What is the recommended duration of phenytoin therapy for symptomatic (provoked) epilepsy?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 26, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Durasi Pemberian Fenitoin pada Epilepsi Simptomatik

Untuk epilepsi simptomatik (provoked seizure), fenitoin TIDAK boleh diberikan sebagai terapi jangka panjang—hentikan segera setelah faktor pencetus diatasi, biasanya dalam beberapa hari hingga maksimal 1-2 minggu. 1

Prinsip Dasar Pengelolaan Epilepsi Simptomatik

Kejang simptomatik adalah diagnosis eksklusi yang memerlukan identifikasi dan penghilangan agen penyebab, bukan terapi antikonvulsan jangka panjang. 2 Pemberian antiepileptik profilaksis pada kejang provoked tidak memberikan manfaat karena kejang bersifat reversibel setelah penyebab diatasi. 2

Kapan Fenitoin Dihentikan

  • Segera setelah faktor pencetus teratasi (misalnya: hipoglikemia terkoreksi, infeksi SSP tertangani, toksin dieliminasi, atau withdrawal syndrome teratasi), fenitoin harus dihentikan 1, 2
  • Maksimal 1-2 minggu untuk mencapai steady-state level, setelah itu evaluasi ulang kebutuhan terapi 3
  • Tidak ada indikasi untuk terapi pemeliharaan jangka panjang pada kejang simptomatik murni 2

Algoritma Keputusan Durasi Terapi

Kejang Simptomatik Murni (Tanpa Riwayat Patologi SSP)

  • Hentikan fenitoin segera setelah faktor pencetus diatasi 2
  • Risiko rekurensi jangka panjang sangat rendah setelah penyebab dihilangkan 2
  • Tidak perlu terapi antiepileptik rutin 2

Kejang Simptomatik dengan Riwayat Patologi SSP

  • Pasien dengan riwayat stroke, trauma kepala, atau tumor otak memiliki risiko rekurensi lebih tinggi 2
  • Pertimbangkan konsultasi neurologi untuk evaluasi kebutuhan terapi jangka panjang 2
  • Durasi terapi harus disesuaikan dengan kondisi patologi SSP yang mendasari 2

Situasi Khusus: Status Epileptikus

Untuk status epileptikus yang memerlukan fenitoin sebagai agen lini kedua:

  • Loading dose: 20 mg/kg IV dengan kecepatan maksimal 50 mg/menit 4, 2
  • Transisi ke oral: Setelah kontrol kejang tercapai, ganti ke fenitoin oral 300-400 mg/hari dalam dosis terbagi 2
  • Durasi terapi pemeliharaan: Bergantung pada etiologi—jika simptomatik murni, hentikan setelah penyebab teratasi; jika ada faktor risiko epilepsi kronis, lanjutkan dengan evaluasi neurologi 2

Peringatan Penting

Risiko Penggunaan Jangka Panjang yang Tidak Perlu

  • Ensefalopati fenitoin dapat berkembang dengan penggunaan jangka panjang, terutama pada pasien dengan gangguan kognitif atau disfungsi serebelar 3
  • Efek samping kardiovaskular: Hipotensi terjadi pada 12% pasien, memerlukan monitoring EKG dan tekanan darah kontinyu 4, 5
  • Number Needed to Treat (NNT) = 14 untuk mencegah satu rekurensi dalam dua tahun pada kejang unprovoked pertama, menunjukkan efektivitas terbatas 2

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan memberikan terapi profilaksis jangka panjang pada kejang simptomatik—risiko efek samping melebihi manfaat 2
  • Jangan menunda penghentian fenitoin setelah faktor pencetus teratasi—tidak ada bukti manfaat lanjutan 2
  • Jangan menggunakan fenitoin sebagai pilihan pertama untuk terapi jangka panjang—pertimbangkan alternatif seperti karbamazepin atau okskarbazepin untuk pasien yang memerlukan terapi kronis 3

Monitoring Selama Terapi Singkat

  • Kadar plasma fenitoin mencapai steady-state dalam 1-2 minggu 3
  • Monitoring kadar serum penting jika terapi dilanjutkan lebih dari beberapa hari 1
  • Evaluasi klinis untuk tanda-tanda toksisitas (ataksia, nistagmus, tremor, somnolen) 1

Alternatif untuk Terapi Jangka Pendek

Jika diperlukan antikonvulsan untuk periode singkat pada kejang simptomatik:

  • Levetiracetam 30 mg/kg IV memiliki profil keamanan lebih baik dengan efek kardiovaskular minimal (risiko hipotensi 0.7%) 2
  • Valproat 20-30 mg/kg IV menunjukkan efikasi 88% dengan risiko hipotensi 0% dibanding fenitoin 84% dengan risiko hipotensi 12% 4, 2, 5

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Status Epilepticus Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Phenytoin: effective but insidious therapy for epilepsy in people with intellectual disability.

Journal of intellectual disability research : JIDR, 1998

Guideline

Phenytoin Administration for Status Epilepticus

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Status Epilepticus Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.