In a 35-year-old woman with markedly elevated platelet count, mild splenomegaly, an ovarian cyst, and uterine fibroids, what is the most likely diagnosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 3, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kemungkinan Diagnosis: Essential Thrombocythemia (Trombositemia Esensial)

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien wanita 35 tahun dengan trombosit 3.580.000/µL (3.580 × 10⁹/L), splenomegali ringan, kista ovarii, dan mioma uteri adalah essential thrombocythemia (ET), suatu neoplasma mieloproliferatif kronik. 1

Dasar Diagnosis Essential Thrombocythemia

Kriteria WHO 2016 untuk ET

Diagnosis ET memerlukan semua empat kriteria mayor berikut 1:

  1. Jumlah trombosit ≥ 450 × 10⁹/L — Pasien ini dengan trombosit 3.580 × 10⁹/L sangat memenuhi ambang batas ini 1

  2. Biopsi sumsum tulang menunjukkan proliferasi megakariosit yang membesar dan matur tanpa pergeseran kiri granulopoiesis atau eritropoiesis yang signifikan 1

  3. Eksklusi neoplasma mieloid lain (leukemia mieloid kronik, polisitemia vera, mielofibrosis primer, sindrom mielodisplastik) 1

  4. Adanya penanda klonal (mutasi JAK2, CALR, atau MPL) ATAU bukti abnormalitas klonal lain ATAU tidak ada penyebab reaktif 1

Splenomegali sebagai Penanda ET

  • Splenomegali ringan sering ditemukan pada ET dan merupakan salah satu tanda yang membedakan trombositosis primer (klonal) dari trombositosis sekunder (reaktif) 2
  • Keberadaan splenomegali bersama dengan trombositosis ekstrem mengarahkan diagnosis ke gangguan neoplastik sumsum tulang 2

Evaluasi Mutasi Driver pada Pasien JAK2-Negatif

Karena pasien ini kemungkinan belum diketahui status mutasinya, algoritma berikut harus diikuti 1:

Langkah 1: Tes Mutasi CALR dan MPL

  • Mutasi CALR ditemukan pada 25-30% pasien ET yang tidak memiliki mutasi JAK2, menjadikan CALR sebagai driver paling umum pada ET JAK2-negatif 1
  • Mutasi MPL (W515L/K) menyumbang sekitar 3-5% kasus ET dan harus dites ketika tes CALR negatif 1
  • Sekitar 10-15% pasien ET adalah "triple-negative" (JAK2, CALR, MPL semuanya negatif) tetapi masih memenuhi kriteria diagnostik WHO berdasarkan morfologi sumsum tulang dan eksklusi penyebab reaktif 1

Langkah 2: Pemeriksaan Darah Lengkap dengan Diferensial

  • Mendeteksi leukositosis (menunjukkan gangguan mieloproliferatif) atau anemia (menunjukkan MDS atau penyebab reaktif) 1
  • Evaluasi ukuran/bentuk trombosit dan eksklusi pergeseran kiri granulopoiesis 1

Langkah 3: Pemeriksaan Status Besi

  • Defisiensi besi adalah penyebab reversibel umum trombositosis reaktif; pemeriksaan besi (feritin, besi serum, TIBC, saturasi transferin) diperlukan untuk mengeksklusinya 1

Langkah 4: Penanda Inflamasi

  • Periksa CRP dan LED untuk menyaring penyakit inflamasi yang mendasari 1

Langkah 5: Biopsi Sumsum Tulang (jika tes awal non-diagnostik)

  • Membedakan ET dari pre-PMF (pre-fibrotic primary myelofibrosis) dan mengonfirmasi proliferasi megakariosit klonal versus perubahan reaktif 1

Eksklusi Penyebab Trombositosis Sekunder (Reaktif)

Meskipun trombositosis reaktif lebih umum (87,7% dari semua kasus trombositosis), beberapa fitur pada pasien ini mengarah ke ET 3:

Penyebab Reaktif yang Harus Dieksklusi:

  • Cedera jaringan (pembedahan, trauma, luka bakar, nekrosis) — menyumbang 32,2% trombositosis sekunder 1, 3
  • Infeksi (bakteri, virus, atau jamur) 1, 3
  • Gangguan inflamasi kronik (penyakit radang usus, artritis reumatoid, vaskulitis) 1, 3
  • Defisiensi besi 1, 3
  • Keganasan (tumor solid atau limfoma) 1, 3
  • Pasca-splenektomi atau hiposplenisme fungsional 1, 3

Mengapa Pasien Ini Kemungkinan Bukan Reaktif:

  • Trombositosis primer secara signifikan terkait dengan jumlah trombosit yang lebih tinggi — pasien ini memiliki trombosit 3.580 × 10⁹/L, yang sangat tinggi dan lebih konsisten dengan ET 3
  • Trombositosis primer terkait dengan peningkatan insidensi komplikasi tromboemboli arteri dan vena 3
  • Trombositosis sekunder biasanya menunjukkan morfologi sumsum tulang normal tanpa pengelompokan atau atipia megakariosit 1
  • Resolusi elevasi trombosit setelah pengobatan kondisi yang mendasari mengonfirmasi etiologi reaktif — jika trombositosis persisten tanpa penyebab jelas, ini mendukung ET 1

Pertimbangan Khusus: Kista Ovarii dan Mioma Uteri

Hubungan dengan Keganasan Ginekologi

  • Trombositosis dan trombositemia preoperatif pada keganasan ginekologi berkorelasi dengan prognosis dan terkait dengan survival yang buruk 4
  • Namun, pada pasien ini dengan trombosit yang sangat tinggi (3.580 × 10⁹/L), ET sebagai neoplasma mieloproliferatif primer lebih mungkin daripada trombositosis paraneoplastik sekunder 4, 3

Implikasi untuk Wanita Usia Reproduksi

  • ET adalah MPN paling umum pada wanita usia subur 5, 6
  • Pasien dengan ET memiliki tingkat komplikasi obstetrik yang secara signifikan lebih tinggi, termasuk keguguran (komplikasi paling sering), persalinan prematur, dan restriksi pertumbuhan intrauterin 6
  • Keguguran dan komplikasi obstetrik pada wanita hamil dengan ET secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol 6
  • Pasien dengan ET dengan komplikasi obstetrik atau keguguran lebih sering memiliki jumlah trombosit >1.000 × 10³/μL 6

Neoplasma Mieloproliferatif Lain yang Harus Dieksklusi

Pre-fibrotic Primary Myelofibrosis (pre-PMF)

  • Pre-PMF dapat muncul dengan trombositosis dan mutasi JAK2 negatif tetapi menunjukkan temuan sumsum tulang yang khas berupa pengelompokan megakariosit yang ekstensif dan atipia 1

Polycythemia Vera (PV)

  • PV disingkirkan ketika hemoglobin/hematokrit normal 1
  • Pasien ini tidak disebutkan memiliki peningkatan hemoglobin/hematokrit, sehingga PV kurang mungkin

Myelodysplastic Syndrome dengan Ring Sideroblasts dan Trombositosis (MDS-RS-T)

  • MDS-RS-T ditandai dengan jumlah trombosit ≥ 450 × 10⁹/L, ≥ 15% ring sideroblast, dan mutasi SF3B1 yang sering bersama dengan mutasi JAK2 atau MPL 1

Stratifikasi Risiko dan Rekomendasi Terapi untuk ET yang Dikonfirmasi

Risiko Trombotik

  • Trombositosis primer (klonal) membawa risiko trombotik yang jauh lebih tinggi daripada trombositosis reaktif, bahkan pada jumlah trombosit yang sebanding 1, 3

Kategori Risiko Tinggi ET

  • Usia > 60 tahun ATAU trombosis sebelumnya 1
  • Pasien ini berusia 35 tahun tanpa riwayat trombosis yang disebutkan, sehingga kemungkinan risiko rendah

Terapi untuk ET Risiko Tinggi

  • Terapi sitoreduktif, paling umum hydroxyurea 1

Terapi untuk ET Risiko Rendah

  • Aspirin dosis rendah saja atau observasi, tergantung pada risiko perdarahan 1
  • ET dengan mutasi CALR memiliki risiko trombotik lebih rendah daripada ET dengan mutasi JAK2, mempengaruhi keputusan untuk menggunakan aspirin 1

Peringatan Penting tentang Aspirin

  • Ketika jumlah trombosit melebihi 1.500 × 10⁹/L, aspirin harus ditahan karena acquired von Willebrand syndrome meningkatkan risiko perdarahan 1
  • Jumlah trombosit pasien ini sebesar 3.580 × 10⁹/L MELEBIHI ambang batas 1.500 × 10⁹/L, sehingga aspirin TIDAK boleh diberikan sampai jumlah trombosit turun 1, 7

Manajemen Kehamilan pada ET (Pertimbangan Masa Depan)

Mengingat usia reproduksi pasien dan adanya kista ovarii serta mioma uteri, perencanaan kehamilan masa depan penting 5, 8:

Kriteria "Risiko Tinggi" untuk Kehamilan pada MPN

  • Peningkatan trombosit yang berkelanjutan naik di atas 1.500 × 10⁹/L 5
  • Trombosis vena atau arteri sebelumnya 5
  • Perdarahan sebelumnya yang dikaitkan dengan MPN 5
  • Komplikasi kehamilan sebelumnya (kematian janin ≥10 minggu, persalinan prematur <34 minggu karena preeklampsia berat atau insufisiensi plasenta, ≥3 keguguran berturut-turut <10 minggu, restriksi pertumbuhan intrauterin) 5

Manajemen Kehamilan

  • Manajemen penyakit harus dioptimalkan sebelum konsepsi 5
  • Hydroxyurea dan anagrelide harus dihentikan dengan periode wash-out yang memadai 5
  • Jika terapi sitoreduktif diperlukan, interferon harus dipertimbangkan 5
  • Semua wanita harus menerima aspirin dosis rendah sepanjang kehamilan kecuali kontraindikasi 5
  • Untuk kehamilan risiko tinggi, terapi tambahan termasuk terapi sitoreduktif dengan interferon dan low molecular weight heparin (LMWH) dapat dipertimbangkan 5

Peringatan Klinis Penting

  • Jangan memberikan aspirin pada pasien ini sampai jumlah trombosit turun di bawah 1.000 × 10⁹/L karena risiko perdarahan dari acquired von Willebrand syndrome 1, 7
  • Terapi sitoreduktif segera (hydroxyurea atau interferon-α) diperlukan untuk menurunkan jumlah trombosit ekstrem ini 7
  • Rujuk ke hematologi untuk konfirmasi diagnosis dengan tes mutasi (CALR, MPL) dan kemungkinan biopsi sumsum tulang 1, 8
  • Evaluasi kista ovarii dan mioma uteri untuk mengeksklusi keganasan yang dapat menyebabkan trombositosis paraneoplastik, meskipun jumlah trombosit yang sangat tinggi ini lebih konsisten dengan ET 4

References

Guideline

Evaluation and Management of Thrombocytosis with Platelet Count ≈ 660 × 10⁹/L and Negative JAK2 Mutation

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Thrombocytosis and thrombocythemia.

Hematology/oncology clinics of North America, 1990

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Polycythemia Vera

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Investigation of Persistently Elevated Platelets with Pregnancy Complications

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.