Durasi Pemberian Fenitoin pada Epilepsi Simptomatik
Untuk epilepsi simptomatik (provoked seizure), fenitoin TIDAK boleh diberikan sebagai terapi jangka panjang—hentikan segera setelah faktor pencetus diatasi, biasanya dalam beberapa hari hingga maksimal 1-2 minggu. 1
Prinsip Dasar Pengelolaan Epilepsi Simptomatik
Kejang simptomatik adalah diagnosis eksklusi yang memerlukan identifikasi dan penghilangan agen penyebab, bukan terapi antikonvulsan jangka panjang. 2 Pemberian antiepileptik profilaksis pada kejang provoked tidak memberikan manfaat karena kejang bersifat reversibel setelah penyebab diatasi. 2
Kapan Fenitoin Dihentikan
- Segera setelah faktor pencetus teratasi (misalnya: hipoglikemia terkoreksi, infeksi SSP tertangani, toksin dieliminasi, atau withdrawal syndrome teratasi), fenitoin harus dihentikan 1, 2
- Maksimal 1-2 minggu untuk mencapai steady-state level, setelah itu evaluasi ulang kebutuhan terapi 3
- Tidak ada indikasi untuk terapi pemeliharaan jangka panjang pada kejang simptomatik murni 2
Algoritma Keputusan Durasi Terapi
Kejang Simptomatik Murni (Tanpa Riwayat Patologi SSP)
- Hentikan fenitoin segera setelah faktor pencetus diatasi 2
- Risiko rekurensi jangka panjang sangat rendah setelah penyebab dihilangkan 2
- Tidak perlu terapi antiepileptik rutin 2
Kejang Simptomatik dengan Riwayat Patologi SSP
- Pasien dengan riwayat stroke, trauma kepala, atau tumor otak memiliki risiko rekurensi lebih tinggi 2
- Pertimbangkan konsultasi neurologi untuk evaluasi kebutuhan terapi jangka panjang 2
- Durasi terapi harus disesuaikan dengan kondisi patologi SSP yang mendasari 2
Situasi Khusus: Status Epileptikus
Untuk status epileptikus yang memerlukan fenitoin sebagai agen lini kedua:
- Loading dose: 20 mg/kg IV dengan kecepatan maksimal 50 mg/menit 4, 2
- Transisi ke oral: Setelah kontrol kejang tercapai, ganti ke fenitoin oral 300-400 mg/hari dalam dosis terbagi 2
- Durasi terapi pemeliharaan: Bergantung pada etiologi—jika simptomatik murni, hentikan setelah penyebab teratasi; jika ada faktor risiko epilepsi kronis, lanjutkan dengan evaluasi neurologi 2
Peringatan Penting
Risiko Penggunaan Jangka Panjang yang Tidak Perlu
- Ensefalopati fenitoin dapat berkembang dengan penggunaan jangka panjang, terutama pada pasien dengan gangguan kognitif atau disfungsi serebelar 3
- Efek samping kardiovaskular: Hipotensi terjadi pada 12% pasien, memerlukan monitoring EKG dan tekanan darah kontinyu 4, 5
- Number Needed to Treat (NNT) = 14 untuk mencegah satu rekurensi dalam dua tahun pada kejang unprovoked pertama, menunjukkan efektivitas terbatas 2
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan memberikan terapi profilaksis jangka panjang pada kejang simptomatik—risiko efek samping melebihi manfaat 2
- Jangan menunda penghentian fenitoin setelah faktor pencetus teratasi—tidak ada bukti manfaat lanjutan 2
- Jangan menggunakan fenitoin sebagai pilihan pertama untuk terapi jangka panjang—pertimbangkan alternatif seperti karbamazepin atau okskarbazepin untuk pasien yang memerlukan terapi kronis 3
Monitoring Selama Terapi Singkat
- Kadar plasma fenitoin mencapai steady-state dalam 1-2 minggu 3
- Monitoring kadar serum penting jika terapi dilanjutkan lebih dari beberapa hari 1
- Evaluasi klinis untuk tanda-tanda toksisitas (ataksia, nistagmus, tremor, somnolen) 1
Alternatif untuk Terapi Jangka Pendek
Jika diperlukan antikonvulsan untuk periode singkat pada kejang simptomatik: