In an adult Indonesian patient with normal hepatic and renal function and no penicillin allergy, what are the common causes of dyspepsia aside from Helicobacter pylori infection and food allergy/hypersensitivity?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 28, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penyebab Dispepsia Selain Infeksi H. pylori dan Alergi/Hipersensitivitas Makanan

Sebagian besar (sekitar 80%) pasien dispepsia memiliki dispepsia fungsional sebagai penyebab utama setelah penyakit organik disingkirkan melalui endoskopi. 1, 2

Penyebab Organik yang Harus Disingkirkan Terlebih Dahulu

Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD)

  • GERD menyebabkan sekitar 13-20% kasus dispepsia pada pasien yang menjalani endoskopi, ditandai dengan heartburn (sensasi terbakar yang dimulai dari epigastrium dan menjalar ke dada) atau regurgitasi asam yang terjadi lebih dari sekali seminggu 1
  • Lebih dari 50% pasien GERD memiliki endoskopi normal (non-erosive reflux disease), sehingga tidak adanya esofagitis tidak menyingkirkan diagnosis GERD 1
  • Terdapat overlap gejala yang signifikan, dengan 63-66% pasien yang mengalami heartburn juga melaporkan nyeri epigastrium bersamaan 3

Penyakit Ulkus Peptikum

  • Ulkus peptikum menyumbang sekitar 8-10% dari semua gejala saluran cerna atas pada populasi dispepsia 1, 2
  • Nyeri ulkus duodenum khas muncul 2-5 jam setelah makan atau pada malam hari saat lambung kosong 3
  • Penggunaan NSAID (obat anti-inflamasi non-steroid) merupakan penyebab utama ulkus peptikum selain infeksi H. pylori 1

Gastritis

  • Gastritis dapat disebabkan oleh infeksi H. pylori atau penggunaan NSAID 3
  • Tampilan endoskopi menunjukkan areae gastricae yang membesar, gangguan pola poligonal normal, penebalan lipatan lambung, atau erosi 1

Keganasan Gastroesofageal

  • Kanker lambung atau esofagus menyumbang kurang dari 0,5% kasus dispepsia, namun harus disingkirkan pada pasien ≥55-60 tahun dengan gejala baru 1, 4

Dispepsia Fungsional: Penyebab Paling Umum

Definisi dan Prevalensi

  • Dispepsia fungsional adalah gangguan interaksi usus-otak yang ditandai dengan nyeri epigastrium, rasa terbakar, cepat kenyang, atau rasa penuh pascamakan yang berlangsung >8 minggu tanpa kelainan struktural pada pemeriksaan 1, 5
  • Mempengaruhi sekitar 7% populasi menggunakan kriteria Rome IV, dengan prevalensi dispepsia secara umum mencapai 25-30% 1, 5
  • Menyumbang sekitar 80% dari semua kasus dispepsia di komunitas setelah penyakit organik disingkirkan 1

Mekanisme Patofisiologi

  • Gangguan motilitas lambung: pengosongan lambung yang tertunda dan gangguan akomodasi fundus 1, 2, 6
  • Hipersensitivitas viseral: sensitivitas berlebihan terhadap distensi lambung dan stimulus fisik/kimia 1, 2, 7
  • Perubahan mikrobioma: alterasi mikrobiota lambung dan usus halus 1, 2, 8
  • Disfungsi sistem saraf pusat: gangguan pemrosesan sinyal nyeri di otak 1, 7, 9
  • Inflamasi mukosa ringan: perubahan fungsi imun dan permeabilitas epitel 1, 2, 8

Faktor Risiko Dispepsia Fungsional

  • Jenis kelamin perempuan, usia muda, dan tingkat somatisasi yang tinggi 1
  • Komorbiditas psikologis: riwayat kecemasan atau depresi meningkatkan risiko onset gejala baru 1
  • Infeksi gastroenteritis akut: risiko hampir tiga kali lipat untuk mengembangkan dispepsia fungsional 6 bulan atau lebih setelah gastroenteritis akut (postinfection FD) 1
  • Merokok dan penggunaan NSAID 1
  • Overlap dengan IBS (irritable bowel syndrome) terjadi pada hingga 50% pasien dispepsia fungsional 1

Subtipe Dispepsia Fungsional (Rome IV)

  • Epigastric Pain Syndrome (EPS): nyeri atau rasa terbakar epigastrium yang mengganggu, terjadi minimal 1 hari per minggu 1, 5
  • Postprandial Distress Syndrome (PDS): rasa penuh pascamakan atau cepat kenyang yang mengganggu, terjadi minimal 3 hari per minggu 1, 5
  • Overlap antara kedua subtipe terjadi pada sepertiga pasien 1

Penyebab Non-Gastrointestinal yang Harus Dipertimbangkan

Sindrom Koroner Akut

  • Infark miokard dapat bermanifestasi sebagai nyeri epigastrium, terutama pada wanita, pasien diabetes, dan lansia 3
  • EKG harus diperoleh segera pada pasien dengan nyeri epigastrium disertai gejala eksersional, dispnea, atau faktor risiko kardiovaskular 3

Pankreatitis Akut

  • Nyeri yang menjalar ke punggung disertai mual dan muntah mengarah ke pankreatitis 3
  • Amilase serum (≥4x normal) atau lipase (≥2x normal) harus diperiksa untuk menyingkirkan pankreatitis akut 3

Penyakit Bilier

  • Nyeri dinding abdomen dan nyeri bilier harus disingkirkan melalui evaluasi klinis yang cermat 1

Pendekatan Diagnostik Berdasarkan Fitur Alarm

Fitur Alarm yang Memerlukan Endoskopi Mendesak (dalam 2 minggu)

  • Usia ≥55-60 tahun dengan gejala dispepsia baru 1, 4
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja 1, 3, 4
  • Anemia pada pemeriksaan darah lengkap 1, 3, 4
  • Disfagia (makanan tersangkut) 1, 4
  • Muntah persisten 1, 4
  • Hematemesis atau melena 1
  • Nyeri tekan epigastrium pada pemeriksaan fisik 3, 4
  • Riwayat keluarga kanker gastroesofageal 4

Pasien Tanpa Fitur Alarm (<55 tahun)

  • Lakukan tes H. pylori non-invasif menggunakan urea breath test C-13 atau stool antigen (serologi tidak direkomendasikan) 1, 4
  • Jika H. pylori positif: berikan terapi eradikasi 1, 4
  • Jika H. pylori negatif atau gejala menetap setelah eradikasi: mulai terapi PPI empiris (omeprazol 20-40 mg sekali sehari sebelum makan) selama 4-8 minggu 3, 4

Kesalahan Klinis yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda endoskopi pada pasien ≥55 tahun dengan gejala baru, karena usia saja merupakan fitur alarm 1, 4
  • Jangan mengabaikan muntah persisten sebagai dispepsia fungsional, karena ini merupakan tanda bahaya yang menunjukkan penyakit organik 1
  • Jangan melewatkan penyebab kardiak, terutama pada pasien dengan faktor risiko dan nyeri epigastrium disertai dispnea 3
  • Jangan mengabaikan tes H. pylori, karena eradikasi memberikan manfaat dan mencegah penyakit ulkus peptikum dan kanker lambung di masa depan 4, 5
  • Jangan memesan gastric emptying study atau pH monitoring 24 jam secara rutin pada dispepsia fungsional tipikal, karena hasil diagnostik rendah dan menunda terapi yang tepat 4

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Functional dyspepsia.

Lancet (London, England), 2020

Guideline

Epigastric Pain Causes and Diagnostic Approach

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Optimal Management of Functional Dyspepsia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Functional Dyspepsia Diagnosis and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Dyspepsia: organic versus functional.

Journal of clinical gastroenterology, 2012

Research

Dyspepsia.

Current opinion in gastroenterology, 2013

Research

Current understanding of pathogenesis of functional dyspepsia.

Journal of gastroenterology and hepatology, 2011

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.