Penyebab Muntah Berulang Kronis pada Anak
Muntah berulang kronis pada anak memiliki penyebab yang sangat beragam, mulai dari kondisi gastrointestinal jinak seperti refluks gastroesofageal hingga kondisi yang mengancam jiwa seperti obstruksi usus, penyakit metabolik, dan kelainan neurologis. 1
Pendekatan Berdasarkan Pola Muntah
Pola Siklik vs Kronik
Pola muntah dapat membantu mempersempit diagnosis: 2
- Muntah siklik: Intensitas tinggi (≥4 episode per jam) tetapi frekuensi rendah (≤9 episode per bulan) - lebih sering disebabkan oleh migrain abdominal dan gangguan non-gastrointestinal 2
- Muntah kronik: Intensitas rendah tetapi frekuensi tinggi (>36 episode per bulan) - lebih sering disebabkan oleh penyakit peptik dan infeksi gastrointestinal 2
Berdasarkan Karakteristik Muntah
Muntah bilier atau muntah proyektil berulang harus segera dievaluasi untuk obstruksi. 1
- Muntah non-bilier: Paling sering adalah regurgitasi akibat refluks gastroesofageal (GER), terutama pada minggu-minggu pertama kehidupan 1
- Muntah bilier: Menunjukkan obstruksi distal dari ampula Vater dan memerlukan evaluasi segera 1
Penyebab Utama Berdasarkan Kategori
1. Penyebab Gastrointestinal
Pada Neonatus (Minggu Pertama Kehidupan):
- Malrotasi dengan atau tanpa volvulus 1
- Atresia antropilorik 1
- Pankreas anular 1
- Atresia/stenosis usus halus atau kolon 1
- Penyakit Hirschsprung 1
- Ileus mekonium 1
Pada Bayi di Luar Periode Neonatus:
- Stenosis pilorus hipertrofik (HPS) 1
- Pilorospasme 1
- Intoleransi formula 1
- Gastroenteritis 1
- Intususepsi (jarang pada 3 bulan pertama) 1
- Penyakit ulkus peptikum 1
- Volvulus gaster 1
- Hernia hiatal 1
Pada Anak yang Lebih Besar:
- Rumination syndrome: Sering terlewatkan dan tidak terdiagnosis, merupakan penyebab penting yang dapat didiagnosis secara klinis 3
- Cyclic vomiting syndrome 1, 2, 4
- Functional vomiting 3
- Tuberkulosis intestinal 3
- Apendisitis 1
2. Penyebab Metabolik
Gangguan metabolik yang dapat menyebabkan muntah siklik: 1, 4
- Fenilketonuria
- Hiperamonemia
- Maple syrup urine disease
- Galaktosemia
- Diabetes
- Hiperplasia adrenokortikal
- Asidemia metilmalonik
- Defek oksidasi asam lemak 4
- Porfiria intermiten akut 4
3. Penyebab Neurologis
- Peningkatan tekanan intrakranial (tumor, trauma, hidrosefalus) 1
- Migrain 4
- Epilepsi 4
- Kernikterus 1
- Shaken baby syndrome 5
4. Penyebab Infeksi
- Gastroenteritis viral (penyebab paling umum muntah akut) 5, 6
- Sepsis 1, 5
- Enteritis 1
- Pneumonia 1, 5
- Otitis media 1, 5
- Meningitis 1, 5
- Ensefalitis 5
5. Penyebab Lain
- Penyakit ginjal (uropati obstruktif, uremia) 5, 4
- Ketoasidosis diabetik 5
- Sindrom diensefalik 1
- Obat-obatan atau agen toksik 1
- Trauma 1
- Benda asing termasuk laktobezoar 1
- Cannabinoid hyperemesis syndrome (pada remaja dengan penggunaan kanabis kronik) 1
Tanda Bahaya yang Memerlukan Evaluasi Segera
Red flags yang memerlukan investigasi mendesak: 5
- Muntah bilier atau berdarah
- Kesadaran menurun
- Tampilan toksik/septik/cemas
- Tangisan tidak dapat ditenangkan atau iritabilitas berlebihan
- Dehidrasi berat
- Hipoglikemia simptomatik
- Wasting berat
- Postur membungkuk
Evaluasi Klinis Kunci
Temuan Fisik Spesifik:
- "Olive" teraba: Menunjukkan HPS 1
- Nyeri perut kram intermiten dengan tinja berdarah dan letargi: Menunjukkan intususepsi 1
- Lingkar kepala membesar, fontanel menonjol, tanda neurologis: Menunjukkan peningkatan tekanan intrakranial 1
Poin Penting dalam Anamnesis:
- Bayi dengan pertambahan berat badan normal dan tanpa gejala lain cenderung tidak memiliki obstruksi sebagai penyebab muntah 1
- Gastroenteritis viral sering muncul dalam epidemi dengan onset mendadak, demam ringan, diare, dan durasi relatif singkat 1
Peringatan Khusus
Malrotasi dapat muncul kapan saja selama hidup, meskipun paling sering pada neonatus, dengan frekuensi menurun seiring bertambahnya usia. 1 Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa dan tidak boleh terlewatkan.
Rumination syndrome sering terlewatkan dan tidak dikenali, anak-anak menjalani pemeriksaan yang tidak perlu dan pengobatan yang tidak tepat untuk kondisi yang dapat didiagnosis secara klinis dan dikelola dengan mudah melalui pernapasan diafragma. 3