Diagnosis Bronkopneumonia pada Anak-Anak
Bronkopneumonia pada anak dapat didiagnosis secara klinis berdasarkan kombinasi gejala respiratorik akut (dalam 14 hari onset), tanda-tanda peningkatan usaha napas (grunting, nasal flaring, retraksi dinding dada), dan takipnea, dengan konfirmasi radiografi dada untuk kasus yang memerlukan rawat inap atau tidak respons terhadap terapi awal. 1
Kriteria Klinis untuk Diagnosis
Tanda dan Gejala Utama
Diagnosis bronkopneumonia terutama berbasis pada manifestasi klinis karena tidak ada satu kriteria tunggal dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi: 1
Tanda-tanda peningkatan usaha napas memiliki akurasi diagnostik terbaik:
Gejala klinis yang sering ditemukan:
Batasan Waktu Onset Gejala
Untuk memenuhi definisi kasus bronkopneumonia, presentasi klinis harus terjadi dalam 2 minggu sejak onset gejala, karena hampir semua anak yang sakit datang dalam 14 hari (median durasi gejala 3 hari, IQR 2-6 hari). 1
Peran Pencitraan dalam Diagnosis
Kapan Radiografi Dada Diperlukan
Radiografi dada TIDAK direkomendasikan secara rutin untuk pneumonia komunitas tanpa komplikasi pada pasien rawat jalan, menurut British Thoracic Society, Pediatric Infectious Diseases Society, dan Infectious Diseases Society of America. 1
Radiografi dada DIINDIKASIKAN untuk: 1
- Anak dengan distres respiratorik signifikan
- Hipoksemia
- Kegagalan terapi antibiotik awal
- Memerlukan rawat inap
- Demam dan batuk berkepanjangan meskipun tanpa takipnea atau distres respiratorik
Modalitas Pencitraan Alternatif
Ultrasonografi paru menunjukkan performa diagnostik yang baik dengan keuntungan portabilitas dan tanpa radiasi: 1
- Sensitivitas 93-96% dibandingkan dengan kriteria klinis dan radiografi dada
- Spesifisitas 93-96%
- Namun, terbatas oleh standar emas yang tidak jelas dan kriteria USG yang bervariasi
Klasifikasi Keparahan
Berdasarkan presentasi klinis, bronkopneumonia dapat diklasifikasikan: 2
- Pneumonia ringan (16% kasus)
- Pneumonia berat (61% kasus)
- Pneumonia sangat berat (23% kasus)
Tanda Bahaya yang Perlu Diperhatikan
Anak dengan bronkopneumonia berat menunjukkan: 4
- Diare, efusi pleura, dan distres respiratorik lebih sering
- Peningkatan enzim jantung (CK, CK-MB, LDH, α-HBDH)
- Peningkatan marker inflamasi (IL-17, IL-10, CRP, PCT) yang berkorelasi dengan keparahan penyakit
- Durasi demam, hilangnya gejala, dan waktu perbaikan batuk yang lebih lama
Pertimbangan Etiologi
Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh: 5
- Bakteri (60% kasus pneumonia)
- Virus (40% kasus pneumonia, 80% kasus bronkitis)
- Ko-infeksi bakteri dan virus (20% kasus)
HRSV adalah patogen utama yang menyebabkan bronkopneumonia pada bayi dan anak, dengan anak yang terinfeksi HRSV lebih muda, lebih sering mengalami wheezing dan ronki paru, serta lebih mungkin berkembang menjadi bronkopneumonia. 3
Peringatan Penting
- Tidak ada satu tanda klinis tunggal yang memiliki akurasi diagnostik cukup tinggi untuk diandalkan sendiri dalam diagnosis pneumonia 1
- Demam dan takikardia adalah manifestasi non-spesifik dan bervariasi 1
- Ketidakmampuan mengeksklusi etiologi bakteri pada pneumonia menyebabkan dokter meresepkan antibiotik secara sistematis 5
- Deteksi dini indikator biokimia darah yang relevan dan implementasi pencegahan serta pengobatan dapat meningkatkan angka kesembuhan dan mengurangi mortalitas 4