Antibiotik Profilaksis: Panduan Komprehensif
Definisi dan Prinsip Dasar
Antibiotik profilaksis adalah pemberian antibiotik jangka pendek yang dimulai sebelum operasi untuk menurunkan risiko infeksi luka pasca operasi, dengan durasi maksimal 24 jam. 1
Antibiotik profilaksis berbeda dengan terapi antibiotik—profilaksis diberikan pada luka bersih tanpa infeksi yang sudah ada, sedangkan terapi diberikan untuk infeksi yang sudah terjadi. 1 Profilaksis bukan pengganti teknik aseptik yang baik, melainkan tindakan tambahan untuk menurunkan risiko infeksi. 1
Waktu Pemberian yang Optimal
Timing Preoperatif
- Infus antibiotik harus dimulai dalam 60 menit sebelum insisi kulit untuk memastikan konsentrasi jaringan yang adekuat saat insisi. 1
- Untuk fluorokuinolon intravena dan vankomisin, waktu pemberian dapat diperpanjang hingga 120 menit sebelum insisi karena waktu infus yang lebih lama. 1
- Jika insisi bedah tertunda lebih dari 1 jam setelah pemberian antibiotik awal, dosis penuh harus diulang untuk mempertahankan cakupan antimikroba yang adekuat. 2
Redosing Intraoperatif
Dosis ulang diperlukan berdasarkan waktu paruh antibiotik:
- Sefazolin: berikan 1-2 g tambahan jika durasi operasi melebihi 4 jam 1, 3
- Sefuroksim atau sefamandol: berikan 0.75 g tambahan jika durasi melebihi 2 jam 1, 3
- Klindamisin (pada pasien alergi): berikan 600 mg tambahan jika durasi melebihi 4 jam 3
Durasi Pemberian
Antibiotik profilaksis harus dihentikan dalam 24 jam setelah prosedur selesai—perpanjangan melampaui periode ini merupakan terapi, bukan profilaksis. 1
Kesalahan umum yang harus dihindari:
- Keberadaan drain bedah bukan indikasi untuk memperpanjang profilaksis 1, 3
- Pemberian lebih dari 24 jam meningkatkan resistensi antimikroba tanpa manfaat tambahan 1
- Untuk sebagian besar prosedur, dosis tunggal sudah cukup 1
Pemilihan Antibiotik Berdasarkan Jenis Operasi
Bedah Ortopedi
Untuk fraktur terbuka, antibiotik harus dimulai sesegera mungkin setelah cedera:
- Fraktur tipe I dan II: lanjutkan selama 3 hari 1
- Fraktur tipe III: lanjutkan selama 5 hari 1
- Kombinasikan dengan terapi lokal menggunakan beads polymethylmethacrylate yang diimpregnasi antibiotik 1
Bedah Urologi
Pilihan antibiotik untuk prosedur urologi 1:
- Fluorokuinolon: levofloksasin 500 mg PO dosis tunggal, atau siprofloksasin 500 mg PO 1
- Aminoglikosida: gentamisin 5 mg/kg IV dosis tunggal 1
- Sefalosporin generasi pertama: sefazolin 1 g IV 1
- Sefalosporin generasi kedua: sefuroksim 500 mg PO atau sefoksitin 1-2 g IV 1
Pertimbangan khusus: pola resistensi fluorokuinolon yang meningkat di komunitas lokal harus dipertimbangkan saat memilih agen. 1
Bedah Ginekologi dan Obstetri
Untuk histerektomi dan bedah laparoskopi 1:
- Pilihan utama: sefazolin 2 g IV dosis tunggal 1
- Alternatif: sefamandol atau sefuroksim 1.5 g IV dosis tunggal 1
- Alergi beta-laktam: klindamisin 900 mg IV + gentamisin 5 mg/kg dosis tunggal 1
Untuk seksio sesarea 1:
- Sefazolin 2 g IV dosis tunggal 1
- Penambahan azitromisin IV pada profilaksis konvensional secara signifikan mengurangi infeksi luka operasi 1
Bedah Hernia dengan Mesh
Untuk perbaikan hernia dengan pemasangan mesh prostetik, sefazolin 2 g IV sebagai dosis tunggal 30-60 menit sebelum insisi adalah standar yang direkomendasikan. 3
Regimen alternatif 3:
- Sefuroksim atau sefamandol 1.5 g IV dosis tunggal 3
- Alergi beta-laktam: klindamisin 900 mg IV + gentamisin 5 mg/kg IV 3
Penyesuaian dosis berdasarkan berat badan 3:
- Berat < 120 kg: sefazolin 2 g IV 3
- Berat ≥ 120 kg: sefazolin 3 g IV (atau 4 g untuk prosedur bariatrik) 3
Bedah Jantung
Protokol khusus untuk bedah jantung 4:
- Dosis awal: sefazolin 2 g IV + 1 g ditambahkan ke larutan priming bypass kardiopulmoner 4
- Redosing: 1 g pada jam ke-4 jika operasi berlanjut 4
- Alternatif untuk alergi beta-laktam: vankomisin 30 mg/kg diinfus selama 120 menit, selesai minimal 30 menit sebelum insisi 4
Indikasi khusus untuk vankomisin 4:
- Alergi beta-laktam terdokumentasi
- Kolonisasi MRSA yang diketahui atau dicurigai
- Reoperasi di unit dengan ekologi MRSA
- Terapi antibiotik baru-baru ini
Bedah Trauma
Untuk trauma penetrasi (abdomen, toraks) 1:
- Profilaksis antibiotik direkomendasikan kuat untuk menurunkan komplikasi septik 1
- Antibiotik harus aktif terhadap bakteri penyebab umum infeksi luka operasi: E. coli, Enterobacteriales, Clostridiales 1
- Jangan perpanjang profilaksis lebih dari 24 jam kecuali ditemukan perforasi organ berongga 1
Untuk trauma tumpul 1:
- Antibiotik tidak direkomendasikan tanpa tanda sepsis atau syok septik 1
Untuk luka bakar berat 1:
- Kontrol sumber yang adekuat (debridemen jaringan nekrotik) adalah krusial 1
- Profilaksis antibiotik dapat melindungi terhadap komplikasi septik pada pasien risiko tinggi 1
Bedah Neurosurgis (Shunt)
Untuk operasi shunt pada hidrosefalus pediatrik 1:
- Profilaksis antibiotik preoperatif menurunkan risiko infeksi shunt berdasarkan meta-analisis RCT 1
- Variabilitas dalam praktik meliputi pilihan obat (sefalosporin generasi pertama paling umum), waktu pemberian, dan durasi 1
- Protokol harus menyatakan hanya pemberian antibiotik perioperatif yang berubah, dengan semua aspek teknik bedah lainnya tetap sama 1
Bedah THT dengan Pembukaan Orofaring
Untuk bedah neoplastik dengan pembukaan orofaring 1:
- Risiko infeksi tinggi (sekitar 30% pasien) 1
- Durasi profilaksis tidak boleh melebihi 24 jam—melampaui periode ini adalah terapi kuratif 1
- Bakteri target: Streptococcus, bakteri anaerob, S. aureus, K. pneumoniae, E. coli 1
Bedah Digestif
Untuk bedah kolorektal 1:
- Antibiotik oral diberikan sehari sebelum operasi dikombinasikan dengan antibiotik IV yang diberikan sebelum operasi 1
- Untuk bedah hernia dengan pemasangan prosthesis, profilaksis antibiotik direkomendasikan 1
- Bakteri target: E. coli dan Enterobacteriaceae lain, S. aureus yang sensitif metisilin, bakteri anaerob (bedah submesocolik) 1
Bedah Bariatrik
Dosis yang disesuaikan untuk obesitas 1, 3:
- Gastric band: sefazolin 4 g (infus 30 menit) atau sefuroksim/sefamandol 3 g 1
- Gastric bypass atau sleeve gastrectomy: sefoksitin 4 g (infus 30 menit) 1
- Abdominoplasti: sefazolin 4 g (infus 30 menit) berdasarkan berat badan aktual 1, 3
- Alergi: vankomisin 30 mg/kg IV (berdasarkan berat badan aktual) diinfus selama 120 menit, maksimal 4 g dosis tunggal 3
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Berisiko Tinggi
Pasien dengan Kondisi Ortopedi
Untuk pasien dengan prostesis sendi total 1:
- Profilaksis antimikroba tidak diindikasikan berdasarkan pin, plat, dan sekrup ortopedi saja 1
- Tidak diindikasikan secara rutin untuk sebagian besar pasien urologi dengan penggantian sendi total berdasarkan hal tersebut saja 1
- Profilaksis direkomendasikan hanya pada pasien yang memenuhi KEDUA kriteria: risiko bakteremia tinggi dari prosedur urologi DAN risiko tinggi infeksi sendi hematogen 1
Regimen yang direkomendasikan untuk pasien yang memenuhi kedua kriteria 1:
- Fluorokuinolon dosis tunggal (siprofloksasin 500 mg, levofloksasin 500 mg, atau ofloksasin 400 mg) oral 1-2 jam preoperatif 1
- Atau ampisilin 2 g IV + gentamisin 1.5 mg/kg IV 30-60 menit preoperatif (vankomisin 1 g IV untuk alergi ampisilin) 1
Pasien Lanjut Usia dan Frail
Untuk trauma penetrasi, luka bakar berat, dan fraktur terbuka pada pasien lanjut usia 1:
- Profilaksis antibiotik direkomendasikan kuat untuk menurunkan komplikasi septik (rekomendasi kuat berdasarkan bukti kualitas tinggi-sedang) 1
- Terapi antibiotik empirik dini pada pasien dengan tanda sepsis dan syok septik serta pasien risiko tinggi (obesitas, immunocompromised, skor ASA tinggi) 1
Peringatan Penting dan Jebakan Umum
Kesalahan Timing
- Jangan tunda dosis preoperatif—pemberian harus terjadi 30-60 menit sebelum insisi untuk memastikan level jaringan adekuat 4, 2
- Jika dosis awal diberikan lebih dari 60 menit sebelum insisi dan operasi tertunda lebih dari satu jam, ulangi dosis profilaksis penuh 3, 2
Kesalahan Durasi
- Jangan perpanjang profilaksis melampaui 24 jam—ini meningkatkan risiko resistensi antibiotik tanpa memperbaiki outcome 1, 4
- Keberadaan drain bedah tidak membenarkan perpanjangan profilaksis 1, 3
Kesalahan Pemilihan Obat
- Jangan gunakan vankomisin secara rutin—cadangkan hanya untuk indikasi spesifik seperti alergi beta-laktam terdokumentasi, kolonisasi MRSA yang diketahui, atau reoperasi di unit dengan ekologi MRSA 4
- Pertimbangkan pola resistensi lokal, terutama resistensi fluorokuinolon yang meningkat 1
Kesalahan Dosis
- Beberapa obat harus disesuaikan dengan berat badan pasien atau indeks massa tubuh 1
- Untuk pasien ≥ 120 kg, eskalasi dosis diperlukan: sefazolin 3-4 g bukan 2 g 3
Karakteristik Antibiotik Profilaksis Ideal
- Bakterisidal (bukan hanya bakteriostatik)
- Mencapai level serum dan jaringan yang melebihi konsentrasi hambat minimal untuk organisme di lokasi operasi
- Memiliki waktu paruh panjang untuk mempertahankan konsentrasi yang cukup tanpa perlu redosing
- Aman dengan reaksi alergi yang jarang
- Tidak mahal (terutama saat digunakan sebagai dosis tunggal)
- Tidak mungkin mempromosikan resistensi bakteri