Antidepresan untuk Pasien Depresi yang Cenderung Diam dan Malas Bicara
Untuk pasien depresi dengan gejala penarikan sosial, diam, dan berkurangnya bicara (apati), desipramine atau bupropion adalah pilihan yang paling tepat karena sifatnya yang "mengaktivasi" dan dapat mengurangi apati, berbeda dengan antidepresan yang bersifat sedatif.
Pilihan Antidepresan Berdasarkan Profil Gejala
Antidepresan yang Mengaktivasi (Activating)
- Desipramine (trisiklik) direkomendasikan dengan dosis awal 10-25 mg di pagi hari, maksimal 150 mg/hari, karena cenderung mengaktivasi dan secara khusus mengurangi apati pada pasien depresi 1
- Bupropion dimulai dengan 37,5 mg setiap pagi, ditingkatkan bertahap setiap 3 hari hingga maksimal 150 mg dua kali sehari, karena bersifat mengaktivasi dan dapat memperbaiki tingkat energi dengan cepat 1
- Kedua obat ini lebih disukai untuk pasien dengan gejala retardasi psikomotor, apati, dan penurunan aktivitas verbal 1
Antidepresan yang Harus Dihindari
- Nortriptyline sebaiknya dihindari karena cenderung lebih sedatif, lebih cocok untuk pasien dengan depresi agitasi dan insomnia, bukan untuk pasien yang diam dan apatis 1
- Mirtazapine tidak direkomendasikan karena sangat sedatif dan meningkatkan nafsu makan serta berat badan, yang dapat memperburuk retardasi psikomotor 1
- Trazodone harus dihindari karena sangat sedatif dengan dosis awal 25 mg/hari, tidak sesuai untuk pasien dengan gejala apati 1
Pertimbangan SSRI/SNRI sebagai Alternatif
SSRI dengan Profil Aktivasi
- Fluoxetine dapat dipertimbangkan karena memiliki efek mengaktivasi (nervousness, restlessness) yang dapat membantu pasien apatis, dengan dosis 10 mg setiap pagi hingga maksimal 20 mg 1, 2
- Sertraline merupakan pilihan SSRI lini pertama yang efektif untuk depresi mayor dengan profil tolerabilitas yang baik, dosis 50-200 mg/hari 3, 4
- Escitalopram 10-20 mg/hari menunjukkan efikasi setara dengan sertraline dan memiliki profil interaksi obat yang minimal 4, 5
SNRI sebagai Alternatif
- Venlafaxine dapat dipertimbangkan jika SSRI tidak efektif, dengan dosis 75-225 mg/hari, meskipun memerlukan titrasi bertahap karena risiko mual dan peningkatan tekanan darah 2, 6
Algoritma Pemilihan Obat
Evaluasi profil gejala: Jika dominan apati, retardasi psikomotor, dan penurunan bicara → pilih antidepresan mengaktivasi 1
Pilihan lini pertama:
- Desipramine 10-25 mg pagi hari, atau
- Bupropion 37,5 mg pagi hari
- Keduanya ditingkatkan bertahap setiap 5-7 hari 1
Jika trisiklik/bupropion tidak dapat digunakan (kontraindikasi kardiak, riwayat kejang):
Evaluasi respons: Minimal 4-8 minggu pada dosis terapeutik sebelum mengganti obat 1
Jika tidak ada respons setelah 6-8 minggu: Pertimbangkan switching ke kelas berbeda atau augmentasi 1
Peringatan Penting
- Hindari antidepresan sedatif (nortriptyline, mirtazapine, trazodone) karena dapat memperburuk retardasi psikomotor dan apati 1
- Monitor efek samping trisiklik: Desipramine memiliki risiko kardiotoksik dan hipotensi lebih rendah dibanding trisiklik lain, tetapi tetap perlu monitoring 1, 2
- Bupropion kontraindikasi pada pasien dengan riwayat kejang atau gangguan makan 1
- Titrasi bertahap: Tingkatkan dosis menggunakan increment dosis awal setiap 5-7 hari hingga manfaat terapeutik atau efek samping signifikan muncul 1
- Durasi terapi: Setelah 9 bulan, lakukan reduksi dosis untuk menilai kembali kebutuhan medikasi 1
- Pasien dengan depresi dan psikosis memerlukan antipsikotik bersamaan 1
Monitoring dan Penyesuaian
- Evaluasi status pasien, respons terapeutik, dan efek samping secara teratur dimulai dalam 1-2 minggu setelah inisiasi terapi 1
- Monitor peningkatan pemikiran dan perilaku bunuh diri, terutama pada 1-2 bulan pertama pengobatan 1
- Modifikasi pengobatan jika tidak ada respons adekuat dalam 6-8 minggu setelah inisiasi 1
- Untuk pasien dengan 2 episode atau lebih, pertimbangkan durasi terapi yang lebih panjang untuk mencegah kekambuhan 1