From the Guidelines
Pasien yang masih mengalami muntah hebat meskipun telah diberikan ondansetron, metoklopramid, dan omeprazole, sebaiknya diberikan olanzapine (5-10mg oral harian) sebagai pilihan anti emetik lainnya. Hal ini berdasarkan studi terbaru dari Journal of Clinical Oncology tahun 2017 1, yang menunjukkan bahwa olanzapine efektif dalam mengurangi muntah pada pasien yang telah diberikan anti emetik lainnya. Beberapa pilihan anti emetik lainnya yang dapat dipertimbangkan adalah:
- Dexamethasone (4-8mg IV/oral setiap 6-8 jam)
- Promethazine (12,5-25mg IV/oral/rectal setiap 4-6 jam)
- Aprepitant (125mg oral hari 1, kemudian 80mg hari 2-3)
- Haloperidol (0,5-2mg oral/IV setiap 8 jam) Namun, perlu diingat bahwa pilihan anti emetik yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan penyebab muntahnya. Selain itu, penting untuk memastikan hidrasi dan penggantian elektrolit yang adekuat, serta menyelidiki dan mengatasi penyebab muntah yang mendasarinya. Studi lain dari Journal of the National Comprehensive Cancer Network tahun 2016 1 juga menyarankan untuk menambahkan anti emetik lainnya jika muntah masih berlanjut, seperti kortikosteroid (misalnya dexamethasone) atau olanzapine.
From the FDA Drug Label
The antiemetic activity of aprepitant was evaluated based on no vomiting (with or without rescue therapy) in the overall period (0 to 120 hours post-chemotherapy) and complete response (defined as no vomiting and no use of rescue therapy) in the overall period. A summary of the key results from Study 4 is shown in Table 17 In Study 4, a statistically significantly higher proportion of patients receiving the aprepitant regimen (76%) in Cycle 1 had no vomiting during the overall phase compared with patients receiving standard therapy (62%) In a subgroup analysis by tumor type, a numerically higher proportion of patients receiving aprepitant were observed to have no vomiting and complete response compared to patients receiving standard therapy. Table 19: Percent of Patients Who Responded to Treatment by Treatment Group and Phase – Cycle 1 of Study 5 Aprepitant Regimen n/m (%) PRIMARY ENDPOINT Complete Response - Delayed phase 77/152 (50.7) OTHER PRESPECIFIED ENDPOINTS Complete Response* – Acute phase 101/152 (66.4) Complete Response* – Overall phase 61/152 (40.1)
Pilihan anti emetik lainnya
- Aprepitant dapat menjadi pilihan anti emetik lainnya untuk pasien yang masih muntah hebat setelah diberikan ondansetron, metoklopramid, dan Omeprazole.
- Aprepitant telah terbukti efektif dalam mencegah muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi dan pembedahan 2, 2.
- Namun, perlu diingat bahwa aprepitant harus digunakan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter, karena dapat memiliki interaksi dengan obat lain dan memiliki efek sampingan yang perlu diwaspadai.
From the Research
Pilihan Anti Emetik Lainnya
Pasien yang masih muntah hebat setelah diberikan ondansetron, metoklopramid, dan omeprazole mungkin memerlukan pilihan anti emetik lainnya. Berikut beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan:
- 5-HT3 receptor antagonists lainnya seperti granisetron, dolasetron, dan tropisetron 3
- NK1 receptor antagonists seperti aprepitant 4
- Corticosteroids seperti dexamethasone 4
- Dopamine antagonists seperti droperidol, promethazine, dan prochlorperazine 5
- Benzodiazepines seperti midazolam 5
- Cannabinoids seperti dronabinol 4
- Olanzapine 4
Pertimbangan Penggunaan
Penggunaan anti emetik lainnya harus dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien dan riwayat pengobatan sebelumnya. Misalnya, pasien yang telah menggunakan ondansetron mungkin dapat mencoba granisetron atau dolasetron sebagai alternatif 3. Pasien yang memiliki riwayat penggunaan metoklopramid mungkin dapat mencoba droperidol atau promethazine sebagai alternatif 5.
Efektivitas dan Keamanan
Efektivitas dan keamanan anti emetik lainnya harus dipertimbangkan sebelum penggunaan. Misalnya, 5-HT3 receptor antagonists telah terbukti efektif dalam mencegah muntah akibat kemoterapi 3, sedangkan NK1 receptor antagonists telah terbukti efektif dalam mencegah muntah akibat kemoterapi dan pembedahan 4. Corticosteroids juga telah terbukti efektif dalam mencegah muntah akibat kemoterapi dan pembedahan 4.