Melatonin sebagai Suplemen Harian
Melatonin dapat digunakan sebagai suplemen harian untuk gangguan ritme sirkadian tertentu (seperti Delayed Sleep-Wake Phase Disorder), tetapi TIDAK direkomendasikan sebagai suplemen harian jangka panjang untuk insomnia kronis pada orang dewasa sehat, dengan batas penggunaan maksimal 3-4 bulan. 1, 2
Rekomendasi Berdasarkan Indikasi
Untuk Gangguan Ritme Sirkadian (Penggunaan Jangka Panjang Dapat Diterima)
- American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan melatonin untuk Delayed Sleep-Wake Phase Disorder (DSWPD) pada dewasa dengan atau tanpa depresi, dengan dosis 5 mg yang diberikan antara pukul 19:00-21:00 (1,5-2 jam sebelum waktu tidur yang diinginkan) 1
- Untuk kondisi ritme sirkadian seperti DSWPD atau Non-24-Hour Sleep-Wake Rhythm Disorder, penggunaan jangka panjang dapat dipertimbangkan karena kondisi ini memerlukan terapi kronobiotik berkelanjutan 2
Untuk Insomnia Kronis (Penggunaan Terbatas)
- American Academy of Sleep Medicine secara eksplisit TIDAK merekomendasikan melatonin sebagai terapi lini pertama untuk insomnia kronis karena bukti menunjukkan manfaat yang hampir setara dengan risikonya 2
- Durasi maksimal penggunaan untuk insomnia kronis adalah 3-4 bulan karena data keamanan jangka panjang tidak memadai 2
Panduan Dosis yang Tepat
Dosis Awal dan Titrasi
- Mulai dengan 3 mg melatonin immediate-release yang diminum 1,5-2 jam sebelum waktu tidur yang diinginkan 2, 3
- Jika tidak efektif setelah 1-2 minggu, tingkatkan dalam increment 3 mg hingga maksimal 15 mg 2
- Dosis rendah (0,5-5 mg) sama efektifnya dengan dosis tinggi, tetapi dosis tinggi meningkatkan efek samping tanpa manfaat tambahan 2, 4
Mengapa Dosis Rendah Lebih Baik
- Dosis tinggi (10 mg) dapat menyebabkan desensitisasi atau saturasi reseptor M1 dan M2, yang berpotensi mengganggu mekanisme sinyal sirkadian normal 2
- Efek samping seperti sakit kepala pagi hari dan kantuk pagi lebih sering terjadi pada dosis tinggi karena waktu paruh melatonin yang berlanjut hingga pagi 2
Profil Keamanan dan Efek Samping
Efek Samping yang Paling Umum
- Kantuk di siang hari/somnolen: 1,66% dari peserta uji klinis 2, 3
- Sakit kepala: 0,74% 2
- Pusing: 0,74% 2
- Gangguan gastrointestinal lebih sering pada dosis tinggi 2
Peringatan Penting
- Hindari penggunaan pada pasien yang mengonsumsi warfarin karena potensi interaksi obat 2, 3
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien epilepsi berdasarkan laporan kasus 2, 3
- Melatonin telah dikaitkan dengan gangguan toleransi glukosa pada individu sehat setelah pemberian akut 2
- Melatonin telah dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi pada beberapa individu 2, 3
Masalah Kualitas Produk
- Melatonin diatur sebagai suplemen makanan di AS, bukan obat, yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang kemurnian dan keandalan dosis yang tertera 2
- Pilih formulasi dengan United States Pharmacopeial Convention Verified Mark untuk dosis dan kemurnian yang lebih dapat diandalkan 2
- Formulasi yang berbeda dapat menyebabkan variabilitas efikasi antar merek melatonin 2
Algoritma Penggunaan Praktis
Langkah 1: Tentukan Indikasi
- Gangguan ritme sirkadian (DSWPD, N24SWD): Penggunaan jangka panjang dapat diterima 1, 2
- Insomnia kronis: Batasi hingga maksimal 3-4 bulan 2
Langkah 2: Inisiasi Terapi
- Mulai dengan 3 mg immediate-release melatonin 2, 3
- Berikan 1,5-2 jam sebelum waktu tidur yang diinginkan (sekitar pukul 18:00-19:00 jika target tidur pukul 21:00-22:00) 1, 5
Langkah 3: Evaluasi Respons
- Nilai setelah 1-2 minggu menggunakan catatan tidur yang melacak latensi tidur, total waktu tidur, dan terbangun malam 3
- Target pengurangan latensi tidur: 28-42 menit 3
Langkah 4: Titrasi Jika Diperlukan
- Jika tidak efektif dan tidak ada efek samping, tingkatkan dengan increment 3 mg 2
- Maksimal 15 mg untuk dewasa 2
Langkah 5: Evaluasi Berkala
- Untuk penggunaan jangka panjang, lakukan penilaian ulang setiap 3-6 bulan 2
- Coba kurangi frekuensi (setiap malam kedua atau ketiga) daripada penggunaan harian 2
- Jika menghentikan setelah penggunaan lama, turunkan dosis secara bertahap selama beberapa minggu hingga bulan untuk meminimalkan insomnia rebound 2
Peringatan Khusus untuk Populasi Tertentu
Lansia dengan Demensia
- American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan MENGHINDARI melatonin untuk irregular sleep-wake rhythm disorder pada lansia dengan demensia karena kurangnya manfaat dan potensi bahaya 2
- Efek merugikan pada suasana hati dan fungsi siang hari telah diamati pada pasien demensia yang menerima melatonin 2
Interaksi Obat yang Signifikan
- Fluvoxamine secara signifikan meningkatkan risiko interaksi obat karena menghambat CYP1A2, jalur utama metabolisme melatonin 2
- Penggunaan bersamaan dengan depresan SSP (benzodiazepin, hipnotik-sedatif, antipsikotik) atau alkohol dapat menghasilkan sedasi aditif dan mengganggu kinerja psikomotor 2
Kesimpulan Praktis
Melatonin bukan suplemen "tanpa risiko" untuk penggunaan harian jangka panjang pada orang dewasa sehat dengan insomnia biasa. Penggunaannya harus dibatasi pada indikasi spesifik (gangguan ritme sirkadian) atau penggunaan jangka pendek (maksimal 3-4 bulan) untuk insomnia, dengan dosis awal 3 mg yang diminum 1,5-2 jam sebelum tidur, menggunakan produk yang terverifikasi USP, dan dengan evaluasi berkala untuk menentukan kebutuhan terapi berkelanjutan. 1, 2, 3