Amivantamab Tidak Memiliki Peran dalam Terapi Kanker Serviks Stadium IV
Amivantamab tidak diindikasikan dan tidak boleh digunakan untuk kanker serviks stadium IV karena obat ini secara khusus dikembangkan dan disetujui hanya untuk kanker paru non-sel kecil (NSCLC) dengan mutasi EGFR tertentu, bukan untuk keganasan ginekologi. 1
Mekanisme Kerja dan Indikasi yang Disetujui
- Amivantamab adalah antibodi bispecific yang menargetkan domain ekstraselular EGFR dan MET, yang mengganggu jalur sinyal EGFR dan MET melalui pemblokiran ikatan ligan dan degradasi reseptor 1
- FDA telah menyetujui amivantamab secara eksklusif untuk NSCLC lanjut atau metastatik dengan mutasi EGFR spesifik, termasuk insersi exon 20, delesi exon 19, dan substitusi L858R exon 21 1
- Obat ini bekerja pada sel tumor yang mengekspresikan EGFR dan MET pada permukaannya, memungkinkan penghancuran sel melalui sitotoksisitas seluler yang bergantung pada antibodi (ADCC) dan mekanisme trogositosis 1
Standar Terapi untuk Kanker Serviks Stadium IV
- Untuk kanker serviks stadium IB2 hingga IVA, kemoradiasi konkuren menggunakan kemoterapi berbasis platinum (cisplatin tunggal [pilihan utama] atau cisplatin/fluorouracil) adalah terapi pilihan, dengan penurunan risiko kematian 30-50% dibandingkan radioterapi saja 2
- Untuk penyakit metastatik, rekuren, atau persisten (stadium IVB), kemoterapi doublet berbasis cisplatin ditambah bevacizumab meningkatkan median survival sebesar 3,5 bulan dan dianggap sebagai standar perawatan 3
- Pembrolizumab telah menjadi alternatif untuk penyakit lanjut yang mengalami progresi setelah terapi lini pertama 3
- Kombinasi balstilimab (anti-PD-1) plus zalifrelimab (anti-CTLA-4) menunjukkan ORR 25,6% dalam uji coba fase II untuk kanker serviks rekuren dan/atau metastatik setelah terapi berbasis platinum 2
Mengapa Amivantamab Tidak Relevan untuk Kanker Serviks
- Kanker serviks tidak didorong oleh mutasi EGFR yang menjadi target amivantamab; sebaliknya, kanker serviks terutama disebabkan oleh infeksi HPV yang menghasilkan onkoprotein E6/E7 3
- Tidak ada data uji klinis, pedoman, atau bukti yang mendukung penggunaan amivantamab dalam keganasan ginekologi 2
- Profil toksisitas amivantamab—termasuk reaksi terkait infusi (13-66%), reaksi kulit, paronikia, dan tromboemboli vena—tidak dapat dibenarkan tanpa bukti efikasi pada kanker serviks 2, 4, 5, 6
Peringatan Penting
- Jangan menggunakan terapi yang ditargetkan untuk mutasi EGFR pada kanker serviks, karena tidak ada dasar biologis atau bukti klinis untuk pendekatan ini 2, 3
- Fokus pada strategi berbasis imunoterapi (pembrolizumab, kombinasi checkpoint inhibitor) atau kemoterapi berbasis platinum plus bevacizumab untuk penyakit stadium IV 2, 3
- Untuk penyakit oligometastatik, pertimbangkan stereotactic body radiation therapy (SBRT) dan brachytherapy yang dipandu pencitraan untuk kontrol lokal 7
- Pendaftaran uji klinis harus ditawarkan kepada semua pasien dengan kanker serviks bila memungkinkan 2