Antibiotik Profilaksis untuk Operasi Tulang Belakang BESS
Cefazolin 2 gram IV adalah antibiotik profilaksis terbaik untuk operasi tulang belakang BESS (biportal endoscopic spine surgery), diberikan 30-60 menit sebelum insisi bedah, dengan dosis ulang 1 gram jika durasi operasi melebihi 4 jam. 1, 2
Regimen Antibiotik Standar
- Cefazolin 2 gram IV infus lambat merupakan pilihan lini pertama untuk operasi tulang belakang dengan implantasi material prostetik, termasuk prosedur endoskopik seperti BESS 1, 2
- Waktu pemberian yang optimal adalah 30-60 menit sebelum insisi bedah untuk memastikan konsentrasi jaringan yang adekuat saat potensi kontaminasi terjadi 2
- Dosis ulang 1 gram cefazolin diperlukan jika durasi operasi melebihi 4 jam untuk mempertahankan konsentrasi jaringan yang memadai 1, 2
Durasi Profilaksis
- Profilaksis antibiotik harus dibatasi pada periode operatif dengan maksimum 24 jam pasca operasi 1, 2
- Perpanjangan profilaksis melampaui 24 jam tidak memberikan manfaat tambahan dan justru meningkatkan risiko resistensi antibiotik 2
- Studi propensity-matched menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat infeksi antara pasien yang menerima antibiotik 24 jam pasca operasi dibandingkan yang hanya menerima dosis preoperatif (1.8% vs 1.5%, p=0.628) 3
Alternatif untuk Alergi Beta-Laktam
- Untuk pasien dengan alergi beta-laktam yang terdokumentasi, gunakan vancomycin 30 mg/kg dalam infus 120 menit 1, 2
- Infus vancomycin harus diselesaikan idealnya 30 menit sebelum prosedur dimulai 2
- Clindamycin 900 mg IV infus lambat merupakan alternatif lain untuk alergi beta-laktam 1
Pertimbangan Dosis Berdasarkan Berat Badan
- Penelitian retrospektif pada 2,643 pasien fusi tulang belakang menunjukkan bahwa dosis cefazolin yang tidak adekuat berdasarkan berat badan meningkatkan risiko infeksi (5.86% vs 2.58%, p<0.001) 4
- Standar dosis berbasis berat: 1 gram untuk <60 kg, 2 gram untuk 60-120 kg, dan 3 gram untuk >120 kg 4
- Pasien yang menerima 2 gram cefazolin memiliki tingkat infeksi lebih rendah (2.77%) dibandingkan yang menerima 1 gram (5.01%, p=0.005) 4
Bakteri Target
- Regimen ini menargetkan organisme yang paling umum menyebabkan infeksi pasca operasi tulang belakang: Staphylococcus aureus, S. epidermidis, Propionibacterium, Streptococcus spp, E. coli, dan K. pneumoniae 1, 2
Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan vancomycin secara rutin kecuali ada kriteria risiko tinggi spesifik (kolonisasi MRSA terdokumentasi, paparan antibiotik baru-baru ini, reoperasi di unit dengan prevalensi MRSA, atau alergi beta-laktam berat) 2
- Studi terbaru menunjukkan vancomycin sebagai profilaksis meningkatkan risiko infeksi dibandingkan cefazolin (OR 2.498,95% CI 1.085-5.73, p=0.031) pada operasi fusi tulang belakang 5
- Jangan gunakan sefalosporin generasi ketiga (seperti ceftriaxone) untuk profilaksis rutin karena tidak memberikan keuntungan dibandingkan cefazolin dan justru meningkatkan resistensi antimikroba 2
- Jangan memulai antibiotik lebih dari 60 menit sebelum insisi karena tidak memberikan manfaat tambahan, dan jangan memulai setelah insisi karena akan mengurangi efektivitas secara signifikan 2
Bukti Pendukung
- Penggunaan cefazolin dalam operasi ortopedi mengurangi tingkat infeksi dari 3-5% menjadi kurang dari 1% 2
- Meta-analisis merekomendasikan penggunaan profilaksis antibiotik untuk operasi tulang belakang, terutama dengan implantasi material 1, 6, 7
- Guideline North American Spine Society berbasis bukti mendukung penggunaan profilaksis antibiotik untuk mencegah infeksi situs bedah pada operasi tulang belakang 6, 7