kematian: 1-2 per 1.000 kasus yang dilaporkan di negara maju; dapat mencapai 25% di negara berkembang 3, 9
Pencegahan
Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak dan komplikasinya, termasuk trombositopenia. 3 Meskipun vaksin MMR dapat menyebabkan trombositopenia dalam kasus yang sangat jarang, risiko trombositopenia dari infeksi campak alami jauh lebih tinggi daripada risiko dari vaksinasi. 1
- Dosis pertama vaksin MMR direkomendasikan pada usia 12-15 bulan 3
- Dosis kedua pada usia 4-6 tahun 3
- Risiko absolut trombositopenia dari vaksin (1 per 22.300-40.000 dosis) jauh lebih rendah daripada risiko dari infeksi alami (1 per 3.000 kasus) 1, 7, 8
Peringatan Khusus
Anak-anak yang pernah mengalami ITP sebelum vaksinasi MMR tidak mengalami kekambuhan terkait vaksin, sehingga riwayat ITP sebelumnya bukan merupakan kontraindikasi untuk vaksinasi. 8