Explain the use of prophylactic antibiotics, including indications, choice of agents, dosing, timing, and duration.

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 25, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Antibiotik Profilaksis: Panduan Komprehensif

Definisi dan Prinsip Dasar

Antibiotik profilaksis adalah pemberian antibiotik jangka pendek yang dimulai sebelum operasi untuk menurunkan risiko infeksi luka pasca operasi, dengan durasi maksimal 24 jam. 1

Antibiotik profilaksis berbeda dengan terapi antibiotik—profilaksis diberikan pada luka bersih tanpa infeksi yang sudah ada, sedangkan terapi diberikan untuk infeksi yang sudah terjadi. 1 Profilaksis bukan pengganti teknik aseptik yang baik, melainkan tindakan tambahan untuk menurunkan risiko infeksi. 1

Waktu Pemberian yang Optimal

Timing Preoperatif

  • Infus antibiotik harus dimulai dalam 60 menit sebelum insisi kulit untuk memastikan konsentrasi jaringan yang adekuat saat insisi. 1
  • Untuk fluorokuinolon intravena dan vankomisin, waktu pemberian dapat diperpanjang hingga 120 menit sebelum insisi karena waktu infus yang lebih lama. 1
  • Jika insisi bedah tertunda lebih dari 1 jam setelah pemberian antibiotik awal, dosis penuh harus diulang untuk mempertahankan cakupan antimikroba yang adekuat. 2

Redosing Intraoperatif

Dosis ulang diperlukan berdasarkan waktu paruh antibiotik:

  • Sefazolin: berikan 1-2 g tambahan jika durasi operasi melebihi 4 jam 1, 3
  • Sefuroksim atau sefamandol: berikan 0.75 g tambahan jika durasi melebihi 2 jam 1, 3
  • Klindamisin (pada pasien alergi): berikan 600 mg tambahan jika durasi melebihi 4 jam 3

Durasi Pemberian

Antibiotik profilaksis harus dihentikan dalam 24 jam setelah prosedur selesai—perpanjangan melampaui periode ini merupakan terapi, bukan profilaksis. 1

Kesalahan umum yang harus dihindari:

  • Keberadaan drain bedah bukan indikasi untuk memperpanjang profilaksis 1, 3
  • Pemberian lebih dari 24 jam meningkatkan resistensi antimikroba tanpa manfaat tambahan 1
  • Untuk sebagian besar prosedur, dosis tunggal sudah cukup 1

Pemilihan Antibiotik Berdasarkan Jenis Operasi

Bedah Ortopedi

Untuk fraktur terbuka, antibiotik harus dimulai sesegera mungkin setelah cedera:

  • Fraktur tipe I dan II: lanjutkan selama 3 hari 1
  • Fraktur tipe III: lanjutkan selama 5 hari 1
  • Kombinasikan dengan terapi lokal menggunakan beads polymethylmethacrylate yang diimpregnasi antibiotik 1

Bedah Urologi

Pilihan antibiotik untuk prosedur urologi 1:

  • Fluorokuinolon: levofloksasin 500 mg PO dosis tunggal, atau siprofloksasin 500 mg PO 1
  • Aminoglikosida: gentamisin 5 mg/kg IV dosis tunggal 1
  • Sefalosporin generasi pertama: sefazolin 1 g IV 1
  • Sefalosporin generasi kedua: sefuroksim 500 mg PO atau sefoksitin 1-2 g IV 1

Pertimbangan khusus: pola resistensi fluorokuinolon yang meningkat di komunitas lokal harus dipertimbangkan saat memilih agen. 1

Bedah Ginekologi dan Obstetri

Untuk histerektomi dan bedah laparoskopi 1:

  • Pilihan utama: sefazolin 2 g IV dosis tunggal 1
  • Alternatif: sefamandol atau sefuroksim 1.5 g IV dosis tunggal 1
  • Alergi beta-laktam: klindamisin 900 mg IV + gentamisin 5 mg/kg dosis tunggal 1

Untuk seksio sesarea 1:

  • Sefazolin 2 g IV dosis tunggal 1
  • Penambahan azitromisin IV pada profilaksis konvensional secara signifikan mengurangi infeksi luka operasi 1

Bedah Hernia dengan Mesh

Untuk perbaikan hernia dengan pemasangan mesh prostetik, sefazolin 2 g IV sebagai dosis tunggal 30-60 menit sebelum insisi adalah standar yang direkomendasikan. 3

Regimen alternatif 3:

  • Sefuroksim atau sefamandol 1.5 g IV dosis tunggal 3
  • Alergi beta-laktam: klindamisin 900 mg IV + gentamisin 5 mg/kg IV 3

Penyesuaian dosis berdasarkan berat badan 3:

  • Berat < 120 kg: sefazolin 2 g IV 3
  • Berat ≥ 120 kg: sefazolin 3 g IV (atau 4 g untuk prosedur bariatrik) 3

Bedah Jantung

Protokol khusus untuk bedah jantung 4:

  • Dosis awal: sefazolin 2 g IV + 1 g ditambahkan ke larutan priming bypass kardiopulmoner 4
  • Redosing: 1 g pada jam ke-4 jika operasi berlanjut 4
  • Alternatif untuk alergi beta-laktam: vankomisin 30 mg/kg diinfus selama 120 menit, selesai minimal 30 menit sebelum insisi 4

Indikasi khusus untuk vankomisin 4:

  • Alergi beta-laktam terdokumentasi
  • Kolonisasi MRSA yang diketahui atau dicurigai
  • Reoperasi di unit dengan ekologi MRSA
  • Terapi antibiotik baru-baru ini

Bedah Trauma

Untuk trauma penetrasi (abdomen, toraks) 1:

  • Profilaksis antibiotik direkomendasikan kuat untuk menurunkan komplikasi septik 1
  • Antibiotik harus aktif terhadap bakteri penyebab umum infeksi luka operasi: E. coli, Enterobacteriales, Clostridiales 1
  • Jangan perpanjang profilaksis lebih dari 24 jam kecuali ditemukan perforasi organ berongga 1

Untuk trauma tumpul 1:

  • Antibiotik tidak direkomendasikan tanpa tanda sepsis atau syok septik 1

Untuk luka bakar berat 1:

  • Kontrol sumber yang adekuat (debridemen jaringan nekrotik) adalah krusial 1
  • Profilaksis antibiotik dapat melindungi terhadap komplikasi septik pada pasien risiko tinggi 1

Bedah Neurosurgis (Shunt)

Untuk operasi shunt pada hidrosefalus pediatrik 1:

  • Profilaksis antibiotik preoperatif menurunkan risiko infeksi shunt berdasarkan meta-analisis RCT 1
  • Variabilitas dalam praktik meliputi pilihan obat (sefalosporin generasi pertama paling umum), waktu pemberian, dan durasi 1
  • Protokol harus menyatakan hanya pemberian antibiotik perioperatif yang berubah, dengan semua aspek teknik bedah lainnya tetap sama 1

Bedah THT dengan Pembukaan Orofaring

Untuk bedah neoplastik dengan pembukaan orofaring 1:

  • Risiko infeksi tinggi (sekitar 30% pasien) 1
  • Durasi profilaksis tidak boleh melebihi 24 jam—melampaui periode ini adalah terapi kuratif 1
  • Bakteri target: Streptococcus, bakteri anaerob, S. aureus, K. pneumoniae, E. coli 1

Bedah Digestif

Untuk bedah kolorektal 1:

  • Antibiotik oral diberikan sehari sebelum operasi dikombinasikan dengan antibiotik IV yang diberikan sebelum operasi 1
  • Untuk bedah hernia dengan pemasangan prosthesis, profilaksis antibiotik direkomendasikan 1
  • Bakteri target: E. coli dan Enterobacteriaceae lain, S. aureus yang sensitif metisilin, bakteri anaerob (bedah submesocolik) 1

Bedah Bariatrik

Dosis yang disesuaikan untuk obesitas 1, 3:

  • Gastric band: sefazolin 4 g (infus 30 menit) atau sefuroksim/sefamandol 3 g 1
  • Gastric bypass atau sleeve gastrectomy: sefoksitin 4 g (infus 30 menit) 1
  • Abdominoplasti: sefazolin 4 g (infus 30 menit) berdasarkan berat badan aktual 1, 3
  • Alergi: vankomisin 30 mg/kg IV (berdasarkan berat badan aktual) diinfus selama 120 menit, maksimal 4 g dosis tunggal 3

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Berisiko Tinggi

Pasien dengan Kondisi Ortopedi

Untuk pasien dengan prostesis sendi total 1:

  • Profilaksis antimikroba tidak diindikasikan berdasarkan pin, plat, dan sekrup ortopedi saja 1
  • Tidak diindikasikan secara rutin untuk sebagian besar pasien urologi dengan penggantian sendi total berdasarkan hal tersebut saja 1
  • Profilaksis direkomendasikan hanya pada pasien yang memenuhi KEDUA kriteria: risiko bakteremia tinggi dari prosedur urologi DAN risiko tinggi infeksi sendi hematogen 1

Regimen yang direkomendasikan untuk pasien yang memenuhi kedua kriteria 1:

  • Fluorokuinolon dosis tunggal (siprofloksasin 500 mg, levofloksasin 500 mg, atau ofloksasin 400 mg) oral 1-2 jam preoperatif 1
  • Atau ampisilin 2 g IV + gentamisin 1.5 mg/kg IV 30-60 menit preoperatif (vankomisin 1 g IV untuk alergi ampisilin) 1

Pasien Lanjut Usia dan Frail

Untuk trauma penetrasi, luka bakar berat, dan fraktur terbuka pada pasien lanjut usia 1:

  • Profilaksis antibiotik direkomendasikan kuat untuk menurunkan komplikasi septik (rekomendasi kuat berdasarkan bukti kualitas tinggi-sedang) 1
  • Terapi antibiotik empirik dini pada pasien dengan tanda sepsis dan syok septik serta pasien risiko tinggi (obesitas, immunocompromised, skor ASA tinggi) 1

Peringatan Penting dan Jebakan Umum

Kesalahan Timing

  • Jangan tunda dosis preoperatif—pemberian harus terjadi 30-60 menit sebelum insisi untuk memastikan level jaringan adekuat 4, 2
  • Jika dosis awal diberikan lebih dari 60 menit sebelum insisi dan operasi tertunda lebih dari satu jam, ulangi dosis profilaksis penuh 3, 2

Kesalahan Durasi

  • Jangan perpanjang profilaksis melampaui 24 jam—ini meningkatkan risiko resistensi antibiotik tanpa memperbaiki outcome 1, 4
  • Keberadaan drain bedah tidak membenarkan perpanjangan profilaksis 1, 3

Kesalahan Pemilihan Obat

  • Jangan gunakan vankomisin secara rutin—cadangkan hanya untuk indikasi spesifik seperti alergi beta-laktam terdokumentasi, kolonisasi MRSA yang diketahui, atau reoperasi di unit dengan ekologi MRSA 4
  • Pertimbangkan pola resistensi lokal, terutama resistensi fluorokuinolon yang meningkat 1

Kesalahan Dosis

  • Beberapa obat harus disesuaikan dengan berat badan pasien atau indeks massa tubuh 1
  • Untuk pasien ≥ 120 kg, eskalasi dosis diperlukan: sefazolin 3-4 g bukan 2 g 3

Karakteristik Antibiotik Profilaksis Ideal

Agen yang optimal harus 1, 5:

  • Bakterisidal (bukan hanya bakteriostatik)
  • Mencapai level serum dan jaringan yang melebihi konsentrasi hambat minimal untuk organisme di lokasi operasi
  • Memiliki waktu paruh panjang untuk mempertahankan konsentrasi yang cukup tanpa perlu redosing
  • Aman dengan reaksi alergi yang jarang
  • Tidak mahal (terutama saat digunakan sebagai dosis tunggal)
  • Tidak mungkin mempromosikan resistensi bakteri

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Cefazolin Redosing Requirements for Surgical Incision

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Antibiotic Prophylaxis in Hernioplasty

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Prophylactic Cefazolin Dosing for Cardiac Surgery

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Antimicrobial prophylaxis in adults.

Mayo Clinic proceedings, 2011

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.