Ondansetron Lebih Aman pada Gangguan Hati
Ondansetron adalah pilihan yang lebih aman dibandingkan ramosetron pada pasien dengan gangguan fungsi hati, karena memiliki profil keamanan yang lebih baik dan data farmakokinetik yang lebih lengkap pada populasi ini. 1
Profil Keamanan Ondansetron pada Gangguan Hati
Ondansetron memiliki data keamanan yang kuat dan dapat digunakan dengan penyesuaian dosis pada gangguan hati:
Ondansetron dideskripsikan sebagai antagonis reseptor 5-HT3 dengan "profil keamanan yang robust" dalam pedoman British Society of Gastroenterology 2021 1
Pada gangguan hati berat (skor Pugh >9), klirens ondansetron menurun secara signifikan (96 ml/menit vs 478 ml/menit pada kontrol sehat), dengan peningkatan AUC dan waktu paruh 2, 3
Rekomendasi dosis spesifik tersedia: batasi dosis harian ondansetron menjadi 8 mg (atau 0,15 mg/kg) pada pasien dengan gangguan hati berat 2, 3
Tidak ada efek samping berat yang terkait dengan ondansetron dilaporkan pada studi pasien dengan gangguan hati 2
Bioavailabilitas oral meningkat mendekati 100% pada gangguan hati berat (vs 66% pada kontrol), menunjukkan penurunan efek first-pass 2
Keterbatasan Data Ramosetron pada Gangguan Hati
Ramosetron tidak memiliki kontraindikasi spesifik untuk gangguan hati, tetapi data keamanannya pada populasi ini sangat terbatas:
Pedoman British Society of Gastroenterology tidak menyebutkan kontraindikasi gangguan hati untuk ramosetron, berbeda dengan eluxadoline yang secara eksplisit dikontraindikasikan pada gangguan hati berat 1
Tidak ada studi farmakokinetik khusus ramosetron pada pasien dengan gangguan hati yang tersedia dalam literatur yang diberikan 4
Ramosetron hanya tersedia di Asia, membatasi pengalaman klinis global 1
Pertimbangan Farmakokinetik Penting
Metabolisme hepatik adalah jalur eliminasi utama untuk kedua obat:
Ondansetron dieliminasi >95% melalui metabolisme oksidatif hepatik, dengan metabolit utama berupa konjugat 7-hidroksi atau 8-hidroksiondasetron yang tidak aktif 5, 6
Klirens plasma ondansetron rata-rata 0,45 L/jam/kg pada individu sehat, menurun secara progresif dengan tingkat keparahan gangguan hati 5, 6
Ramosetron memiliki afinitas lebih tinggi terhadap reseptor 5-HT3 dibandingkan ondansetron, tetapi implikasi klinis pada gangguan hati tidak jelas 4
Peringatan Klinis Penting
Hindari kesalahan umum dalam penggunaan pada gangguan hati:
Jangan gunakan dosis standar ondansetron pada gangguan hati berat - selalu batasi hingga 8 mg per hari 2, 3
Monitor untuk perpanjangan interval QTc, terutama jika ada ketidakseimbangan elektrolit yang sering terjadi pada penyakit hati 7
Efek samping ondansetron yang paling umum adalah konstipasi, yang dapat dikelola 1
Pada gangguan hati ringan hingga sedang, parameter farmakokinetik ondansetron berada di antara nilai normal dan gangguan berat, memungkinkan penggunaan dengan monitoring 3