What is the recommended management and antibiotic dosing for bronchopneumonia in children?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 5, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Bronkopneumonia pada Anak-anak

Rekomendasi Utama

Amoksisilin dosis tinggi (80-90 mg/kg/hari dibagi 2 dosis) merupakan terapi lini pertama untuk bronkopneumonia anak rawat jalan, dengan durasi 3-5 hari, sementara ampisilin atau penisilin G intravena menjadi pilihan untuk pasien rawat inap. 1, 2

Tatalaksana Rawat Jalan (Pneumonia Ringan-Sedang)

Antibiotik Lini Pertama

  • Amoksisilin 45-50 mg/kg/hari dibagi 2 dosis (setiap 12 jam) untuk 3-5 hari 1, 3, 2
  • Dosis dapat ditingkatkan hingga 80-90 mg/kg/hari untuk cakupan yang lebih baik terhadap Streptococcus pneumoniae dengan resistensi sedang 1, 4
  • Durasi 3 hari terbukti non-inferior dibanding 7 hari untuk kasus tanpa komplikasi 3

Antibiotik Lini Kedua (Jika Gagal Terapi)

  • Amoksisilin-klavulanat dosis tinggi (80-90 mg/kg/hari komponen amoksisilin) untuk 5 hari 1
  • Untuk anak >3 tahun dengan kecurigaan Mycoplasma atau Chlamydophila: tambahkan eritromisin 50 mg/kg/hari dibagi 4 dosis selama 5-7 hari 1, 5
  • Jika lini pertama menggunakan kotrimoksazol: ganti ke amoksisilin 50 mg/kg/hari untuk 5 hari 1

Tatalaksana Rawat Inap

Pneumonia Sedang (Tanpa Distres Berat)

  • Ampisilin 150-200 mg/kg/hari IV setiap 6 jam, ATAU 1, 6
  • Penisilin G 200.000-250.000 unit/kg/hari IV setiap 4-6 jam 1, 6
  • Pilihan ini untuk anak yang sudah diimunisasi lengkap dan di daerah dengan resistensi penisilin tingkat tinggi yang rendah 1

Pneumonia Berat atau Komplikasi

  • Seftriakson 50-100 mg/kg/hari IV setiap 12-24 jam, ATAU 1
  • Sefotaksim 150 mg/kg/hari IV setiap 8 jam 1
  • Indikasi: anak tidak diimunisasi lengkap, daerah dengan resistensi penisilin tinggi, atau infeksi mengancam nyawa termasuk empiema 1

Terapi Kombinasi untuk Patogen Atipikal

  • Tambahkan makrolid (oral atau parenteral) pada terapi beta-laktam jika dicurigai M. pneumoniae atau C. pneumoniae 1
  • Studi terbaru menunjukkan kombinasi piperasilin-tazobaktam dengan eritromisin efektif, namun perlu diwaspadai gangguan flora usus 5

Kecurigaan Staphylococcus aureus

  • Tambahkan vankomisin 40-60 mg/kg/hari IV setiap 6-8 jam, ATAU 1
  • Klindamisin 40 mg/kg/hari IV setiap 6-8 jam (berdasarkan data kerentanan lokal) 1

Pertimbangan Penting

Evaluasi Gagal Terapi

  • Gagal terapi didefinisikan sebagai tidak ada perbaikan setelah 48-72 jam 1
  • Sebelum mengganti antibiotik, pastikan: kepatuhan minum obat, dosis yang tepat, dan singkirkan komplikasi 1
  • Rujuk ke rumah sakit jika ada tanda bahaya: tarikan dinding dada, stridor, sianosis sentral, atau tidak bisa minum 1

Durasi Terapi

  • 3-5 hari untuk kasus tanpa komplikasi yang menunjukkan respons baik 3, 2
  • Durasi lebih pendek (3 hari) menunjukkan efikasi setara dengan 7 hari untuk resolusi gejala utama, meskipun batuk mungkin bertahan sedikit lebih lama 3

Peringatan Klinis

  • Hindari penggunaan rutin kortikosteroid inhalasi atau antibiotik oral non-makrolid jangka panjang 7
  • Dosis standar amoksisilin (15 mg/kg/dosis setiap 8 jam) mungkin tidak mencapai target farmakokinetik yang optimal, terutama dengan breakpoint CLSI 4
  • Resistensi penisilin pada pneumokokus tetap rendah di sebagian besar wilayah, namun surveilans lokal tetap penting 4, 2

Transisi ke Terapi Oral

  • Setelah perbaikan klinis (48-72 jam tanpa demam, perbaikan distres napas), dapat beralih ke amoksisilin oral 90 mg/kg/hari dibagi 2 dosis 1
  • Alternatif: sefalosporin generasi kedua atau ketiga oral (sefpodoksim, sefuroksim) 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.