Dosis Ranitidin untuk Anak
Untuk anak usia 1 bulan hingga 16 tahun dengan penyakit refluks gastroesofageal (GERD) atau esofagitis erosif, dosis ranitidin yang direkomendasikan adalah 5–10 mg/kg/hari dibagi dalam 2–3 dosis, dengan dosis maksimal tidak melebihi 300 mg/hari. 1
Dosis Berdasarkan Indikasi
GERD dan Esofagitis Erosif
- Dosis standar: 5–10 mg/kg/hari dibagi dalam 2–3 dosis untuk anak usia 1 bulan sampai 16 tahun 1
- Durasi kerja: Efek penghambatan asam berlangsung sekitar 6 jam, sehingga pemberian 2–3 kali sehari diperlukan untuk kontrol asam yang optimal 2
- Ranitidin tersedia dalam bentuk sirup rasa peppermint dan tablet effervescent untuk memudahkan pemberian pada anak 2
Ulkus Duodenum dan Ulkus Gaster
- Dosis pengobatan aktif: 2–4 mg/kg dua kali sehari, maksimal 300 mg/hari 1
- Dosis pemeliharaan: 2–4 mg/kg sekali sehari, maksimal 150 mg/hari 1
Profilaksis Gastritis Akibat Stres (Pasien Kritis)
- Dosis intravena: 1,5 mg/kg setiap 6 jam untuk pasien anak yang sakit kritis 3
- Dosis ini terbukti mempertahankan pH lambung ≥4 pada 80% pasien 3
Pertimbangan Dosis Berdasarkan Usia dan Berat Badan
Anak Usia 4–11 Tahun
- Dosis ≥3 mg/kg/dosis diperlukan untuk supresi asam yang bertahan lebih dari 6 jam 4
- Dosis <3 mg/kg hanya efektif mempertahankan pH >4 selama 4 jam pertama, tetapi menurun drastis setelah itu 4
- Rekomendasi praktis: Gunakan dosis minimal 3 mg/kg per dosis (maksimal 150 mg) untuk kontrol gejala yang lebih lama 4
Bayi dan Anak Kecil (1 Bulan–4 Tahun)
- Mulai dengan 5 mg/kg/hari dibagi 2–3 dosis 1
- Titrasi dosis berdasarkan respons klinis, hingga maksimal 10 mg/kg/hari 1
Keterbatasan dan Peringatan Penting
Takifilaksis (Penurunan Respons)
- Efek berkurang dalam 6 minggu: Ranitidin mengalami penurunan efektivitas setelah penggunaan berkelanjutan selama 6 minggu, membatasi penggunaan jangka panjang 2
- Jika gejala menetap setelah 2–4 minggu terapi, pertimbangkan beralih ke proton pump inhibitor (PPI) seperti omeprazole 2
Risiko Infeksi
- Penggunaan antagonis reseptor H2 seperti ranitidin dikaitkan dengan peningkatan risiko pneumonia yang didapat dari komunitas, gastroenteritis, dan kandidemia pada anak 2
Efikasi Terbatas Dibanding PPI
- Ranitidin kurang efektif dibandingkan PPI untuk menghilangkan gejala dan penyembuhan esofagitis erosif 2
- Untuk GERD sedang hingga berat atau esofagitis erosif, PPI (omeprazole 0,7–3 mg/kg/hari) lebih direkomendasikan 2
Algoritma Pengobatan Praktis
Langkah 1: Modifikasi Gaya Hidup (2–4 Minggu)
- Pemberian makan lebih sering dengan volume lebih kecil 2
- Posisi tegak atau prone saat terjaga dan diawasi 2
- Untuk bayi: trial diet eliminasi ibu (susu dan telur) atau formula terhidrolisis ekstensif 2
Langkah 2: Terapi Farmakologis (Jika Gejala Menetap)
- Gejala ringan hingga sedang: Ranitidin 5 mg/kg/hari dibagi 2–3 dosis 2, 1
- Gejala berat atau esofagitis erosif: Pertimbangkan PPI sebagai lini pertama 2
Langkah 3: Evaluasi Ulang (Setelah 2–4 Minggu)
- Jika tidak ada respons: Beralih ke PPI (omeprazole) 2
- Jika respons parsial: Tingkatkan dosis ranitidin hingga 10 mg/kg/hari atau beralih ke PPI 2, 1
- Jika gejala refrakter: Rujuk ke gastroenterologi anak 2
Langkah 4: Durasi Terapi
Penyesuaian Dosis pada Kondisi Khusus
Gangguan Fungsi Ginjal
- Untuk anak dengan klirens kreatinin <50 mL/menit: 150 mg setiap 24 jam 1
- Frekuensi dapat ditingkatkan menjadi setiap 12 jam jika diperlukan secara klinis, dengan pemantauan ketat 1
- Hemodialisis menurunkan kadar ranitidin; jadwalkan dosis agar bertepatan dengan akhir hemodialisis 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menggunakan ranitidin untuk "happy spitter" (bayi yang sering gumoh tetapi tumbuh normal) tanpa gejala GERD yang jelas 2
- Jangan melanjutkan ranitidin lebih dari 4–8 minggu tanpa evaluasi ulang atau konsultasi spesialis 2
- Jangan menggunakan dosis <3 mg/kg pada anak usia sekolah jika mengharapkan kontrol asam lebih dari 4–6 jam 4
- Jangan menunda rujukan ke spesialis jika terdapat tanda bahaya (muntah bilier, perdarahan GI, penurunan berat badan, disfagia) 2
Catatan Penting tentang Ketersediaan
Perlu diketahui bahwa pada tahun 2020, FDA menarik ranitidin dari pasar di banyak negara karena kontaminasi NDMA (N-Nitrosodimethylamine), suatu karsinogen potensial. Jika ranitidin tidak tersedia atau ada kekhawatiran keamanan, alternatif yang lebih aman adalah famotidine (1 mg/kg/hari dibagi 2 dosis) atau PPI seperti omeprazole. 2