Which antidepressant is recommended for a depressed patient who is socially withdrawn, silent, and has reduced speech?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 28, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Antidepresan untuk Pasien Depresi yang Cenderung Diam dan Malas Bicara

Untuk pasien depresi dengan gejala penarikan sosial, diam, dan berkurangnya bicara (apati), desipramine atau bupropion adalah pilihan yang paling tepat karena sifatnya yang "mengaktivasi" dan dapat mengurangi apati, berbeda dengan antidepresan yang bersifat sedatif.

Pilihan Antidepresan Berdasarkan Profil Gejala

Antidepresan yang Mengaktivasi (Activating)

  • Desipramine (trisiklik) direkomendasikan dengan dosis awal 10-25 mg di pagi hari, maksimal 150 mg/hari, karena cenderung mengaktivasi dan secara khusus mengurangi apati pada pasien depresi 1
  • Bupropion dimulai dengan 37,5 mg setiap pagi, ditingkatkan bertahap setiap 3 hari hingga maksimal 150 mg dua kali sehari, karena bersifat mengaktivasi dan dapat memperbaiki tingkat energi dengan cepat 1
  • Kedua obat ini lebih disukai untuk pasien dengan gejala retardasi psikomotor, apati, dan penurunan aktivitas verbal 1

Antidepresan yang Harus Dihindari

  • Nortriptyline sebaiknya dihindari karena cenderung lebih sedatif, lebih cocok untuk pasien dengan depresi agitasi dan insomnia, bukan untuk pasien yang diam dan apatis 1
  • Mirtazapine tidak direkomendasikan karena sangat sedatif dan meningkatkan nafsu makan serta berat badan, yang dapat memperburuk retardasi psikomotor 1
  • Trazodone harus dihindari karena sangat sedatif dengan dosis awal 25 mg/hari, tidak sesuai untuk pasien dengan gejala apati 1

Pertimbangan SSRI/SNRI sebagai Alternatif

SSRI dengan Profil Aktivasi

  • Fluoxetine dapat dipertimbangkan karena memiliki efek mengaktivasi (nervousness, restlessness) yang dapat membantu pasien apatis, dengan dosis 10 mg setiap pagi hingga maksimal 20 mg 1, 2
  • Sertraline merupakan pilihan SSRI lini pertama yang efektif untuk depresi mayor dengan profil tolerabilitas yang baik, dosis 50-200 mg/hari 3, 4
  • Escitalopram 10-20 mg/hari menunjukkan efikasi setara dengan sertraline dan memiliki profil interaksi obat yang minimal 4, 5

SNRI sebagai Alternatif

  • Venlafaxine dapat dipertimbangkan jika SSRI tidak efektif, dengan dosis 75-225 mg/hari, meskipun memerlukan titrasi bertahap karena risiko mual dan peningkatan tekanan darah 2, 6

Algoritma Pemilihan Obat

  1. Evaluasi profil gejala: Jika dominan apati, retardasi psikomotor, dan penurunan bicara → pilih antidepresan mengaktivasi 1

  2. Pilihan lini pertama:

    • Desipramine 10-25 mg pagi hari, atau
    • Bupropion 37,5 mg pagi hari
    • Keduanya ditingkatkan bertahap setiap 5-7 hari 1
  3. Jika trisiklik/bupropion tidak dapat digunakan (kontraindikasi kardiak, riwayat kejang):

    • Fluoxetine 10 mg pagi hari sebagai SSRI dengan efek aktivasi 1, 2
    • Atau sertraline 50 mg/hari sebagai SSRI lini pertama 3
  4. Evaluasi respons: Minimal 4-8 minggu pada dosis terapeutik sebelum mengganti obat 1

  5. Jika tidak ada respons setelah 6-8 minggu: Pertimbangkan switching ke kelas berbeda atau augmentasi 1

Peringatan Penting

  • Hindari antidepresan sedatif (nortriptyline, mirtazapine, trazodone) karena dapat memperburuk retardasi psikomotor dan apati 1
  • Monitor efek samping trisiklik: Desipramine memiliki risiko kardiotoksik dan hipotensi lebih rendah dibanding trisiklik lain, tetapi tetap perlu monitoring 1, 2
  • Bupropion kontraindikasi pada pasien dengan riwayat kejang atau gangguan makan 1
  • Titrasi bertahap: Tingkatkan dosis menggunakan increment dosis awal setiap 5-7 hari hingga manfaat terapeutik atau efek samping signifikan muncul 1
  • Durasi terapi: Setelah 9 bulan, lakukan reduksi dosis untuk menilai kembali kebutuhan medikasi 1
  • Pasien dengan depresi dan psikosis memerlukan antipsikotik bersamaan 1

Monitoring dan Penyesuaian

  • Evaluasi status pasien, respons terapeutik, dan efek samping secara teratur dimulai dalam 1-2 minggu setelah inisiasi terapi 1
  • Monitor peningkatan pemikiran dan perilaku bunuh diri, terutama pada 1-2 bulan pertama pengobatan 1
  • Modifikasi pengobatan jika tidak ada respons adekuat dalam 6-8 minggu setelah inisiasi 1
  • Untuk pasien dengan 2 episode atau lebih, pertimbangkan durasi terapi yang lebih panjang untuk mencegah kekambuhan 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Contemporary management of depression.

The American journal of medicine, 1994

Research

Serotonin, sertraline and depression.

Journal of psychopharmacology (Oxford, England), 1995

Research

Escitalopram: A New SSRI for the Treatment of Depression in Primary Care.

Primary care companion to the Journal of clinical psychiatry, 2002

Research

SSRIs and SNRIs: broad spectrum of efficacy beyond major depression.

The Journal of clinical psychiatry, 1999

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.