Komplikasi Diabetes Mellitus
Komplikasi Akut
Komplikasi akut diabetes mellitus yang paling serius adalah ketoasidosis diabetik (KAD) dan keadaan hiperglikemik hiperosmolar (HHS), dengan angka kematian masing-masing 5% dan 15%. 1
Ketoasidosis Diabetik (KAD)
- Kriteria diagnostik: Glukosa plasma ≥250 mg/dL dengan pH arteri <7,30 dan bikarbonat serum <15 mEq/L, disertai ketonuria/ketonemia sedang 1
- Klasifikasi berdasarkan keparahan: 1
- KAD ringan: pH vena <7,3 dan bikarbonat <15 mmol/L
- KAD sedang: pH <7,2 dan bikarbonat <10 mmol/L
- KAD berat: pH <7,1 dan bikarbonat <5 mmol/L
- Patofisiologi: Defisiensi insulin absolut atau relatif menyebabkan peningkatan produksi glukosa hepatik dan renal, gangguan utilisasi glukosa perifer, lipolisis berlebihan, dan ketogenesis tidak terkendali 1
- Prognosis memburuk pada usia ekstrem dan adanya koma atau hipotensi 1
Keadaan Hiperglikemik Hiperosmolar (HHS)
- Evolusi klinis: Berkembang selama beberapa hari hingga minggu, lebih lambat dibanding KAD 1
- Angka kematian lebih tinggi (15%) dibandingkan KAD 1
- Mekanisme: Konsentrasi insulin plasma yang tidak adekuat untuk utilisasi glukosa namun cukup untuk mencegah lipolisis dan ketogenesis 1
Hipoglikemia Berat
- Komplikasi akut penting terutama pada diabetes tipe 1, dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan mortalitas 2
- Hipoglikemia unawareness merupakan manifestasi neuropati otonom diabetik 1
Komplikasi Kronik
Hiperglikemia kronik adalah faktor risiko sentral untuk komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular, yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada diabetes. 1, 2
Komplikasi Mikrovaskular
Retinopati Diabetik
- Skrining: 1
- Diabetes tipe 1: Pemeriksaan mata komprehensif oleh oftalmologis dalam 5 tahun setelah onset
- Diabetes tipe 2: Pemeriksaan segera setelah diagnosis
- Pemeriksaan ulang tahunan; dapat setiap 2-3 tahun jika hasil normal berulang
- Pencegahan: Optimalisasi kontrol glikemik, tekanan darah, dan lipid serum 1
Nefropati Diabetik
- Skrining tahunan: Rasio albumin-kreatinin urin dan eGFR pada pasien diabetes tipe 1 ≥5 tahun, semua diabetes tipe 2, dan semua dengan hipertensi komorbid 1
- Kriteria albuminuria: Dua dari tiga spesimen urin selama 3-6 bulan harus abnormal (>30 mg/g) 1
- Albuminuria berat persisten (≥300 mg/g) meningkatkan risiko penyakit ginjal stadium akhir 1
- Manajemen: 1
- Optimalisasi kontrol glukosa dan tekanan darah
- ACE inhibitor atau ARB untuk pasien hipertensi dengan eGFR <60 mL/min/1,73 m² dan rasio albumin-kreatinin urin >300 mg/g
- Rujuk ke nefrologi jika ketidakpastian etiologi atau penyakit ginjal lanjut
Neuropati Diabetik
- Neuropati perifer: 1
- Dapat berat dan mempengaruhi kualitas hidup
- Gejala: Disestesia dan mati rasa
- Terapi FDA-approved: Pregabalin, duloxetine, tapentadol
- Pilihan tambahan: Antidepresan trisiklik, gabapentin, venlafaxine, carbamazepine, capsaicin topikal, tramadol
- Neuropati otonom: 1
- Manifestasi: Takikardia istirahat, hipotensi ortostatik, hipoglikemia unawareness, gejala gastrointestinal, genitourinari, kardiovaskular, dan disfungsi seksual
- Berhubungan dengan mortalitas independen dari faktor risiko kardiovaskular lain
- Pencegahan: Kontrol glikemik optimal dapat mencegah atau menunda neuropati perifer dan otonom pada diabetes tipe 1; dapat memperlambat progresi pada tipe 2 1
Perawatan Kaki
- Pemeriksaan kaki tahunan komprehensif untuk semua pasien: 1
- Tes monofilamen 10-g plus sensasi pinprick, persepsi vibrasi, atau refleks ankle
- Inspeksi integritas kulit, identifikasi deformitas tulang, penilaian pulsasi pedal
- Faktor risiko tinggi: Riwayat ulkus/amputasi kaki, deformitas kaki, neuropati perifer, penyakit arteri perifer, kontrol glikemik buruk, gangguan penglihatan, merokok 1
- Skrining penyakit arteri perifer: Riwayat klaudikasio dan penilaian pulsasi pedal; pertimbangkan ankle-brachial index pada usia ≥50 tahun atau <50 tahun dengan faktor risiko 1
- Manajemen ulkus: Tidak memerlukan antibiotik jika tanpa infeksi jaringan lunak atau tulang; mungkin memerlukan tim multidisiplin 1
Komplikasi Makrovaskular
Diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD), gagal jantung, dan penyakit vaskular perifer secara substansial. 1
Penyakit Kardiovaskular
- Faktor risiko harus dinilai minimal tahunan: Durasi diabetes, obesitas/overweight, hipertensi, dislipidemia, merokok, riwayat keluarga penyakit koroner prematur, penyakit ginjal kronik, albuminuria 1
- Manajemen lipid: 1
- Target LDL-C <100 mg/dL; <70 mg/dL sebagai opsi terapeutik untuk diabetes dengan CKD stadium 1-4
- Terapi statin untuk LDL-C >100 mg/dL
- Statin intensitas tinggi atau sedang berdasarkan usia dan faktor risiko
- Jangan mulai statin pada diabetes tipe 2 dengan hemodialisis maintenance tanpa indikasi kardiovaskular spesifik
- Terapi antiplatelet: 1
- Aspirin 75-162 mg/hari untuk pencegahan primer pada risiko kardiovaskular tinggi (risiko 10 tahun >10%): pria >50 tahun atau wanita >60 tahun dengan ≥1 faktor risiko mayor tambahan
- Jangan gunakan aspirin untuk risiko rendah (risiko 10 tahun <5%)
- Aspirin untuk pencegahan sekunder pada riwayat CVD
- Clopidogrel 75 mg/hari jika alergi aspirin terdokumentasi
- Terapi kombinasi ASA + clopidogrel hingga 1 tahun setelah sindrom koroner akut
- Manajemen hipertensi: 1
- Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥130 mmHg atau diastolik ≥80 mmHg
- Ukur tekanan darah setiap kunjungan rutin
- Konfirmasi dengan pengukuran multipel pada hari terpisah
- Terapi pada CVD yang diketahui: 1
- Pertimbangkan ACE inhibitor
- Gunakan aspirin dan statin (jika tidak kontraindikasi)
- Beta-blocker minimal 2 tahun setelah infark miokard
- Hindari TZD pada gagal jantung simptomatik
- Metformin dapat digunakan pada CHF stabil dengan fungsi ginjal normal; hindari pada CHF tidak stabil atau rawat inap
Terapi Kardioprotektif Baru
- SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist mengurangi risiko kejadian kardiovaskular mayor, hospitalisasi gagal jantung, dan mortalitas kardiovaskular pada pasien dengan dan tanpa CVD 1
- Meta-analisis menunjukkan SGLT2 inhibitor mengurangi hospitalisasi gagal jantung, mortalitas kardiovaskular, dan mortalitas semua penyebab untuk pencegahan primer dan sekunder 1
Penghentian Merokok
- Nasihatkan semua pasien untuk tidak merokok 1
- Konseling penghentian merokok harus menjadi komponen rutin perawatan diabetes 1
Prevalensi Komplikasi Kronik
- Prevalensi komplikasi kronik mencapai 77% pada pasien diabetes di community health centers 3
- Rata-rata 2,3 komplikasi kronik per pasien (rentang 1-19) 3
- Komplikasi kronik paling umum: Penyakit kardiovaskular (33,9%), gejala endokrin/metabolik (22,8%), gejala neurologis (13,0%) 3
Manajemen di Rumah Sakit
Target Glikemik
- Target glukosa 140-180 mg/dL (7,8-10 mmol/L) untuk sebagian besar pasien non-kritis dan kritis 1
- Target 110-140 mg/dL (6,1-7,8 mmol/L) dapat sesuai untuk pasien bedah jantung dan kejadian iskemik jantung/neurologis akut, jika dapat dicapai tanpa hipoglikemia signifikan 1
- Target lebih tinggi dapat diterima pada populasi tertentu seperti pasien terminal 1
Terapi Insulin di Rumah Sakit
- Perawatan intensif: Infus insulin intravena kontinu adalah metode terbaik, menggunakan protokol tervalidasi 1
- Di luar ICU: 1
- Insulin adalah terapi pilihan untuk hiperglikemia persisten (glukosa >180 mg/dL)
- Regimen basal-bolus (dengan komponen basal, nutrisi, dan koreksi) adalah terapi pilihan untuk asupan nutrisi baik
- Regimen basal-plus-koreksi untuk asupan oral buruk atau NPO
- Hindari penggunaan sliding-scale insulin saja