Dexamethasone pada Bayi Usia 3 Bulan
Dexamethasone boleh diberikan pada bayi usia 3 bulan untuk indikasi spesifik seperti croup atau asma eksaserbasi dengan dosis 0.6 mg/kg (maksimum 16 mg) sebagai dosis tunggal, tetapi harus dihindari untuk indikasi bronchopulmonary dysplasia atau penggunaan dosis tinggi berkepanjangan karena risiko gangguan neurodevelopmental yang serius. 1, 2
Indikasi yang Aman pada Bayi 3 Bulan
Croup (Laringotrakeobronkitis)
- Dosis yang direkomendasikan adalah 0.6 mg/kg sebagai dosis tunggal (maksimum 16 mg), dapat diberikan secara oral, intramuskular, atau intravena 1, 2
- Untuk bayi 3 bulan dengan berat badan sekitar 5-6 kg, dosis yang tepat adalah sekitar 3-3.6 mg sebagai dosis tunggal 1
- Durasi kerja adalah 24-72 jam, memberikan perbaikan gejala yang berkelanjutan tanpa perlu tapering dan tanpa menyebabkan supresi adrenal yang signifikan secara klinis 1
- Rute oral lebih disukai jika bayi dapat menerimanya, karena sama efektifnya dengan rute IM atau IV dan menghindari nyeri injeksi 2
Asma Eksaserbasi
- Dosis tunggal dexamethasone 0.6 mg/kg (maksimum 16 mg) sama efektifnya dengan prednisolone atau prednisone selama 3-5 hari untuk eksaserbasi asma ringan hingga sedang 2
- Ini memberikan keuntungan kepatuhan yang lebih baik dengan dosis tunggal dibandingkan kursus multi-hari 2
Meningitis Bakterial (H. influenzae type b)
- Jika diperlukan untuk meningitis H. influenzae type b, dosis yang direkomendasikan adalah 0.15 mg/kg setiap 6 jam selama 2-4 hari 1, 2
- Dexamethasone harus dimulai 10-20 menit sebelum atau bersamaan dengan dosis antimikroba pertama 2
- Jangan berikan jika terapi antimikroba sudah dimulai 2
Kontraindikasi Absolut dan Peringatan Kritis
Dosis Tinggi Berkepanjangan - DILARANG
- Dexamethasone dosis tinggi (0.5 mg/kg/hari) tidak boleh digunakan pada bayi untuk pencegahan atau pengobatan bronchopulmonary dysplasia karena terkait dengan hasil neurodevelopmental yang buruk termasuk cerebral palsy, IQ lebih rendah, dan disabilitas mayor 3, 2
- Pada follow-up usia 4-11 tahun, dexamethasone dosis tinggi dikaitkan dengan gangguan neurodevelopmental mayor pada 36% bayi yang diobati versus 14% pada kelompok plasebo 4
- Studi jangka panjang menunjukkan anak-anak yang diobati lebih pendek (P=0.03), memiliki lingkar kepala lebih kecil (P=0.04), skor IQ lebih rendah (P=0.008), dan lebih banyak disabilitas signifikan 3
Risiko pada Bayi Prematur dan Neonatus
- Terapi dexamethasone dini (dalam 7 hari pertama kehidupan) dikaitkan dengan risiko perforasi gastrointestinal yang lebih tinggi, terutama bila dikombinasikan dengan inhibitor sintesis prostaglandin 4, 5
- Perforasi gastrointestinal spontan terjadi pada 13% bayi yang menerima dexamethasone versus 4% pada kelompok plasebo (P=0.02) 5
- Dexamethasone mengikat hanya reseptor glukokortikoid, menyebabkan degenerasi neuron hipokampus pada model hewan, berbeda dengan hydrocortisone yang mengikat reseptor mineralokortikoid dan glukokortikoid 3, 2
Efek Kardiovaskular
- Hypertrophic cardiomyopathy dapat terjadi bahkan setelah dosis tunggal dexamethasone (0.5 mg/kg) pada bayi prematur 6
- Efek miokardial mungkin tidak tergantung pada dosis dan durasi pengobatan 6
- Hipertensi adalah efek samping umum yang memerlukan monitoring 5
Algoritma Penggunaan Dexamethasone pada Bayi 3 Bulan
Langkah 1: Identifikasi Indikasi
- Croup dengan stridor atau respiratory distress → Berikan 0.6 mg/kg dosis tunggal 1
- Asma eksaserbasi ringan-sedang → Berikan 0.6 mg/kg dosis tunggal 2
- Meningitis H. influenzae type b (dikonfirmasi atau sangat dicurigai) → Berikan 0.15 mg/kg setiap 6 jam, mulai sebelum atau dengan antibiotik pertama 2
- Bronchopulmonary dysplasia atau kondisi paru kronis → JANGAN gunakan dexamethasone dosis tinggi; pertimbangkan hydrocortisone sebagai alternatif 3, 2
Langkah 2: Hitung Dosis Berdasarkan Berat Badan
- Untuk bayi 3 bulan dengan berat 5 kg: 5 kg × 0.6 mg/kg = 3 mg (untuk croup/asma)
- Untuk bayi 3 bulan dengan berat 6 kg: 6 kg × 0.6 mg/kg = 3.6 mg (untuk croup/asma)
- Untuk meningitis: 5 kg × 0.15 mg/kg = 0.75 mg setiap 6 jam 1, 2
Langkah 3: Pilih Rute Pemberian
- Oral: Pilihan pertama jika bayi dapat menelan dan tidak ada distress berat 2
- Intramuskular atau Intravena: Untuk croup berat dengan distress signifikan atau jika oral tidak dapat ditoleransi 1
- Semua rute sama efektifnya untuk croup 1
Langkah 4: Monitoring dan Terapi Adjuvan
- Untuk croup berat dengan stridor prominen, retraksi signifikan, dan agitasi, pertimbangkan terapi adjuvan dengan epinephrine nebulisasi (0.5 mL/kg larutan 1:1000, maksimum 5 mL) untuk perbaikan gejala yang lebih cepat 1
- Epinephrine memberikan perbaikan segera tetapi jangka pendek, sedangkan dexamethasone memberikan perbaikan yang lebih lama 1
- Monitor untuk hipertensi, hiperglikemia, dan perubahan perilaku 2, 5
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Jangan Gunakan Dosis Tinggi atau Kursus Panjang
- Jangan pernah menggunakan regimen dosis tinggi (≥0.5 mg/kg/hari) pada bayi untuk indikasi apapun 2, 4
- Jangan memperpanjang pengobatan melebihi yang diperlukan; kursus steroid yang lebih pendek sangat disukai 2
- Memperpanjang dexamethasone melebihi 7 hari meningkatkan komplikasi tanpa manfaat tambahan 2
Jangan Salah Mengira Indikasi
- Jangan menggunakan nebulisasi kortikosteroid dari inhaler genggam dengan spacer untuk croup—tidak efektif 1
- Jangan berasumsi dosis berulang diperlukan untuk semua anak dengan gejala persisten; dosis tunggal memberikan cakupan 24-72 jam 1
- Jangan mencampur dosis untuk croup (0.6 mg/kg) dengan dosis untuk BPD—ini adalah skenario klinis yang berbeda 4
Pertimbangan Khusus untuk Bayi Muda
- Pada bayi prematur atau bayi dengan riwayat prematuritas, hydrocortisone adalah alternatif yang lebih aman jika terapi kortikosteroid berkepanjangan diperlukan karena profil neurodevelopmental yang lebih aman 3, 2, 4
- Hindari pemberian dini (<7 hari kehidupan) bila memungkinkan karena risiko perforasi 4
- Dapatkan informed consent yang jelas yang menguraikan keseimbangan antara manfaat respirasi potensial dan risiko neurodevelopmental yang terdokumentasi jika menggunakan dexamethasone pada bayi berisiko tinggi 2
Kontraindikasi Relatif
- Pasien dengan gangguan endokrin yang sudah ada sebelumnya yang menerima steroid eksogen atau dengan diabetes harus dieksklusi karena dexamethasone dapat mengganggu regulasi glukosa-insulin 2
- Pertimbangkan risiko perdarahan pasca-operasi jika digunakan perioperatif 2
Efek Samping yang Perlu Dimonitor
- Efek samping umum: Iritasi lambung, perubahan perilaku, penambahan berat badan, peningkatan nafsu makan 2
- Efek metabolik: Hiperglikemia (mungkin memerlukan terapi insulin), hipertensi 5
- Efek gastrointestinal: Perforasi gastrointestinal (terutama pada bayi prematur atau penggunaan dini) 4, 5
- Efek pertumbuhan: Penurunan berat badan dan lingkar kepala pada penggunaan berkepanjangan 5
- Efek kardiovaskular: Hipertrofi miokardial, bahkan setelah dosis tunggal pada bayi prematur 6
- Efek infeksi: Peningkatan risiko bakteremia atau sepsis klinis dengan penggunaan berkepanjangan 7