What are the recommended treatment options for myelodysplastic syndrome (MDS) based on risk category?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi MDS Berdasarkan Kategori Risiko

Terapi MDS harus dipilih berdasarkan stratifikasi risiko menggunakan IPSS-R, dengan transplantasi stem sel allogenik untuk pasien risiko tinggi yang eligible, hypomethylating agents (azacitidine/decitabine) untuk risiko tinggi yang tidak dapat transplantasi, dan terapi suportif dengan erythropoiesis-stimulating agents atau lenalidomide untuk risiko rendah. 1

MDS Risiko Tinggi (IPSS-R High/Very High Risk)

Pasien Eligible untuk Transplantasi (≤70 tahun dengan donor)

  • Transplantasi stem sel allogenik (allo-SCT) adalah satu-satunya terapi kuratif dan harus dipertimbangkan untuk semua pasien risiko tinggi usia <70 tahun tanpa komorbiditas mayor yang memiliki donor 1
  • Reduksi blast count sebelum allo-SCT dengan kemoterapi intensif atau HMA dapat dipertimbangkan ketika blast sumsum tulang ≥10%, terutama untuk non-myeloablative allo-SCT 1
  • Kemoterapi intensif tipe AML dapat dipertimbangkan untuk pasien fit (umumnya <70 tahun) dengan sitogenetik favorable dan blast >10%, sebagai bridge ke allo-SCT 1

Pasien Tidak Eligible untuk Transplantasi

  • Azacitidine adalah terapi standar untuk pasien risiko tinggi tanpa komorbiditas mayor yang tidak segera eligible untuk allo-SCT 1
  • Dosis azacitidine: 75 mg/m²/hari subkutan selama 7 hari berturut-turut setiap 28 hari, minimal 6 siklus direkomendasikan karena respons sering terjadi setelah beberapa siklus 1
  • Regimen "5-2-2" sering lebih mudah diterapkan dan dianggap acceptable 1
  • Decitabine atau oral decitabine-cedazuridine dapat menjadi substitusi untuk decitabine intravena pada pasien IPSS Intermediate-1 ke atas 1

Terapi Tambahan untuk Mutasi Spesifik

  • Ivosidenib atau olutasidenib ditambahkan sebagai opsi kategori 2B untuk MDS dengan mutasi IDH1 1
  • Reevaluasi dengan bone marrow dan/atau molecular testing direkomendasikan jika terjadi progresi penyakit, tidak ada respons setelah terapi awal, atau relaps 1

Pasien Sangat Frail

  • Terapi suportif: transfusi RBC, antibiotik, dan perawatan simptomatik 1
  • Jika gagal atau relaps, pertimbangkan clinical trial atau terapi simptomatik 1

MDS Risiko Rendah (IPSS-R Low/Very Low Risk)

Anemia Simptomatik

Pasien TANPA del(5q)

  • Erythropoiesis-stimulating agents (ESA) seperti EPO alpha adalah pilihan lini pertama untuk anemia pada risiko rendah tanpa del(5q) 1
  • Dosis: EPO 30,000-80,000 unit/minggu atau darbepoetin 150-300 mcg/minggu 1
  • Tingkat respons 40-60% ketika EPO baseline rendah (<200-500 U/L) dan kebutuhan transfusi minimal 1
  • Respons terjadi dalam 8-12 minggu dengan durasi median 20-24 bulan 1
  • Efikasi ESA dapat ditingkatkan dengan penambahan G-CSF 1

Pasien DENGAN del(5q)

  • Lenalidomide adalah terapi paling efektif untuk anemia transfusion-dependent pada risiko rendah dengan del(5q) 1
  • Dosis awal: 10 mg/hari selama 3 minggu setiap 4 minggu 1
  • Tingkat respons 60-65% dengan durasi median RBC transfusion independence 2-2.5 tahun 1
  • Respons sitogenetik dicapai pada 50-75% pasien (termasuk 30-45% complete cytogenetic response) 1
  • Catatan penting: Mutasi TP53 (ditemukan pada ~20% risiko rendah dengan del(5q)) memberikan resistensi terhadap lenalidomide dan risiko lebih tinggi untuk progresi AML 1

Stratifikasi Berdasarkan Serum EPO dan del(5q)

  • Del(5q) dengan sEPO >500 mU/mL: Lenalidomide adalah pilihan kategori 1 preferred 1
  • Del(5q) dengan sEPO ≤500 mU/mL: Lenalidomide adalah preferred regimen, EPO alfa dan darbepoetin alfa adalah regimen alternatif 1
  • Tanpa del(5q): ESA adalah lini pertama 1

Terapi Lini Kedua Setelah Kegagalan ESA

MDS dengan Ring Sideroblasts

  • Luspatercept direkomendasikan untuk MDS-RS yang transfusion-dependent setelah kegagalan ESA 1

Opsi Lain Setelah Kegagalan ESA

  • Antithymocyte globulin (ATG) ± cyclosporine memiliki efikasi pada kohort pasien muda spesifik dengan risiko rendah 1
  • Pasien yang umumnya ≤60 tahun dengan ≤5% blast sumsum tulang, atau dengan marrow hiposelular, PNH clone positivity, atau STAT3-mutant cytotoxic T-cell clones 1
  • Lenalidomide + ESA dapat dipertimbangkan 1
  • HMA dapat dipertimbangkan meskipun tidak disetujui di Eropa untuk indikasi ini 1

Imetelstat sebagai Opsi Baru

  • Imetelstat ditambahkan sebagai opsi terapi dalam berbagai setting untuk risiko rendah 1
  • Dosis awal: 7.1 mg/kg intravena bulanan, dengan potensi penurunan dosis karena trombositopenia dan neutropenia transien yang sering terjadi 1
  • Platelet dan neutrofil awal harus ≥75,000 dan ≥1,500 1

Trombositopenia Simptomatik

  • Antibiotik spektrum luas jika demam 1
  • G-CSF jangka pendek dapat berguna pada pasien neutropenik dengan infeksi berat 1
  • ATG jika memiliki fitur favorable 1
  • Azacitidine jika disetujui 1
  • Thrombopoietin receptor agonists (romiplostim, eltrombopag) memiliki efikasi pada trombositopenia berat tetapi tidak disetujui untuk MDS dan hanya boleh digunakan pada pasien dengan blast sumsum tulang <5% 1
  • Untuk trombositopenia klinis relevan, eltrombopag saja dapat dipertimbangkan 1

Neutropenia Simptomatik

  • Antibiotik spektrum luas onset cepat adalah mandatory jika demam atau gejala infeksi 1
  • G-CSF jangka pendek selama infeksi berat dapat berguna 1
  • Profilaksis antibiotik dan/atau G-CSF tidak direkomendasikan untuk neutropenia 1

Terapi Suportif untuk Semua Kategori Risiko

Transfusi Darah Merah

  • Transfusi RBC pada threshold hemoglobin yang cukup tinggi direkomendasikan (minimal 8 g/dL, dan 9-10 g/dL pada kasus dengan komorbiditas atau toleransi fungsional buruk) 1
  • Jumlah konsentrat RBC yang cukup harus ditransfusikan setiap kali (selama 2-3 hari jika diperlukan) untuk meningkatkan hemoglobin di atas 10 g/dL 1

Khelasi Besi

  • Khelasi besi sangat direkomendasikan pada kandidat allo-SCT, bahkan dengan iron overload yang relatif moderat 1
  • Pada non-transplant candidates dengan risiko rendah, khelasi besi sangat direkomendasikan pada pasien dengan major iron overload (misalnya cardiac T2* yang berkurang signifikan) 1
  • Mulai khelasi pada pasien dengan prognosis relatif favorable (risiko rendah atau intermediate-1) yang telah menerima 20-60 konsentrat RBC, atau jika ferritin serum naik di atas 1000-2500 U/L 1
  • Deferasirox (oral) lebih mudah digunakan dibanding deferoxamine (parenteral), tetapi tidak dapat digunakan pada pasien dengan gagal ginjal 1

Pertimbangan Khusus untuk IPSS-R Intermediate Risk

Pasien dengan IPSS-R intermediate risk dapat dikelola sebagai risiko rendah jika skor ≤3.5, atau sebagai risiko tinggi jika skor >3.5 1

Keputusan untuk terapi risiko rendah versus tinggi juga didasarkan pada faktor lain termasuk usia, komorbiditas, tingkat keparahan sitopenia, mutasi somatik, dan efek terapi lini pertama 1

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan menghentikan azacitidine terlalu dini: Respons sering terjadi setelah beberapa siklus, minimal 6 siklus diperlukan untuk evaluasi 1
  • Jangan menggunakan lenalidomide pada pasien dengan mutasi TP53: Ini memberikan resistensi dan meningkatkan risiko progresi AML 1
  • Jangan menggunakan TPO-RA pada pasien dengan blast ≥5%: Hanya aman pada blast <5% 1
  • Jangan mengabaikan khelasi besi pada kandidat transplantasi: Iron overload meningkatkan transplant-related mortality 1
  • Jangan menggunakan deferasirox pada gagal ginjal: Kontraindikasi absolut 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.