Dosis Ranitidin
Untuk ulkus duodenum aktif pada dewasa, dosis ranitidin yang direkomendasikan adalah 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari setelah makan malam atau sebelum tidur. 1
Dosis Dewasa Berdasarkan Indikasi
Ulkus Duodenum Aktif
- 150 mg dua kali sehari (dosis standar) 1
- Alternatif: 300 mg sekali sehari setelah makan malam atau sebelum tidur untuk pasien yang memerlukan kemudahan dosis 1
- Antasida dapat diberikan sesuai kebutuhan untuk menghilangkan nyeri 1
Pemeliharaan Penyembuhan Ulkus Duodenum
- 150 mg sebelum tidur 1
Ulkus Lambung Jinak
- 150 mg dua kali sehari 1
Pemeliharaan Penyembuhan Ulkus Lambung
- 150 mg sebelum tidur 1
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
- 150 mg dua kali sehari 1
Esofagitis Erosif
- 150 mg empat kali sehari (dosis tertinggi untuk kondisi yang lebih berat) 1
Pemeliharaan Penyembuhan Esofagitis Erosif
- 150 mg dua kali sehari 1
Kondisi Hipersekresi Patologis (seperti Sindrom Zollinger-Ellison)
- 150 mg dua kali sehari sebagai dosis awal 1
- Pada beberapa pasien mungkin diperlukan pemberian dosis 150 mg lebih sering 1
- Dosis harus disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien dan dilanjutkan selama secara klinis diindikasikan 1
- Dosis hingga 6 g/hari telah digunakan pada pasien dengan penyakit berat 1
Dosis Pediatrik (Usia 1 Bulan hingga 16 Tahun)
Pengobatan Ulkus Duodenum dan Lambung
- 2-4 mg/kg dua kali sehari hingga maksimum 300 mg/hari 1
Pemeliharaan Penyembuhan Ulkus Duodenum dan Lambung
- 2-4 mg/kg sekali sehari hingga maksimum 150 mg/hari 1
Pengobatan GERD dan Esofagitis Erosif pada Anak
- 5-10 mg/kg/hari, biasanya diberikan dalam 2 dosis terbagi 1
Catatan penting: Tidak ada informasi yang cukup tentang farmakokinetik ranitidin pada pasien neonatal (kurang dari 1 bulan) untuk membuat rekomendasi dosis 1
Penyesuaian Dosis pada Gangguan Fungsi Ginjal
Pasien dengan Klirens Kreatinin <50 mL/min
- 150 mg setiap 24 jam 1
- Jika kondisi pasien memerlukan, frekuensi pemberian dapat ditingkatkan menjadi setiap 12 jam atau bahkan lebih sering dengan hati-hati 1
Pertimbangan Hemodialisis
- Hemodialisis mengurangi kadar ranitidin yang bersirkulasi 1
- Idealnya, jadwal pemberian dosis harus disesuaikan sehingga waktu dosis yang dijadwalkan bertepatan dengan akhir hemodialisis 1
Bukti Farmakokinetik pada Gagal Ginjal Berat
- Pada pasien dengan gagal ginjal kronis berat (klirens kreatinin 2-18 mL/min), waktu paruh eliminasi ranitidin meningkat menjadi median 7,3 jam, yaitu 2,4 kali lebih lama dibandingkan pasien dengan fungsi ginjal normal 2
- Area under the curve (AUC) secara signifikan lebih besar pada kelompok gagal ginjal kronis 2
- Terdapat hubungan linear yang signifikan antara konstanta laju eliminasi dan klirens kreatinin 2
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Lanjut Usia
Pasien lanjut usia lebih mungkin memiliki penurunan fungsi ginjal, oleh karena itu harus berhati-hati dalam pemilihan dosis, dan mungkin berguna untuk memantau fungsi ginjal. 1
Efikasi Klinis
- Ranitidin 150 mg dua kali sehari sama efektifnya dengan simetidin 1000 mg sehari dalam meningkatkan laju penyembuhan ulkus duodenum dan lambung selama periode 4-6 minggu 3
- Mayoritas ulkus (90-100%) sembuh setelah 2 bulan pengobatan 4
- Ranitidin dapat menyembuhkan ulkus yang resisten terhadap obat lain, termasuk simetidin 4
- Pemberian ranitidin 150 mg sekali sehari pada malam hari mengurangi tingkat kekambuhan selama 12 bulan pertama setelah penyembuhan menjadi sekitar 30% untuk ulkus duodenum dan 20% untuk ulkus lambung 4
Peringatan Penting
- Pada anak-anak yang sakit kritis dengan fungsi ginjal dan hati normal, dosis minimum 3 mg/kg/hari ranitidin intravena harus diberikan dan dosis harus dititrasi hingga pH lambung ≥4 5
- 71% pasien yang menerima <3 mg/kg/hari ranitidin memiliki kontrol pH lambung yang buruk dibandingkan dengan 19% yang menerima minimum 3 mg/kg/hari 5