Kemungkinan Diagnosis: Essential Thrombocythemia (Trombositemia Esensial)
Diagnosis yang paling mungkin pada pasien wanita 35 tahun dengan trombosit 3.580.000/µL (3.580 × 10⁹/L), splenomegali ringan, kista ovarii, dan mioma uteri adalah essential thrombocythemia (ET), suatu neoplasma mieloproliferatif kronik. 1
Dasar Diagnosis Essential Thrombocythemia
Kriteria WHO 2016 untuk ET
Diagnosis ET memerlukan semua empat kriteria mayor berikut 1:
Jumlah trombosit ≥ 450 × 10⁹/L — Pasien ini dengan trombosit 3.580 × 10⁹/L sangat memenuhi ambang batas ini 1
Biopsi sumsum tulang menunjukkan proliferasi megakariosit yang membesar dan matur tanpa pergeseran kiri granulopoiesis atau eritropoiesis yang signifikan 1
Eksklusi neoplasma mieloid lain (leukemia mieloid kronik, polisitemia vera, mielofibrosis primer, sindrom mielodisplastik) 1
Adanya penanda klonal (mutasi JAK2, CALR, atau MPL) ATAU bukti abnormalitas klonal lain ATAU tidak ada penyebab reaktif 1
Splenomegali sebagai Penanda ET
- Splenomegali ringan sering ditemukan pada ET dan merupakan salah satu tanda yang membedakan trombositosis primer (klonal) dari trombositosis sekunder (reaktif) 2
- Keberadaan splenomegali bersama dengan trombositosis ekstrem mengarahkan diagnosis ke gangguan neoplastik sumsum tulang 2
Evaluasi Mutasi Driver pada Pasien JAK2-Negatif
Karena pasien ini kemungkinan belum diketahui status mutasinya, algoritma berikut harus diikuti 1:
Langkah 1: Tes Mutasi CALR dan MPL
- Mutasi CALR ditemukan pada 25-30% pasien ET yang tidak memiliki mutasi JAK2, menjadikan CALR sebagai driver paling umum pada ET JAK2-negatif 1
- Mutasi MPL (W515L/K) menyumbang sekitar 3-5% kasus ET dan harus dites ketika tes CALR negatif 1
- Sekitar 10-15% pasien ET adalah "triple-negative" (JAK2, CALR, MPL semuanya negatif) tetapi masih memenuhi kriteria diagnostik WHO berdasarkan morfologi sumsum tulang dan eksklusi penyebab reaktif 1
Langkah 2: Pemeriksaan Darah Lengkap dengan Diferensial
- Mendeteksi leukositosis (menunjukkan gangguan mieloproliferatif) atau anemia (menunjukkan MDS atau penyebab reaktif) 1
- Evaluasi ukuran/bentuk trombosit dan eksklusi pergeseran kiri granulopoiesis 1
Langkah 3: Pemeriksaan Status Besi
- Defisiensi besi adalah penyebab reversibel umum trombositosis reaktif; pemeriksaan besi (feritin, besi serum, TIBC, saturasi transferin) diperlukan untuk mengeksklusinya 1
Langkah 4: Penanda Inflamasi
- Periksa CRP dan LED untuk menyaring penyakit inflamasi yang mendasari 1
Langkah 5: Biopsi Sumsum Tulang (jika tes awal non-diagnostik)
- Membedakan ET dari pre-PMF (pre-fibrotic primary myelofibrosis) dan mengonfirmasi proliferasi megakariosit klonal versus perubahan reaktif 1
Eksklusi Penyebab Trombositosis Sekunder (Reaktif)
Meskipun trombositosis reaktif lebih umum (87,7% dari semua kasus trombositosis), beberapa fitur pada pasien ini mengarah ke ET 3:
Penyebab Reaktif yang Harus Dieksklusi:
- Cedera jaringan (pembedahan, trauma, luka bakar, nekrosis) — menyumbang 32,2% trombositosis sekunder 1, 3
- Infeksi (bakteri, virus, atau jamur) 1, 3
- Gangguan inflamasi kronik (penyakit radang usus, artritis reumatoid, vaskulitis) 1, 3
- Defisiensi besi 1, 3
- Keganasan (tumor solid atau limfoma) 1, 3
- Pasca-splenektomi atau hiposplenisme fungsional 1, 3
Mengapa Pasien Ini Kemungkinan Bukan Reaktif:
- Trombositosis primer secara signifikan terkait dengan jumlah trombosit yang lebih tinggi — pasien ini memiliki trombosit 3.580 × 10⁹/L, yang sangat tinggi dan lebih konsisten dengan ET 3
- Trombositosis primer terkait dengan peningkatan insidensi komplikasi tromboemboli arteri dan vena 3
- Trombositosis sekunder biasanya menunjukkan morfologi sumsum tulang normal tanpa pengelompokan atau atipia megakariosit 1
- Resolusi elevasi trombosit setelah pengobatan kondisi yang mendasari mengonfirmasi etiologi reaktif — jika trombositosis persisten tanpa penyebab jelas, ini mendukung ET 1
Pertimbangan Khusus: Kista Ovarii dan Mioma Uteri
Hubungan dengan Keganasan Ginekologi
- Trombositosis dan trombositemia preoperatif pada keganasan ginekologi berkorelasi dengan prognosis dan terkait dengan survival yang buruk 4
- Namun, pada pasien ini dengan trombosit yang sangat tinggi (3.580 × 10⁹/L), ET sebagai neoplasma mieloproliferatif primer lebih mungkin daripada trombositosis paraneoplastik sekunder 4, 3
Implikasi untuk Wanita Usia Reproduksi
- ET adalah MPN paling umum pada wanita usia subur 5, 6
- Pasien dengan ET memiliki tingkat komplikasi obstetrik yang secara signifikan lebih tinggi, termasuk keguguran (komplikasi paling sering), persalinan prematur, dan restriksi pertumbuhan intrauterin 6
- Keguguran dan komplikasi obstetrik pada wanita hamil dengan ET secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol 6
- Pasien dengan ET dengan komplikasi obstetrik atau keguguran lebih sering memiliki jumlah trombosit >1.000 × 10³/μL 6
Neoplasma Mieloproliferatif Lain yang Harus Dieksklusi
Pre-fibrotic Primary Myelofibrosis (pre-PMF)
- Pre-PMF dapat muncul dengan trombositosis dan mutasi JAK2 negatif tetapi menunjukkan temuan sumsum tulang yang khas berupa pengelompokan megakariosit yang ekstensif dan atipia 1
Polycythemia Vera (PV)
- PV disingkirkan ketika hemoglobin/hematokrit normal 1
- Pasien ini tidak disebutkan memiliki peningkatan hemoglobin/hematokrit, sehingga PV kurang mungkin
Myelodysplastic Syndrome dengan Ring Sideroblasts dan Trombositosis (MDS-RS-T)
- MDS-RS-T ditandai dengan jumlah trombosit ≥ 450 × 10⁹/L, ≥ 15% ring sideroblast, dan mutasi SF3B1 yang sering bersama dengan mutasi JAK2 atau MPL 1
Stratifikasi Risiko dan Rekomendasi Terapi untuk ET yang Dikonfirmasi
Risiko Trombotik
- Trombositosis primer (klonal) membawa risiko trombotik yang jauh lebih tinggi daripada trombositosis reaktif, bahkan pada jumlah trombosit yang sebanding 1, 3
Kategori Risiko Tinggi ET
- Usia > 60 tahun ATAU trombosis sebelumnya 1
- Pasien ini berusia 35 tahun tanpa riwayat trombosis yang disebutkan, sehingga kemungkinan risiko rendah
Terapi untuk ET Risiko Tinggi
- Terapi sitoreduktif, paling umum hydroxyurea 1
Terapi untuk ET Risiko Rendah
- Aspirin dosis rendah saja atau observasi, tergantung pada risiko perdarahan 1
- ET dengan mutasi CALR memiliki risiko trombotik lebih rendah daripada ET dengan mutasi JAK2, mempengaruhi keputusan untuk menggunakan aspirin 1
Peringatan Penting tentang Aspirin
- Ketika jumlah trombosit melebihi 1.500 × 10⁹/L, aspirin harus ditahan karena acquired von Willebrand syndrome meningkatkan risiko perdarahan 1
- Jumlah trombosit pasien ini sebesar 3.580 × 10⁹/L MELEBIHI ambang batas 1.500 × 10⁹/L, sehingga aspirin TIDAK boleh diberikan sampai jumlah trombosit turun 1, 7
Manajemen Kehamilan pada ET (Pertimbangan Masa Depan)
Mengingat usia reproduksi pasien dan adanya kista ovarii serta mioma uteri, perencanaan kehamilan masa depan penting 5, 8:
Kriteria "Risiko Tinggi" untuk Kehamilan pada MPN
- Peningkatan trombosit yang berkelanjutan naik di atas 1.500 × 10⁹/L 5
- Trombosis vena atau arteri sebelumnya 5
- Perdarahan sebelumnya yang dikaitkan dengan MPN 5
- Komplikasi kehamilan sebelumnya (kematian janin ≥10 minggu, persalinan prematur <34 minggu karena preeklampsia berat atau insufisiensi plasenta, ≥3 keguguran berturut-turut <10 minggu, restriksi pertumbuhan intrauterin) 5
Manajemen Kehamilan
- Manajemen penyakit harus dioptimalkan sebelum konsepsi 5
- Hydroxyurea dan anagrelide harus dihentikan dengan periode wash-out yang memadai 5
- Jika terapi sitoreduktif diperlukan, interferon harus dipertimbangkan 5
- Semua wanita harus menerima aspirin dosis rendah sepanjang kehamilan kecuali kontraindikasi 5
- Untuk kehamilan risiko tinggi, terapi tambahan termasuk terapi sitoreduktif dengan interferon dan low molecular weight heparin (LMWH) dapat dipertimbangkan 5
Peringatan Klinis Penting
- Jangan memberikan aspirin pada pasien ini sampai jumlah trombosit turun di bawah 1.000 × 10⁹/L karena risiko perdarahan dari acquired von Willebrand syndrome 1, 7
- Terapi sitoreduktif segera (hydroxyurea atau interferon-α) diperlukan untuk menurunkan jumlah trombosit ekstrem ini 7
- Rujuk ke hematologi untuk konfirmasi diagnosis dengan tes mutasi (CALR, MPL) dan kemungkinan biopsi sumsum tulang 1, 8
- Evaluasi kista ovarii dan mioma uteri untuk mengeksklusi keganasan yang dapat menyebabkan trombositosis paraneoplastik, meskipun jumlah trombosit yang sangat tinggi ini lebih konsisten dengan ET 4