Durasi Terapi Phenytoin untuk Kejang Simptomatik (Provoked Seizures)
Phenytoin harus segera dihentikan setelah penyebab pencetus kejang simptomatik teratasi, biasanya dalam beberapa hari dan tidak boleh melebihi 1-2 minggu setelah mencapai kadar steady-state. 1
Prinsip Dasar Terapi Kejang Provoked
- Phenytoin tidak direkomendasikan sebagai terapi pemeliharaan jangka panjang untuk kejang simptomatik (provoked seizures), karena kejang jenis ini bersifat reversibel setelah faktor pencetus diatasi 1
- Kejang provoked berbeda fundamental dengan kejang unprovoked (epilepsi) – pada kejang provoked, obat antikonvulsan hanya berfungsi sebagai terapi suportif sementara, bukan terapi definitif 2
Algoritma Penghentian Phenytoin
Segera Hentikan Ketika:
- Faktor pencetus sudah terkoreksi (misalnya: hipoglikemia sudah normal, infeksi sudah teratasi, toksin sudah dieliminasi, atau sindrom putus zat sudah teratasi) 1
- Pasien kembali ke kondisi neurologis baseline tanpa ada kejang berulang 3
- Maksimal 1-2 minggu setelah inisiasi terapi, bahkan jika kadar terapeutik sudah tercapai 1
Monitoring Selama Terapi Singkat:
- Periksa kadar serum phenytoin jika terapi berlanjut lebih dari beberapa hari untuk memastikan kadar terapeutik dan menghindari toksisitas 1
- Evaluasi klinis untuk tanda-tanda toksisitas seperti ataksia, nistagmus, tremor, dan somnolen 1
- Waktu paruh phenytoin biasanya <20 jam pada dosis rendah, tetapi memanjang pada dosis tinggi 4
Bukti Efektivitas pada Kejang Provoked vs Unprovoked
- Meta-analisis menunjukkan phenytoin efektif untuk kejang provoked setelah kraniotomi (RR 0.42; 95% CI 0.25-0.71) dan trauma kepala (RR 0.33; 95% CI 0.19-0.59) 2
- Untuk kejang unprovoked (epilepsi), tidak ada obat yang terbukti efektif dalam mencegah epileptogenesis, dan beberapa bahkan menunjukkan tidak ada manfaat klinis bermakna 2
- Phenytoin tidak mencegah epilepsi jangka panjang – hanya menekan kejang akut selama periode risiko tinggi 5
Pertimbangan Khusus dalam Praktik Klinis
Kapan TIDAK Memulai Phenytoin:
- Pasien dengan kejang provoked tunggal yang sudah kembali ke baseline tidak perlu diinisiasi obat antikonvulsan di unit gawat darurat 3, 1
- Number needed to treat (NNT) untuk mencegah satu rekurensi dalam 2 tahun adalah 14 pada kejang unprovoked pertama, menunjukkan manfaat terbatas 1
- Risiko efek samping obat melebihi manfaat potensial pada kejang provoked yang sudah teratasi 1
Peringatan Penting:
- Phenytoin encephalopathy dapat terjadi dengan manifestasi gangguan kognitif dan sindrom serebelar, terutama pada pasien dengan disabilitas intelektual atau gangguan keseimbangan 4
- Penggunaan jangka panjang phenytoin tidak direkomendasikan pada pasien dengan gangguan lokomotor, gangguan kognitif berat, atau tanda-tanda penyakit serebelar 4
- Kadar supratherapeutic phenytoin dapat paradoxically memicu kejang – dalam kasus breakthrough seizure, periksa kadar phenytoin sebelum menambah dosis 6
Alternatif yang Lebih Aman untuk Status Epilepticus
Jika phenytoin digunakan sebagai second-line agent untuk status epilepticus, pertimbangkan alternatif dengan profil keamanan lebih baik:
- Valproate 20-30 mg/kg IV: efikasi 88% dengan 0% risiko hipotensi (vs phenytoin 84% efikasi dengan 12% risiko hipotensi) 1, 7
- Levetiracetam 30 mg/kg IV: efikasi 68-73% dengan efek kardiovaskular minimal 1, 7
Kesimpulan praktis: Untuk kejang simptomatik, phenytoin adalah terapi bridge yang sangat singkat – hentikan segera setelah penyebab teratasi, biasanya dalam hitungan hari, bukan minggu atau bulan.