What is the appropriate management of meteorism (abdominal bloating and excess gas) in an inpatient?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 27, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Meteorismus pada Pasien Rawat Inap

Pendekatan Awal yang Kritis

Pada pasien rawat inap dengan meteorismus, prioritas pertama adalah menyingkirkan obstruksi mekanik, iskemia usus, atau perforasi melalui pemeriksaan fisik segera, foto polos abdomen, dan CT scan abdomen dengan kontras—terutama pada pasien usia lanjut di mana obstruksi usus halus akibat adhesi (55-75% kasus) dan keganasan kolorektal (60% obstruksi usus besar) adalah penyebab tersering. 1

Evaluasi Diagnostik Segera

  • Periksa tanda vital, tanda iritasi peritoneal, distensi abdomen, nyeri tekan, dan bising usus untuk mengidentifikasi kemungkinan obstruksi atau perforasi 1
  • Tanyakan kapan terakhir buang air besar dan flatus; ketidakmampuan mengeluarkan gas merupakan red flag untuk obstruksi mekanik 1
  • Riwayat operasi abdomen sebelumnya memberikan sensitivitas ≈85% untuk obstruksi usus halus akibat adhesi 1
  • Lakukan pemeriksaan laboratorium lengkap (darah lengkap, panel metabolik komprehensif) dan foto polos abdomen segera untuk mendeteksi leukositosis, gangguan elektrolit, dan pola gas abnormal 1

Pencitraan Definitif

  • CT scan abdomen dan pelvis dengan kontras adalah pemeriksaan paling sensitif untuk menyingkirkan obstruksi usus halus mekanik, keganasan kolorektal, volvulus, penyakit divertikular, iskemia usus, perforasi, atau abses intra-abdomen 1
  • Jika CT tidak menunjukkan kegawatdaruratan bedah dan pasien berusia >50 tahun, jadwalkan kolonoskopi untuk menyingkirkan keganasan kolorektal 1

Tatalaksana Farmakologis untuk Meteorismus Fungsional

Setelah penyebab organik disingkirkan, pendekatan terapeutik dapat dimulai:

Terapi Lini Pertama

  • Lubiprostone, linaclotide, atau plecanatide superior dibanding plasebo untuk mengobati kembung dan distensi abdomen, terutama bila disertai konstipasi 2
  • Agen-agen ini memperbaiki gejala kembung dan kualitas hidup melalui peningkatan sekresi dan transit intestinal 2
  • Simethicone dapat digunakan untuk meredakan tekanan dan kembung yang umumnya disebut sebagai gas 3

Terapi Antibiotik (Bila Dicurigai SIBO)

  • Rifaximin 550 mg tiga kali sehari selama 14 hari adalah antibiotik yang paling banyak dipelajari untuk SIBO dan IBS dengan diare disertai kembung 2
  • Pasien risiko tinggi yang memerlukan terapi empiris atau pemeriksaan meliputi mereka dengan diare berair kronis, malnutrisi, penurunan berat badan, fibrosis kistik, atau penyakit Parkinson 2
  • Proporsi lebih besar pasien IBS non-konstipasi melaporkan perbaikan kembung dengan rifaximin dibanding plasebo (40% vs 30%, P<0.001) 4

Intervensi Dietary dan Non-Farmakologis

Modifikasi Diet

  • Lakukan trial eliminasi diet selama 2 minggu yang menargetkan FODMAP, laktosa, dan fruktosa—ini mengatasi penyebab paling umum dan memberikan manfaat diagnostik dan terapeutik pada mayoritas pasien 2
  • Intoleransi fruktosa mempengaruhi sekitar 60% pasien dengan gangguan pencernaan, menjadikannya malabsorbsi karbohidrat paling prevalen, diikuti intoleransi laktosa pada 51% 2
  • Pada pasien yang merespons restriksi diet (>80% perbaikan pada 1 bulan), restriksi diet menghasilkan resolusi gejala lengkap pada 50% pasien pada 1 tahun 2
  • Hindari restriksi FODMAP ketat jangka panjang karena dampak negatif potensial pada mikrobioma usus dan risiko malnutrisi; rencanakan reintroduksi sistematis setelah restriksi awal 2

Teknik Pernapasan dan Terapi Perilaku

  • Teknik pernapasan diafragmatik memberikan perbaikan segera dengan mengurangi tonus vagal dan aktivitas simpatik, mengoreksi kontraksi diafragmatik paradoksal yang terlihat pada dissinergis abdominofrenikus 2
  • Cognitive behavioral therapy (CBT) dan gut-directed hypnotherapy memiliki bukti kuat untuk memperbaiki gejala kembung dan kualitas hidup 2

Evaluasi Gangguan Struktural yang Mendasari

Gangguan Dasar Panggul

  • Evaluasi dissinergis defekasi pada pasien dengan konstipasi dan kembung, terutama mereka yang melaporkan mengejan dengan tinja lunak, disimpaksi digital, atau splinting 2
  • Pemeriksaan rektal digital mengidentifikasi peningkatan/penurunan tonus sfingter, dissinergis dasar panggul, prolaps rektal, striktur anal, atau rektokel 2
  • Konfirmasi dissinergis dasar panggul dengan pemeriksaan fisiologi anorektal dikombinasi dengan ekspulsi balon, terutama pada wanita dengan IBS-C yang tidak merespons terapi standar 2

Pertimbangan Diagnostik Khusus

  • Skrining dengan tissue transglutaminase IgA dan kadar IgA total pada pasien dengan kembung, terutama dengan penurunan berat badan, anemia defisiensi besi, atau asosiasi gejala langsung dengan konsumsi gluten 2
  • Biopsi usus halus mengonfirmasi diagnosis jika serologi positif sebelum memulai diet bebas gluten 2

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan gunakan analgesik opioid untuk nyeri abdomen kronis, karena akan semakin memperlambat pengosongan lambung dan memperburuk gejala gas 2
  • Jangan melabeli kembung sebagai fungsional pada pasien usia lanjut tanpa terlebih dahulu menyingkirkan keganasan dan obstruksi melalui pencitraan dan, bila diindikasikan, endoskopi 1
  • Libatkan tim bedah segera jika CT menunjukkan obstruksi; konsultasi yang tertunda berhubungan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pada pasien usia lanjut 1
  • Hindari mempromosikan diet fad yang tidak terbukti atau terapi herbal yang disebarkan melalui media sosial, yang dapat menyebabkan malnutrisi atau toksisitas 2
  • PPI memiliki efektivitas terbatas untuk kembung kecuali langsung berhubungan dengan GERD dan tidak boleh digunakan sebagai terapi lini pertama untuk kembung terisolasi 2
  • Tidak ada bukti konsisten untuk mendukung penggunaan substansi pengurang gas seperti charcoal atau simethicone untuk meteorismus fungsional 5

References

Guideline

Evaluation and Management of Lower Abdominal Bloating in Elderly Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment of Gaseous Distention of the Large Bowel

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Treatment of Excessive Intestinal Gas.

Current treatment options in gastroenterology, 2004

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.