Dosis Fluconazol untuk Kandida Esofagus dan Kandidemia
Kandida Esofagus
Untuk kandida esofagus, berikan fluconazol oral 200-400 mg sekali sehari selama 14-21 hari. 1, 2
Strategi Dosis Awal
- Dosis loading 800 mg pada hari pertama tidak diperlukan untuk kandida esofagus – berbeda dengan kandidemia, dosis standar 200-400 mg sudah mencukupi 1, 2
- Untuk penyakit ringan hingga sedang, 200 mg sehari sudah adekuat 2
- Untuk penyakit yang lebih berat atau respons tidak memadai, tingkatkan ke 400 mg sehari 2
Durasi Terapi
- Lanjutkan terapi minimal 14-21 hari dan setidaknya 2 minggu setelah resolusi gejala 1, 2
- Penghentian prematur meningkatkan risiko relaps 2
Rute Pemberian
- Terapi oral lebih disukai bila pasien dapat menelan 2
- Untuk pasien yang tidak dapat toleransi oral, berikan fluconazol intravena 400 mg (6 mg/kg) sehari 2
Respons Klinis yang Diharapkan
- Sebagian besar pasien mengalami perbaikan gejala dalam 48-72 jam 1
- Perbaikan atau resolusi gejala biasanya terjadi dalam 7 hari 2
Kandidemia (Infeksi Darah Candida)
Untuk kandidemia, berikan fluconazol dengan dosis loading 800 mg (12 mg/kg), diikuti 400 mg (6 mg/kg) sehari. 1
Dosis dan Strategi Pemberian
- Dosis loading 800 mg pada hari pertama sangat penting untuk mencapai kadar terapeutik dengan cepat 1
- Dosis pemeliharaan 400 mg sehari adalah standar untuk kandidemia 1
- Untuk infeksi C. glabrata yang rentan, dosis 800 mg sehari sering direkomendasikan, meskipun belum divalidasi dalam uji klinis 1
Durasi Terapi
- Lanjutkan terapi minimal 14 hari SETELAH kultur darah terbukti negatif DAN resolusi lengkap gejala terkait kandidemia 3, 4
- Kultur darah harus diulang setiap 1-2 hari sampai terbukti tidak ada pertumbuhan ragi 3, 4
Pertimbangan Penting untuk Kandidemia
Kapan TIDAK Menggunakan Fluconazol
- Jangan gunakan fluconazol sebagai terapi empiris pada pasien sakit kritis – echinocandin (caspofungin, micafungin, anidulafungin) sangat direkomendasikan untuk populasi ini 4
- Jangan gunakan fluconazol pada pasien dengan riwayat paparan azol baru-baru ini 4
- Jangan gunakan fluconazol untuk C. krusei (resisten intrinsik) atau untuk C. glabrata tanpa konfirmasi kerentanan 4
Terapi Step-Down
- Transisi dari echinocandin ke fluconazol 400 mg sehari direkomendasikan ketika pasien stabil secara klinis, isolat kemungkinan rentan terhadap fluconazol, dan kultur darah sudah bersih 4
Penyesuaian Dosis untuk Gangguan Ginjal
- Eliminasi fluconazol hampir seluruhnya melalui ginjal 1
- Reduksi dosis diperlukan pada pasien dengan klirens kreatinin <50 mL/menit 1
Perbandingan Dosis: Esofagus vs Kandidemia
| Kondisi | Dosis Loading | Dosis Pemeliharaan | Durasi |
|---|---|---|---|
| Kandida Esofagus | Tidak diperlukan | 200-400 mg sehari | 14-21 hari |
| Kandidemia | 800 mg hari ke-1 | 400 mg sehari | ≥14 hari setelah kultur negatif + resolusi gejala |
Peringatan Penting
Untuk Kandida Esofagus
- Jangan gunakan dosis <100 mg sehari karena meningkatkan angka relaps 2
- Pertimbangkan pola resistensi – lebih baik gunakan echinocandin pada pasien dengan riwayat paparan azol atau spesies Candida yang resisten azol 2
- Untuk penyakit refrakter fluconazol (gejala menetap setelah 7-14 hari), beralih ke itraconazole solution 200 mg sehari, posaconazole 400 mg dua kali sehari, atau echinocandin 1, 2
Untuk Kandidemia
- Jangan tunda terapi antijamur – mulai dalam 24 jam setelah kultur darah positif, karena penundaan berhubungan dengan peningkatan mortalitas 4
- Jangan hentikan terapi terlalu dini – ini menyebabkan relaps 4
- Jangan transisi ke azol tanpa konfirmasi kerentanan – terutama kritis untuk C. glabrata dan C. krusei 4
- Pemeriksaan funduskopi dilatasi dalam minggu pertama diagnosis direkomendasikan untuk menyingkirkan endoftalmitis 3
- Pertimbangkan pencabutan kateter vena sentral dini jika kateter diduga sebagai sumber infeksi 3