What is the appropriate dosing regimen of dobutamine for hypotensive shock?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Dobutamin untuk Hipotensi (Syok)

Untuk syok kardiogenik dengan hipotensi persisten dan bukti disfungsi miokard, mulai infus dobutamin pada dosis rendah 0,5-1,0 μg/kg/menit dan titrasi hingga dosis optimal biasanya 2-20 μg/kg/menit, dengan maksimum hingga 40 μg/kg/menit dalam kasus tertentu. 1

Indikasi Berdasarkan Jenis Syok

Syok Kardiogenik

  • Dobutamin adalah agen lini pertama untuk syok kardiogenik dengan gagal jantung akut (kecuali infark miokard pra-revaskularisasi) 2
  • Gunakan pada pasien dengan hipotensi persisten yang menunjukkan disfungsi miokard dan penurunan perfusi 2
  • Pada syok kardiogenik dengan takikardia persisten, norepinefrin lebih dianjurkan; pada bradikardia, pertimbangkan dopamin 2

Syok Septik

  • Dobutamin bukan agen lini pertama untuk syok septik - norepinefrin adalah pilihan awal 2
  • Tambahkan dobutamin ke norepinefrin hanya jika terdapat bukti hipoperfusi persisten meskipun sudah mendapat resusitasi cairan adekuat dan vasopresor 2
  • Gunakan pada syok septik dengan depresi miokard yang terdokumentasi 2

Protokol Dosis

Dosis Awal dan Titrasi

  • Mulai dengan dosis rendah: 0,5-1,0 μg/kg/menit 1
  • Titrasi setiap beberapa menit berdasarkan respons pasien 1
  • Rentang dosis optimal: 2-20 μg/kg/menit pada sebagian besar pasien 1
  • Dosis maksimum: Hingga 40 μg/kg/menit dalam kasus jarang yang memerlukan efek lebih tinggi 1

Parameter Monitoring untuk Titrasi

Titrasi harus dipandu oleh: 1

  • Tekanan darah sistemik
  • Aliran urin
  • Frekuensi aktivitas ektopik jantung
  • Laju jantung
  • Cardiac output (bila memungkinkan)
  • Tekanan vena sentral
  • Tekanan baji kapiler pulmonal

Persiapan dan Pemberian

Pengenceran

  • Harus diencerkan dalam minimal 50 mL larutan intravena 1
  • Larutan yang dapat digunakan: Dekstrosa 5%, NaCl 0,9%, Ringer Laktat, dan berbagai larutan lainnya 1
  • Jangan dicampur dengan Sodium Bikarbonat 5% atau larutan alkali kuat lainnya 1
  • Larutan yang sudah diencerkan harus digunakan dalam 24 jam 1

Konsentrasi Standar

  • 500 μg/mL, 1.000 μg/mL, atau 2.000 μg/mL 1
  • Konsentrasi hingga 5.000 μg/mL telah diberikan pada manusia (250 mg/50 mL) 1

Peringatan Penting dan Efek Samping

Efek Hemodinamik yang Tidak Diinginkan

  • Takikardia adalah efek samping yang sering terjadi 3
  • Vasodilatasi dapat terjadi, berpotensi memperburuk hipotensi 3
  • Pada beberapa pasien syok septik, dobutamin dapat menurunkan tekanan arteri rata-rata meskipun meningkatkan cardiac output 4
  • Efek pada kontraktilitas dapat heterogen dan tidak dapat diprediksi 3

Kontraindikasi Relatif

  • Hindari dosis tinggi berkepanjangan pada syok kardiogenik pasca-infark miokard sebelum IABP - dapat memperburuk survival 5
  • Hentikan atau kurangi dosis jika terjadi perburukan hipotensi atau aritmia 2

Efek Metabolik

  • Dapat meningkatkan laktat serum dan menurunkan pH sistemik, terutama dibandingkan dengan epinefrin 6
  • Eosinofilia berat yang diinduksi dobutamin adalah efek samping langka namun serius 7

Pertimbangan Klinis Tambahan

Kombinasi dengan Vasopresor

  • Pada syok septik, dobutamin biasanya ditambahkan ke norepinefrin, bukan sebagai monoterapi 2
  • Alternatif untuk kombinasi norepinefrin-dobutamin adalah epinefrin sebagai agen tunggal 2

Monitoring Invasif

  • Kateter arteri harus dipasang sesegera mungkin pada semua pasien yang memerlukan vasopresor 2
  • Monitoring cardiac output sangat diinginkan 2

Target Terapi

  • Titrasi untuk mencapai MAP ≥65 mmHg 2
  • Gunakan juga marker perfusi lain: laktat, saturasi oksigen vena, output urin, perfusi kulit, status mental 2

Related Questions

For a 56-year-old woman with COPD and reduced‑ejection‑fraction heart failure now in cardiogenic shock (hypotension, tachycardia, elevated jugular venous pressure, pulmonary rales, S3 gallop, severe hypoxemia), which is the best initial vasoactive agent: norepinephrine, dopamine, epinephrine, or dobutamine?
Why did the arterial pressure rise after stopping high‑dose norepinephrine, epinephrine, vasopressin, and dobutamine and continuing only a low‑dose norepinephrine infusion in a 65‑year‑old female ICU patient post‑partial femoral nail surgery who was in refractory shock?
What is the recommended adrenaline (epinephrine) infusion rate for an adult patient with septic shock?
At what ejection fraction should norepinephrine be chosen over phenylephrine in patients with severe heart failure or cardiogenic shock?
How to manage an 81-year-old male with sepsis, bilateral lower lobe atelectasis, respiratory failure, ischemic heart disease with heart failure and reduced ejection fraction, who is on noradrenaline (norad) and dobutamine (dobuta) for hypotension, and meropenem (mero) for antibiotic coverage, with rising total leukocyte count (TLC) and impaired renal function?
Can dehydration cause lymphopenia in a 15-year-old child with a lymphocyte count of 19 cells/µL?
What are the possible causes of a lymphocyte count of 19 (normal range 25‑40) in a 15‑year‑old?
What is the recommended management of uncomplicated non‑purulent cellulitis in an adult patient without known drug allergies?
When should clonidine be given based on a patient's Clinical Opiate Withdrawal Scale (COWS) score?
What is the recommended treatment for Campylobacter infection?
What is the appropriate fosfomycin dosing regimen for an adult with an uncomplicated Escherichia coli urinary tract infection and normal renal function?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.