Dosis Asiklovir
Untuk ensefalitis HSV atau infeksi SSP serius, berikan asiklovir 10 mg/kg IV setiap 8 jam selama 14-21 hari pada dewasa dengan fungsi ginjal normal; neonatus memerlukan dosis lebih tinggi 20 mg/kg IV setiap 8 jam selama 21 hari. 1, 2, 3
Dosis Dewasa
Infeksi SSP (Ensefalitis/Meningitis HSV)
- Dosis standar: 10 mg/kg IV setiap 8 jam selama 14-21 hari 1, 2, 3, 4
- Mulai terapi dalam 6 jam sejak masuk rumah sakit jika kecurigaan klinis tinggi, bahkan sebelum konfirmasi diagnostik 3
- Keterlambatan >48 jam meningkatkan mortalitas dari 8% menjadi 28% 1, 2
- Infus selama 1 jam untuk mencegah kristaluria 4
Herpes Genitalis
- Episode awal: 5 mg/kg IV setiap 8 jam selama 5-7 hari 4
- Profilaksis oral: 200 mg oral 3 kali sehari atau 400 mg oral setiap 12 jam 1
Herpes Zoster (Varicella-Zoster)
- Ensefalitis VZV: 10-15 mg/kg IV setiap 8 jam selama 10-14 hari 1
- Varisela ringan (pasien imunokompeten): 20 mg/kg oral (maksimal 800 mg per dosis) 4 kali sehari selama 7-10 hari 1
Dosis Pediatrik
Berdasarkan Usia
- Neonatus (0-3 bulan) dengan penyakit SSP HSV: 20 mg/kg IV setiap 8 jam selama 21 hari 1, 2, 3
- Anak 3 bulan-12 tahun dengan ensefalitis HSV: 500 mg/m² IV setiap 8 jam (setara dengan 20 mg/kg) untuk minimum 21 hari 1, 3
- Remaja >12 tahun: 10 mg/kg IV setiap 8 jam 1, 3
Pertimbangan Khusus Pediatrik
- Anak usia 3 bulan-12 tahun memiliki risiko relaps 26-29% jika terapi <21 hari, sehingga durasi minimum 21 hari wajib 5, 1, 3
- Beberapa ahli menggunakan dosis berbasis luas permukaan tubuh (500 mg/m²/dosis) untuk anak >1 tahun 5
Penyesuaian Dosis pada Gangguan Fungsi Ginjal
Asiklovir dieliminasi 62-91% melalui ginjal, sehingga penyesuaian dosis wajib dilakukan pada gangguan fungsi ginjal 5, 1, 4
Tabel Penyesuaian Dosis IV
| Klirens Kreatinin | Dosis yang Direkomendasikan |
|---|---|
| >50 mL/menit | Tidak perlu penyesuaian: 5-10 mg/kg IV setiap 8 jam |
| 25-50 mL/menit | 5-10 mg/kg IV setiap 12 jam |
| 10-24 mL/menit | 5-10 mg/kg IV setiap 24 jam |
| <10 mL/menit | 2.5-5 mg/kg IV setiap 24 jam |
| Hemodialisis | 2.5-5 mg/kg IV setiap 24 jam; berikan dosis setelah dialisis |
Tabel Penyesuaian Dosis Oral
| Klirens Kreatinin | Dosis yang Direkomendasikan |
|---|---|
| >50 mL/menit | Tidak perlu penyesuaian: 200-800 mg oral 3-5 kali sehari |
| <10 mL/menit | 200 mg oral setiap 12 jam |
| Hemodialisis | 200 mg oral setiap 12 jam; berikan dosis pertama setelah dialisis |
Durasi Terapi dan Monitoring
Ensefalitis HSV
- Lanjutkan terapi IV selama 14-21 hari penuh 5, 1, 3
- Lakukan pungsi lumbal ulang dengan PCR HSV pada hari ke-14-21 5, 1, 3
- Jika PCR masih positif: lanjutkan asiklovir dan ulangi PCR setiap minggu hingga negatif 5, 1, 3
- PCR LCS dapat tetap positif selama 7-10 hari setelah memulai terapi 5, 1, 3
Meningitis HSV
- Dewasa: 10 mg/kg IV setiap 8 jam hingga demam dan nyeri kepala hilang, kemudian ganti ke valasiklovir 1 g oral 3 kali sehari untuk melengkapi total 14 hari terapi 1
- Catatan penting: Pedoman UK Joint Specialist Societies menyatakan bahwa pasien imunokompeten dengan meningitis HSV-2 hanya memerlukan perawatan suportif tanpa antiviral, karena biasanya sembuh tanpa sekuel neurologis 1
- Namun, jika terdapat tanda ensefalitis (perubahan perilaku, gangguan kognitif, penurunan kesadaran), segera eskalasi ke regimen ensefalitis penuh 1
Peringatan Penting dan Kesalahan Umum
Jangan Pernah:
- Menggunakan asiklovir oral untuk ensefalitis HSV akut - konsentrasi LCS tidak adekuat; terapi IV wajib 5, 1, 3
- Menghentikan terapi prematur - regimen 10 hari menyebabkan tingkat relaps 26-29% pada anak 5, 1, 3
- Menggunakan dosis tetap tanpa menghitung berdasarkan berat badan - selalu hitung berdasarkan berat badan aktual 2
- Memberikan bolus cepat - infus harus selama 1 jam untuk mencegah nefrotoksisitas 4
Selalu:
- Hitung dosis berdasarkan berat badan aktual, bukan dosis tetap 2
- Verifikasi fungsi ginjal dan sesuaikan dosis sebelum memulai terapi 1, 2, 4
- Pertahankan hidrasi adekuat sepanjang terapi untuk mencegah kristaluria 5, 1, 4
- Monitor fungsi ginjal (kreatinin serum, output urin) secara rutin selama terapi 5, 1, 4
Toksisitas dan Efek Samping
Nefrotoksisitas
- Terjadi setelah ~4 hari pada hingga 20% pasien 5, 1, 3, 4
- Manifestasi: kristaluria, peningkatan kreatinin serum, nefropati obstruktif akibat presipitasi kristal intratubular 5, 1, 3
- Reversibel dengan penyesuaian dosis atau penghentian 1
Pencegahan Nefrotoksisitas:
- Pertahankan hidrasi adekuat sepanjang terapi 5, 1, 3, 4
- Monitor fungsi ginjal secara teratur 5, 1, 3, 4
- Kurangi dosis pada pasien dengan insufisiensi ginjal pre-eksisting 5, 1, 4
- Infus selama 1 jam, bukan bolus cepat 4
Efek Samping Jarang
- Hepatitis, supresi sumsum tulang, ensefalopati 5, 1, 3
- Flebitis dan iritasi lokal di tempat infus 4, 6
Populasi Khusus
Pasien Imunokompromis
- Mungkin memerlukan dosis lebih tinggi atau durasi lebih lama (>21 hari) jika PCR tetap positif 1, 3
- Untuk penyakit HSV berat pada pasien HIV: asiklovir 5 mg/kg IV setiap 8 jam 1
- Jika dicurigai resistensi asiklovir (lesi persisten meskipun terapi): pertimbangkan foskarnet 40 mg/kg IV setiap 8 jam 1, 3
Pasien Geriatri
- Konsentrasi plasma asiklovir lebih tinggi dibandingkan dewasa muda, sebagian karena perubahan fungsi ginjal terkait usia 4
- Pengurangan dosis mungkin diperlukan pada pasien geriatri dengan gangguan fungsi ginjal 5, 4
Augmented Renal Clearance (ARC)
- Anak dengan eGFR >250 mL/min/1.73 m² mungkin memerlukan 15-20 mg/kg/6 jam untuk mencapai konsentrasi target 7