Terapi Cyclic Vomiting Syndrome (CVS)
Untuk CVS sedang-berat (>4 episode/tahun, >2 hari durasi), gunakan antidepresan trisiklik sebagai profilaksis lini pertama, dan kombinasi sumatriptan plus ondansetron sebagai terapi abortif yang diberikan sedini mungkin saat fase prodromal. 1
Klasifikasi Keparahan
Tentukan dulu tingkat keparahan untuk menentukan strategi terapi: 1
- CVS Ringan: <4 episode/tahun, durasi <2 hari, tanpa kunjungan UGD/rawat inap
- CVS Sedang-Berat: ≥4 episode/tahun, durasi >2 hari, memerlukan minimal 1 kunjungan UGD/rawat inap
Terapi Profilaksis (Pencegahan)
Indikasi: CVS sedang-berat untuk memperpanjang fase inter-episodik dan mengurangi durasi/keparahan fase emetik. 1
Lini Pertama (Rekomendasi Kuat):
Lini Kedua (Alternatif Efektif):
Catatan Penting: Pilihan obat profilaksis harus disesuaikan dengan profil efek samping dan komorbiditas pasien, meskipun trisiklik tetap menjadi pilihan pertama. 1
Terapi Abortif (Menghentikan Episode)
Prinsip Kunci: Efektivitas tertinggi dicapai saat obat diberikan sedini mungkin pada fase prodromal (sekitar 65% pasien mengalami fase ini dengan median durasi 1 jam). 1
Regimen Standar (Kombinasi):
Hampir semua pasien memerlukan kombinasi 2 agen untuk menghentikan serangan CVS secara efektif. 1
- Sumatriptan (nasal spray atau subkutan) + Ondansetron (tablet sublingual): Kombinasi paling umum 1
Agen Antiemetik Alternatif (Bentuk Supositoria):
Agen Sedasi Tambahan:
Sedasi sering menjadi strategi abortif yang efektif: 1
Terapi UGD (Jika Gagal Abortif di Rumah):
- Cairan IV mengandung dekstrosa (wajib untuk semua pasien) 1
- Antiemetik IV 1
- Ketorolac IV: Analgesik non-narkotik lini pertama untuk nyeri abdomen berat 1
- Antipsikotik sedatif (droperidol, haloperidol): Untuk kasus refrakter 1
- Benzodiazepine IV: Untuk induksi sedasi 1
- Tempatkan pasien di ruangan tenang dan gelap 1
Peringatan: Narkotik hanya untuk nyeri abdomen berat yang refrakter, pendekatan non-narkotik lebih diutamakan. 1
Modifikasi Gaya Hidup & Manajemen Trigger
Identifikasi dan Hindari Trigger:
Stress adalah trigger paling umum (70-80% pasien): 1
- Stress negatif (kematian, konflik kerja/keluarga) DAN positif (ulang tahun, reuni, liburan)
- Kurang tidur 1
- Fluktuasi hormonal (fase menstruasi) 1
- Perjalanan, mabuk perjalanan 1
- Stressor fisiologis (infeksi akut, operasi) 1
- Puasa berkepanjangan 1
- Olahraga intensif 1
Rekomendasi Umum untuk Semua Pasien:
- Tidur teratur 1
- Hindari puasa berkepanjangan 1
- Teknik manajemen stress (cognitive behavioral therapy, mindfulness meditation) 1
Manajemen Komorbiditas
Rujuk ke spesialis terkait untuk kondisi komorbid yang dapat memperburuk CVS: 1
- Kecemasan/depresi → Psikiater/psikolog
- Migrain → Neurolog
- Gangguan tidur → Spesialis tidur
- Penyalahgunaan zat → Spesialis adiksi
Terapi farmakologis dan/atau non-farmakologis untuk komorbiditas ini dapat secara substansial memperbaiki gejala CVS dan kualitas hidup. 1
Fase Pemulihan
Setelah episode berakhir (biasanya 1-2 hari): 1
- Prioritas: konsumsi cairan kaya elektrolit (minuman olahraga) atau minuman nutrisi
- Pasien mungkin masih mual atau dispepsia, tapi umumnya dapat mentolerir volume cairan moderat
Pertimbangan Khusus: Penggunaan Kanabis
Jika pasien menggunakan kanabis, tetap tawarkan terapi abortif dan profilaksis karena dapat tetap efektif meskipun penggunaan kanabis berlanjut. 1 Jangan stigmatisasi pasien pengguna kanabis—mereka tetap berhak mendapat terapi optimal.
Edukasi Pasien Krusial
"Latih" pasien untuk mengenali fase prodromal dan segera menggunakan terapi abortif—intervensi dini adalah kunci keberhasilan menghentikan episode. 1 Pasien harus memahami bahwa semakin cepat obat abortif diberikan saat gejala prodromal muncul, semakin tinggi probabilitas menghentikan episode sepenuhnya.