What is the recommended dose of ranitidine for children with gastro‑oesophageal reflux disease, duodenal ulcer, or stress‑related gastritis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 26, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Ranitidin untuk Anak

Untuk anak usia 1 bulan hingga 16 tahun dengan penyakit refluks gastroesofageal (GERD) atau esofagitis erosif, dosis ranitidin yang direkomendasikan adalah 5–10 mg/kg/hari dibagi dalam 2–3 dosis, dengan dosis maksimal tidak melebihi 300 mg/hari. 1

Dosis Berdasarkan Indikasi

GERD dan Esofagitis Erosif

  • Dosis standar: 5–10 mg/kg/hari dibagi dalam 2–3 dosis untuk anak usia 1 bulan sampai 16 tahun 1
  • Durasi kerja: Efek penghambatan asam berlangsung sekitar 6 jam, sehingga pemberian 2–3 kali sehari diperlukan untuk kontrol asam yang optimal 2
  • Ranitidin tersedia dalam bentuk sirup rasa peppermint dan tablet effervescent untuk memudahkan pemberian pada anak 2

Ulkus Duodenum dan Ulkus Gaster

  • Dosis pengobatan aktif: 2–4 mg/kg dua kali sehari, maksimal 300 mg/hari 1
  • Dosis pemeliharaan: 2–4 mg/kg sekali sehari, maksimal 150 mg/hari 1

Profilaksis Gastritis Akibat Stres (Pasien Kritis)

  • Dosis intravena: 1,5 mg/kg setiap 6 jam untuk pasien anak yang sakit kritis 3
  • Dosis ini terbukti mempertahankan pH lambung ≥4 pada 80% pasien 3

Pertimbangan Dosis Berdasarkan Usia dan Berat Badan

Anak Usia 4–11 Tahun

  • Dosis ≥3 mg/kg/dosis diperlukan untuk supresi asam yang bertahan lebih dari 6 jam 4
  • Dosis <3 mg/kg hanya efektif mempertahankan pH >4 selama 4 jam pertama, tetapi menurun drastis setelah itu 4
  • Rekomendasi praktis: Gunakan dosis minimal 3 mg/kg per dosis (maksimal 150 mg) untuk kontrol gejala yang lebih lama 4

Bayi dan Anak Kecil (1 Bulan–4 Tahun)

  • Mulai dengan 5 mg/kg/hari dibagi 2–3 dosis 1
  • Titrasi dosis berdasarkan respons klinis, hingga maksimal 10 mg/kg/hari 1

Keterbatasan dan Peringatan Penting

Takifilaksis (Penurunan Respons)

  • Efek berkurang dalam 6 minggu: Ranitidin mengalami penurunan efektivitas setelah penggunaan berkelanjutan selama 6 minggu, membatasi penggunaan jangka panjang 2
  • Jika gejala menetap setelah 2–4 minggu terapi, pertimbangkan beralih ke proton pump inhibitor (PPI) seperti omeprazole 2

Risiko Infeksi

  • Penggunaan antagonis reseptor H2 seperti ranitidin dikaitkan dengan peningkatan risiko pneumonia yang didapat dari komunitas, gastroenteritis, dan kandidemia pada anak 2

Efikasi Terbatas Dibanding PPI

  • Ranitidin kurang efektif dibandingkan PPI untuk menghilangkan gejala dan penyembuhan esofagitis erosif 2
  • Untuk GERD sedang hingga berat atau esofagitis erosif, PPI (omeprazole 0,7–3 mg/kg/hari) lebih direkomendasikan 2

Algoritma Pengobatan Praktis

Langkah 1: Modifikasi Gaya Hidup (2–4 Minggu)

  • Pemberian makan lebih sering dengan volume lebih kecil 2
  • Posisi tegak atau prone saat terjaga dan diawasi 2
  • Untuk bayi: trial diet eliminasi ibu (susu dan telur) atau formula terhidrolisis ekstensif 2

Langkah 2: Terapi Farmakologis (Jika Gejala Menetap)

  • Gejala ringan hingga sedang: Ranitidin 5 mg/kg/hari dibagi 2–3 dosis 2, 1
  • Gejala berat atau esofagitis erosif: Pertimbangkan PPI sebagai lini pertama 2

Langkah 3: Evaluasi Ulang (Setelah 2–4 Minggu)

  • Jika tidak ada respons: Beralih ke PPI (omeprazole) 2
  • Jika respons parsial: Tingkatkan dosis ranitidin hingga 10 mg/kg/hari atau beralih ke PPI 2, 1
  • Jika gejala refrakter: Rujuk ke gastroenterologi anak 2

Langkah 4: Durasi Terapi

  • Batasi penggunaan ranitidin hingga 4–8 minggu 2
  • Evaluasi ulang setelah setiap kursus pengobatan 2

Penyesuaian Dosis pada Kondisi Khusus

Gangguan Fungsi Ginjal

  • Untuk anak dengan klirens kreatinin <50 mL/menit: 150 mg setiap 24 jam 1
  • Frekuensi dapat ditingkatkan menjadi setiap 12 jam jika diperlukan secara klinis, dengan pemantauan ketat 1
  • Hemodialisis menurunkan kadar ranitidin; jadwalkan dosis agar bertepatan dengan akhir hemodialisis 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan menggunakan ranitidin untuk "happy spitter" (bayi yang sering gumoh tetapi tumbuh normal) tanpa gejala GERD yang jelas 2
  • Jangan melanjutkan ranitidin lebih dari 4–8 minggu tanpa evaluasi ulang atau konsultasi spesialis 2
  • Jangan menggunakan dosis <3 mg/kg pada anak usia sekolah jika mengharapkan kontrol asam lebih dari 4–6 jam 4
  • Jangan menunda rujukan ke spesialis jika terdapat tanda bahaya (muntah bilier, perdarahan GI, penurunan berat badan, disfagia) 2

Catatan Penting tentang Ketersediaan

Perlu diketahui bahwa pada tahun 2020, FDA menarik ranitidin dari pasar di banyak negara karena kontaminasi NDMA (N-Nitrosodimethylamine), suatu karsinogen potensial. Jika ranitidin tidak tersedia atau ada kekhawatiran keamanan, alternatif yang lebih aman adalah famotidine (1 mg/kg/hari dibagi 2 dosis) atau PPI seperti omeprazole. 2

References

Guideline

Gastroesophageal Reflux Disease Management in Pediatric Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

The Effects of Increasing Doses of Ranitidine on Gastric pH in Children.

The journal of pediatric pharmacology and therapeutics : JPPT : the official journal of PPAG, 2004

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.