How should severe hyponatremia (serum sodium 110 mmol/L) be corrected in a septic patient with diabetes mellitus and azotemia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 25, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Koreksi Hiponatremia Berat pada Pasien Sepsis dengan Diabetes dan Azotemia

Untuk pasien sepsis dengan hiponatremia berat (natrium 110 mmol/L), diabetes, dan azotemia, berikan NaCl 3% hipertonik dengan target koreksi 6 mmol/L dalam 6 jam pertama atau sampai gejala berat membaik, dengan batas maksimal koreksi 8 mmol/L dalam 24 jam untuk mencegah sindrom demielinisasi osmotik. 1

Penilaian Awal dan Status Volume

  • Tentukan status volume pasien karena ini menentukan pendekatan terapi yang berlawanan—hipovolemia memerlukan ekspansi volume dengan saline isotonik, sedangkan SIADH memerlukan restriksi cairan 1, 2
  • Pada pasien sepsis dengan azotemia, kemungkinan besar terdapat hipovolemia efektif yang memerlukan resusitasi volume 1
  • Periksa natrium urin: <30 mmol/L menunjukkan hipovolemia dengan nilai prediktif positif 71-100% untuk respons terhadap saline 1
  • Azotemia dengan rasio BUN:kreatinin >20:1 menunjukkan prerenal azotemia yang memerlukan ekspansi volume 1

Protokol Koreksi untuk Gejala Berat

Fase Akut (6 Jam Pertama)

  • Berikan bolus NaCl 3% sebanyak 100 mL selama 10 menit, dapat diulang hingga 3 kali dengan interval 10 menit sampai gejala neurologis membaik 1
  • Target koreksi: 6 mmol/L dalam 6 jam pertama atau sampai kejang/koma teratasi 1, 2
  • Periksa natrium serum setiap 2 jam selama fase koreksi awal untuk memantau kecepatan koreksi 1
  • Rawat di ICU dengan monitoring ketat selama koreksi aktif 1

Batas Koreksi Kritis

  • Koreksi total TIDAK BOLEH melebihi 8 mmol/L dalam 24 jam untuk mencegah sindrom demielinisasi osmotik 1, 3, 2
  • Untuk pasien dengan diabetes dan azotemia, gunakan target konservatif 4-6 mmol/L per hari karena risiko tinggi komplikasi 1
  • Jika koreksi 6 mmol/L tercapai dalam 6 jam pertama, hanya boleh koreksi tambahan 2 mmol/L dalam 18 jam berikutnya 1

Manajemen Berdasarkan Status Volume

Jika Hipovolemia (Kemungkinan Besar pada Sepsis dengan Azotemia)

  • Berikan NaCl 0,9% isotonik untuk resusitasi volume dengan kecepatan 15-20 mL/kg/jam untuk jam pertama, kemudian 4-14 mL/kg/jam berdasarkan respons 1
  • Setelah gejala berat teratasi dengan NaCl 3%, lanjutkan dengan saline isotonik untuk mempertahankan koreksi bertahap 1
  • Hindari cairan hipotonik (Ringer Laktat, D5W) yang dapat memperburuk hiponatremia 1

Jika Euvolemia atau Hipervolemia (SIADH)

  • Setelah fase akut, terapkan restriksi cairan 1 L/hari sebagai terapi lini pertama 1, 2
  • Jika tidak ada respons terhadap restriksi cairan, tambahkan natrium klorida oral 100 mEq tiga kali sehari 1

Monitoring Intensif

  • Natrium serum setiap 2 jam selama koreksi gejala berat 1
  • Setelah gejala membaik, periksa setiap 4-6 jam untuk memastikan tidak terjadi koreksi berlebihan 1
  • Pantau tanda-tanda sindrom demielinisasi osmotik (disartria, disfagia, gangguan gerakan mata, quadriparesis) yang biasanya muncul 2-7 hari setelah koreksi cepat 1
  • Monitor fungsi ginjal, elektrolit lain (kalium, magnesium), dan status volume secara serial 1

Manajemen Koreksi Berlebihan

  • Jika natrium naik >8 mmol/L dalam 24 jam, segera hentikan cairan saat ini dan ganti ke D5W 1
  • Pertimbangkan pemberian desmopressin untuk memperlambat atau membalikkan kenaikan natrium yang terlalu cepat 1, 3
  • Target menurunkan kembali natrium agar total koreksi 24 jam tidak melebihi 8 mmol/L dari baseline 1

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Ini

  • Diabetes dengan azotemia meningkatkan risiko sindrom demielinisasi osmotik, sehingga koreksi harus lebih hati-hati 1
  • Sepsis sendiri merupakan stimulus non-osmotik untuk pelepasan ADH, yang dapat memperumit manajemen 1
  • Malnutrisi yang sering menyertai diabetes dan sepsis adalah faktor risiko tambahan untuk demielinisasi osmotik 1, 3
  • Koreksi glukosa darah dapat menyebabkan pseudohiponatremia—tambahkan 1,6 mEq/L ke natrium untuk setiap 100 mg/dL glukosa >100 mg/dL 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan gunakan restriksi cairan sebagai terapi awal pada hiponatremia simptomatik berat—ini adalah kedaruratan medis yang memerlukan NaCl 3% 1, 2
  • Jangan koreksi lebih cepat dari 8 mmol/L dalam 24 jam—koreksi berlebihan menyebabkan sindrom demielinisasi osmotik yang dapat fatal 1, 3, 2
  • Jangan abaikan monitoring intensif—pemeriksaan natrium yang tidak adekuat dapat menyebabkan koreksi berlebihan 1
  • Jangan gunakan cairan hipotonik pada pasien dengan hiponatremia karena dapat memperburuk kondisi 1
  • Jangan lupa atasi penyebab dasar—sepsis harus ditangani secara agresif bersamaan dengan koreksi natrium 1

References

Related Questions

What is the treatment for severe hyponatremia with impaired renal function?
When should a patient with hyponatremia, possibly with underlying conditions such as heart failure, liver disease, or kidney disease, be admitted to the hospital?
What is the initial approach to treating hyponatremia (low sodium levels)?
Can a patient with severe hyponatremia (sodium level of 121 mmol/L) safely get up to shower?
Can referring syndrome cause hyponatremia unresponsive to sodium correction?
What is the evidence supporting post‑mastectomy radiation therapy (PMRT) and its indications?
For a 10-year-old boy on day 1 of uncomplicated dengue fever, can he alternate Yakult, Gatorade, and coconut water for hydration, or should he use oral rehydration solution?
Is flexible ureteroscopy with laser lithotripsy indicated for a right distal ureteral stone measuring 14 mm × 6 mm, approximately 1000 HU, with a rough surface, located about 30 mm from the vesicoureteric junction and causing moderate‑to‑severe hydronephrosis?
What is the recommended workup and management for a patient with suspected non‑Hodgkin lymphoma?
Is a right lower ureteric stone measuring 14 × 6 mm with a density of 1000 Hounsfield units, rough surface, located 30 mm from the vesico‑ureteric junction and causing moderate to severe right hydronephrosis indicated for flexible ureteroscopy with laser lithotripsy and double‑J stent placement?
Is there evidence that Himalayan pink salt is healthier than regular iodized table salt?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.