What are examples of GLP-1 (Glucagon-like peptide-1) and SGLT (Sodium-glucose linked transporter) inhibitors?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 27, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Contoh obat GLP-1 dan SGLT-2 yang umum digunakan adalah semaglutide (Ozempic, Wegovy, Rybelsus) dan empagliflozin (Jardiance). Obat-obatan ini digunakan untuk mengelola diabetes tipe 2 dan memiliki manfaat tambahan seperti perlindungan kardiovaskular dan ginjal. Beberapa contoh obat GLP-1 lainnya adalah liraglutide (Victoza, Saxenda), dulaglutide (Trulicity), exenatide (Byetta, Bydureon), dan tirzepatide (Mounjaro) 1. Sedangkan contoh obat SGLT-2 lainnya adalah dapagliflozin (Farxiga), canagliflozin (Invokana), dan ertugliflozin (Steglatro) 1. Obat-obatan ini bekerja dengan cara yang berbeda, tetapi keduanya dapat membantu mengontrol gula darah dan mengurangi risiko komplikasi diabetes. Penggunaan obat-obatan ini harus diawasi oleh dokter karena dapat memiliki efek sampingan seperti masalah gastrointestinal pada GLP-1 agonis atau infeksi saluran kemih pada SGLT-2 inhibitor. Menurut penelitian terbaru, penggunaan GLP-1 receptor agonist atau SGLT2 inhibitor dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan ginjal pada pasien diabetes tipe 2 1. Oleh karena itu, penggunaan obat GLP-1 dan SGLT-2 harus dipertimbangkan secara individual berdasarkan kebutuhan dan kondisi pasien.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih obat GLP-1 atau SGLT-2 adalah:

  • Efek sampingan yang mungkin terjadi
  • Biaya obat dan ketersediaan
  • Kemudahan penggunaan dan dosis
  • Manfaat tambahan seperti perlindungan kardiovaskular dan ginjal
  • Interaksi dengan obat lain yang sedang digunakan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, dokter dapat membantu pasien memilih obat yang paling tepat untuk mengelola diabetes tipe 2 dan mengurangi risiko komplikasi.

From the FDA Drug Label

Contoh obat GLP-1 adalah liraglutide (2) dan contoh obat SGLT2 adalah empagliflozin (3)

  • GLP-1: Liraglutide (2)
  • SGLT2: Empagliflozin (3)

From the Research

Contoh Obat GLP-1 dan SGLT2

Berikut adalah beberapa contoh obat GLP-1 dan SGLT2 yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2:

  • GLP-1:
  • Exenatide 4, 5, 6, 7
  • Liraglutide 4, 5, 6
  • Semaglutide 4
  • Dulaglutide 4
  • Albiglutide 4
  • SGLT2:
  • Dapagliflozin 8
  • Empagliflozin 8

Mekanisme Kerja

Obat GLP-1 bekerja dengan cara:

  • Meningkatkan sekresi insulin yang bergantung pada glukosa
  • Menekan sekresi glukagon
  • Melambatkan pengosongan lambung
  • Mengurangi asupan kalori dan berat badan Obat SGLT2 bekerja dengan cara:
  • Mengurangi reabsorpsi glukosa di ginjal
  • Meningkatkan ekskresi glukosa melalui urin

Efek Samping

Obat GLP-1 dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare Obat SGLT2 dapat menyebabkan efek samping seperti:
  • Infeksi saluran kemih
  • Dehidrasi

Penggunaan

Obat GLP-1 dan SGLT2 dapat digunakan secara tunggal atau kombinasi untuk mengobati diabetes tipe 2. Penggunaan obat GLP-1 dan SGLT2 harus diawasi oleh dokter untuk memantau efek samping dan efikasi pengobatan 4, 8.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.