What are alternative antiemetic options for a patient with persistent severe vomiting despite being treated with ondansetron (Ondansetron), metoclopramide (Metoclopramide), and omeprazole (Omeprazole)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 24, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Pasien yang masih mengalami muntah hebat meskipun telah diberikan ondansetron, metoklopramid, dan omeprazole, sebaiknya diberikan olanzapine (5-10mg oral harian) sebagai pilihan anti emetik lainnya. Hal ini berdasarkan studi terbaru dari Journal of Clinical Oncology tahun 2017 1, yang menunjukkan bahwa olanzapine efektif dalam mengurangi muntah pada pasien yang telah diberikan anti emetik lainnya. Beberapa pilihan anti emetik lainnya yang dapat dipertimbangkan adalah:

  • Dexamethasone (4-8mg IV/oral setiap 6-8 jam)
  • Promethazine (12,5-25mg IV/oral/rectal setiap 4-6 jam)
  • Aprepitant (125mg oral hari 1, kemudian 80mg hari 2-3)
  • Haloperidol (0,5-2mg oral/IV setiap 8 jam) Namun, perlu diingat bahwa pilihan anti emetik yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan penyebab muntahnya. Selain itu, penting untuk memastikan hidrasi dan penggantian elektrolit yang adekuat, serta menyelidiki dan mengatasi penyebab muntah yang mendasarinya. Studi lain dari Journal of the National Comprehensive Cancer Network tahun 2016 1 juga menyarankan untuk menambahkan anti emetik lainnya jika muntah masih berlanjut, seperti kortikosteroid (misalnya dexamethasone) atau olanzapine.

From the FDA Drug Label

The antiemetic activity of aprepitant was evaluated based on no vomiting (with or without rescue therapy) in the overall period (0 to 120 hours post-chemotherapy) and complete response (defined as no vomiting and no use of rescue therapy) in the overall period. A summary of the key results from Study 4 is shown in Table 17 In Study 4, a statistically significantly higher proportion of patients receiving the aprepitant regimen (76%) in Cycle 1 had no vomiting during the overall phase compared with patients receiving standard therapy (62%) In a subgroup analysis by tumor type, a numerically higher proportion of patients receiving aprepitant were observed to have no vomiting and complete response compared to patients receiving standard therapy. Table 19: Percent of Patients Who Responded to Treatment by Treatment Group and Phase – Cycle 1 of Study 5 Aprepitant Regimen n/m (%) PRIMARY ENDPOINT Complete Response - Delayed phase 77/152 (50.7) OTHER PRESPECIFIED ENDPOINTS Complete Response* – Acute phase 101/152 (66.4) Complete Response* – Overall phase 61/152 (40.1)

Pilihan anti emetik lainnya

  • Aprepitant dapat menjadi pilihan anti emetik lainnya untuk pasien yang masih muntah hebat setelah diberikan ondansetron, metoklopramid, dan Omeprazole.
  • Aprepitant telah terbukti efektif dalam mencegah muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi dan pembedahan 2, 2.
  • Namun, perlu diingat bahwa aprepitant harus digunakan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter, karena dapat memiliki interaksi dengan obat lain dan memiliki efek sampingan yang perlu diwaspadai.

From the Research

Pilihan Anti Emetik Lainnya

Pasien yang masih muntah hebat setelah diberikan ondansetron, metoklopramid, dan omeprazole mungkin memerlukan pilihan anti emetik lainnya. Berikut beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan:

  • 5-HT3 receptor antagonists lainnya seperti granisetron, dolasetron, dan tropisetron 3
  • NK1 receptor antagonists seperti aprepitant 4
  • Corticosteroids seperti dexamethasone 4
  • Dopamine antagonists seperti droperidol, promethazine, dan prochlorperazine 5
  • Benzodiazepines seperti midazolam 5
  • Cannabinoids seperti dronabinol 4
  • Olanzapine 4

Pertimbangan Penggunaan

Penggunaan anti emetik lainnya harus dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien dan riwayat pengobatan sebelumnya. Misalnya, pasien yang telah menggunakan ondansetron mungkin dapat mencoba granisetron atau dolasetron sebagai alternatif 3. Pasien yang memiliki riwayat penggunaan metoklopramid mungkin dapat mencoba droperidol atau promethazine sebagai alternatif 5.

Efektivitas dan Keamanan

Efektivitas dan keamanan anti emetik lainnya harus dipertimbangkan sebelum penggunaan. Misalnya, 5-HT3 receptor antagonists telah terbukti efektif dalam mencegah muntah akibat kemoterapi 3, sedangkan NK1 receptor antagonists telah terbukti efektif dalam mencegah muntah akibat kemoterapi dan pembedahan 4. Corticosteroids juga telah terbukti efektif dalam mencegah muntah akibat kemoterapi dan pembedahan 4.

Related Questions

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.