In a patient with relapsing nephrotic syndrome who has been on therapy for one year and now presents with generalized edema, should prednisone be restarted immediately?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 24, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ya, Mulai Kembali Prednison Segera pada Pasien dengan Sindrom Nefrotik Relaps

Pada pasien dengan sindrom nefrotik relaps yang datang dengan edema anasarka, mulai kembali prednison segera dengan dosis 60 mg/m² atau 2 mg/kg/hari (maksimum 60 mg/hari) sebagai dosis tunggal pagi hari sampai remisi tercapai selama minimal 3 hari berturut-turut, kemudian lanjutkan dengan 40 mg/m² selang sehari selama minimal 3 bulan. 1, 2, 3

Pendekatan Pengobatan Relaps

Inisiasi Terapi Segera

  • Mulai prednison segera saat relaps dikonfirmasi (proteinuria ≥2+ selama 3 hari berturut-turut atau ≥2+ dengan edema) tanpa menunggu hasil laboratorium tambahan 2, 3

  • Gunakan dosis penuh 60 mg/m² atau 2 mg/kg/hari (maksimum 60 mg) sebagai dosis tunggal di pagi hari sampai remisi lengkap tercapai 1, 2, 3

  • Remisi lengkap didefinisikan sebagai proteinuria <200 mg/g atau trace/negatif pada dipstick selama 3 hari berturut-turut 2, 3

Durasi dan Tapering

  • Setelah mencapai remisi, transisi ke prednison selang sehari 40 mg/m² atau 1,5 mg/kg (maksimum 40 mg pada hari selang) 1, 3

  • Untuk pasien dengan relaps jarang (≤2 relaps dalam 6 bulan): lanjutkan terapi selang sehari minimal 4 minggu 1

  • Untuk pasien dengan relaps sering (≥2 relaps dalam 6 bulan) atau steroid-dependent: lanjutkan terapi selang sehari minimal 3 bulan untuk mengurangi risiko relaps berikutnya 1, 3

Pertimbangan Khusus untuk Pasien yang Sudah 1 Tahun Terapi

Evaluasi Status Penyakit

  • Karena pasien sudah menjalani terapi 1 tahun, klasifikasikan apakah ini relaps sering atau steroid-dependent sebelum menentukan durasi terapi 1

  • Steroid-dependent didefinisikan sebagai 2 relaps berturut-turut yang terjadi selama terapi atau dalam 14 hari setelah menyelesaikan terapi steroid 1

Pertimbangan Agen Steroid-Sparing

  • Jika pasien mengalami efek samping steroid yang signifikan (intoleransi glukosa, cushingoid, osteonekrosis panggul) atau memenuhi kriteria relaps sering/steroid-dependent, pertimbangkan agen steroid-sparing 2, 3, 4

  • Pilihan lini pertama untuk steroid-sparing: 1, 3

    • Levamisole 2,5 mg/kg selang sehari selama minimal 12 bulan
    • Calcineurin inhibitor (siklosporin 3-5 mg/kg/hari atau takrolimus) selama minimal 12 bulan
    • Cyclophosphamide 2 mg/kg/hari selama 8-12 minggu (dosis kumulatif maksimum 168 mg/kg)
    • Mycophenolate mofetil 1200 mg/m²/hari dalam 2 dosis terbagi selama minimal 12 bulan
  • Jangan gunakan cyclophosphamide untuk steroid-resistant nephrotic syndrome - calcineurin inhibitor adalah terapi lini pertama 2

Perangkap Klinis yang Harus Dihindari

Kesalahan Dosis dan Durasi

  • Jangan gunakan dosis terbagi - dosis tunggal pagi hari sama efektifnya dan lebih praktis untuk kepatuhan 5

  • Jangan menghentikan terapi terlalu cepat - durasi minimal 4 minggu untuk relaps jarang dan 3 bulan untuk relaps sering/steroid-dependent sangat penting untuk mencegah relaps dini 1, 3

  • Jangan melanjutkan terapi glukokortikoid dosis tinggi melebihi 16 minggu tanpa menilai kembali strategi steroid-sparing 4

Monitoring dan Kepatuhan

  • Verifikasi kepatuhan pengobatan sebelum meningkatkan terapi atau menyatakan kegagalan pengobatan 3

  • Monitor proteinuria urin harian menggunakan dipstick atau rasio protein-kreatinin urin spot untuk menilai respons pengobatan 2, 3

  • Untuk pasien yang menggunakan calcineurin inhibitor, jangan melanjutkan tanpa batas waktu - nilai kembali kebutuhan setelah 12-24 bulan remisi lengkap untuk meminimalkan nefrotoksisitas 2

Pertimbangan Khusus

  • Selama infeksi saluran pernapasan atas atau penyakit lain, pasien dengan relaps sering atau steroid-dependent harus menerima prednison harian pada dosis pemeliharaan mereka untuk mengurangi risiko relaps 2

  • Jangan kombinasikan kortikosteroid dengan NSAID pada pasien ini karena dapat memperburuk fungsi ginjal 4

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Follow-Up and Management of Young Adults with Steroid-Sensitive Nephrotic Syndrome

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment of Relapse Nephrotic Syndrome

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Corticosteroid Use in Chronic Kidney Disease

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.