Antibiotik Pilihan untuk Abses Mandibula pada Anak
Amoksisilin-klavulanat dosis tinggi (80-90 mg/kg/hari komponen amoksisilin dengan 6,4 mg/kg/hari klavulanat, dibagi dalam 2 dosis) adalah antibiotik lini pertama untuk abses mandibula (odontogenik) pada anak, diberikan selama 5-7 hari setelah drainase bedah. 1
Prinsip Dasar Penatalaksanaan
Drainase bedah adalah kunci utama pengobatan abses odontogenik—antibiotik hanya bersifat adjuvan. 2 Pedoman European Society of Endodontology menegaskan bahwa drainase bedah adalah intervensi primer, dan antibiotik sistemik hanya ditambahkan pada kelompok pasien tertentu. 2
Indikasi Antibiotik Sistemik pada Anak
Antibiotik sistemik diindikasikan ketika terdapat: 2
- Keterlibatan sistemik (demam, limfadenopati, selulitis)
- Pembengkakan difus yang meluas ke jaringan lunak wajah
- Pasien immunocompromised
- Infeksi progresif yang memerlukan rujukan ke bedah mulut
Regimen Antibiotik Lini Pertama
Amoksisilin-Klavulanat Dosis Tinggi (Pilihan Utama)
Dosis: 80-90 mg/kg/hari (komponen amoksisilin) dengan 6,4 mg/kg/hari klavulanat, dibagi dalam 2 dosis 1
Durasi: 5-7 hari berdasarkan respons klinis 3
Rasional:
- Analisis farmakokinetik/farmakodinamik menunjukkan amoksisilin-klavulanat dosis tinggi mencapai indeks efikasi yang adekuat (T>MIC >40%) terhadap semua patogen odontogenik kecuali Veillonella spp. 1
- Memberikan cakupan optimal terhadap streptokokus (patogen tersering), peptokokus, peptostreptokokus, fusobacterium, bacteroides, dan actinomyces 4
- Studi terbaru (2015) menunjukkan tingkat kesuksesan klinis 88,2% dengan profil keamanan yang dapat diterima 3
Amoksisilin Dosis Tinggi (Alternatif Jika Tidak Ada Resistensi)
Dosis: 90 mg/kg/hari dibagi dalam 2-3 dosis 1
Catatan Penting: Amoksisilin dosis tinggi saja menunjukkan hasil yang tidak memuaskan terhadap banyak spesies bakteri dalam analisis PK/PD, sehingga kombinasi dengan klavulanat lebih direkomendasikan. 1
Regimen untuk Alergi Penisilin
Klindamisin (Pilihan Utama untuk Alergi Penisilin)
Dosis: 30-40 mg/kg/hari dibagi dalam 3-4 dosis 2
Durasi: 5-7 hari 3
Rasional:
- Sangat efektif terhadap semua patogen odontogenik 4
- Analisis PK/PD menunjukkan indeks efikasi adekuat kecuali terhadap Lactobacillus, Actinobacillus actinomycetemcomitans, peptostreptokokus resisten penisilin, dan Eikenella corrodens 1
- Studi komparatif menunjukkan tingkat kesuksesan klinis 89,7%, sebanding dengan amoksisilin-klavulanat 3
Peringatan: Potensi toksisitas gastrointestinal (termasuk diare terkait Clostridioides difficile) membatasi penggunaannya sebagai terapi lini ketiga atau keempat dalam praktik umum, kecuali pada kasus alergi penisilin. 4
Makrolida (Alternatif untuk Infeksi Ringan)
Eritromisin dapat digunakan untuk infeksi odontogenik ringan pada pasien alergi penisilin, tetapi memiliki insidensi tinggi gangguan gastrointestinal. 4
Azitromisin dan makrolida lainnya menunjukkan indeks efikasi yang tidak adekuat (AUC/MIC90 <25) terhadap mayoritas patogen yang diteliti, sehingga tidak direkomendasikan sebagai pilihan utama. 1
Regimen untuk Infeksi Berat atau Kegagalan Terapi
Terapi Kombinasi
Jika tidak ada respons setelah 72 jam terapi awal: 2
Opsi 1: Amoksisilin dosis tinggi atau klindamisin + sefiksim 2
Opsi 2: Penisilin G + metronidazol (regimen yang paling sering digunakan di rumah sakit tersier) 5
Opsi 3: Sefazolin + metronidazol 5
Opsi 4: Seftriakson 50 mg/kg/hari IM/IV selama 3-5 hari 2
Infeksi Multi-Spasium atau Ludwig's Angina
Untuk infeksi yang meluas ke jaringan lunak servikofasial atau Ludwig's angina: 2
- Ekstraksi gigi sumber infeksi wajib
- Terapi antibiotik parenteral spektrum luas (misalnya: penisilin G + metronidazol atau sefazolin + metronidazol) 5
- Pertimbangkan rujukan segera ke bedah mulut 2
- Angka mortalitas Ludwig's angina mencapai 1%, sehingga memerlukan penanganan agresif 5
Pertimbangan Klinis Penting
Evaluasi Respons Terapi
Evaluasi ulang setelah 72 jam: Jika tidak ada perbaikan klinis (nyeri, pembengkakan, demam), pertimbangkan: 2
- Pergantian antibiotik dengan mempertimbangkan keterbatasan cakupan agen awal
- Evaluasi ulang untuk kemungkinan drainase yang tidak adekuat
- CT scan, endoskopi fiberoptik, atau aspirasi sinus dan kultur mungkin diperlukan
Peringatan Khusus
Metronidazol tidak boleh digunakan sebagai monoterapi karena hanya moderately efektif terhadap kokus gram-positif fakultatif dan anaerob, meskipun sangat aktif terhadap basil gram-negatif anaerob. 4
Tetrasiklin tidak direkomendasikan pada anak <8 tahun karena risiko pewarnaan gigi permanen. 4
Patogen Tersering
Infeksi odontogenik pada anak biasanya polimikroba dengan patogen: 4, 5
- Streptococcus spp. (tersering)
- Peptostreptococcus dan Peptococcus
- Fusobacterium
- Bacteroides
- Actinomyces
Gigi yang paling sering terlibat adalah molar ketiga mandibula, dan pada gigi desidua, molar mandibula adalah yang tersering. 5
Ruang Anatomis yang Terlibat
Ruang bukal dan submandibula adalah yang paling sering terlibat, dengan 22,5% kasus menunjukkan keterlibatan multi-spasium. 5