Kriteria Diagnosis Anemia Defisiensi Besi
Diagnosis anemia defisiensi besi memerlukan dua komponen: anemia (hemoglobin <13 g/dL pada pria atau <12 g/dL pada wanita tidak hamil) DAN bukti defisiensi besi yang ditentukan berdasarkan ada tidaknya inflamasi.
Kriteria Laboratorium Berdasarkan Status Inflamasi
Tanpa Inflamasi
Pada pasien tanpa bukti klinis, endoskopik, atau biokimia penyakit aktif 1:
Untuk skrining awal yang lebih sensitif, American Gastroenterological Association (AGA) merekomendasikan feritin <45 ng/mL sebagai cut-off untuk memaksimalkan sensitivitas (85%) dengan spesifisitas yang dapat diterima (92%) 1.
Dengan Inflamasi
Pada pasien dengan bukti biokimia atau klinis inflamasi (CRP meningkat, leukositosis) 1:
Catatan penting: Feritin adalah reaktan fase akut, sehingga kadarnya dapat meningkat pada kondisi inflamasi meskipun terdapat defisiensi besi 1, 2.
Interpretasi Berdasarkan Kadar Feritin
Feritin 30-100 μg/L dengan Inflamasi
Kemungkinan kombinasi defisiensi besi sejati dan anemia penyakit kronis 1.
Feritin >100 μg/L dengan Saturasi Transferin <20%
Diagnosis anemia penyakit kronis (anemia inflamasi) 1.
Marker Tambahan yang Mendukung Diagnosis
Parameter hematologi yang menunjukkan anemia defisiensi besi 1:
- Mean corpuscular volume (MCV) rendah (anemia mikrositik)
- Red cell distribution width (RDW) meningkat
- Sel darah merah mikrositik hipokromik pada apusan darah
- Besi serum rendah
- Total iron-binding capacity (TIBC) meningkat
Marker biokimia tambahan 1, 3, 4:
- Reseptor transferin serum (sTfR) meningkat - tinggi pada defisiensi besi, normal/rendah pada anemia penyakit kronis
- Kandungan hemoglobin retikulosit rendah
- Protoporfirin eritrosit >30 μg/dL (dewasa) atau >80 μg/dL (anak 1-2 tahun) 1
Kondisi Khusus yang Memerlukan Pertimbangan
Penyakit Ginjal Kronis dan Kondisi Inflamasi Kronis
Pada pasien dengan chronic kidney disease, heart failure, inflammatory bowel disease, atau kanker, kadar feritin mungkin tidak mencerminkan cadangan besi tubuh secara akurat 1, 2. Tes tambahan seperti saturasi transferin, reseptor transferin terlarut, atau C-reactive protein dapat membantu 1.
Kehamilan
Selama trimester ketiga, hingga 84% wanita hamil mengalami defisiensi besi 2.
Algoritma Diagnosis
Konfirmasi anemia: Hb <13 g/dL (pria) atau <12 g/dL (wanita tidak hamil) 1
Evaluasi MCV: Anemia mikrositik biasanya menunjukkan defisiensi besi 1
Periksa status inflamasi: CRP, LED 1
Tentukan kriteria feritin berdasarkan inflamasi:
Konfirmasi dengan saturasi transferin <16-20% 1
Peringatan Klinis Penting
- Jangan mengandalkan feritin saja pada kondisi inflamasi - selalu interpretasikan dalam konteks marker inflamasi 1, 2
- Feritin <15 μg/L menunjukkan defisiensi besi absolut 1
- Pada IBD, defisiensi besi dan anemia penyakit kronis sering koeksisten, membuat diferensiasi sulit 1
- Pria dan wanita pascamenopause dengan anemia defisiensi besi memerlukan evaluasi gastrointestinal untuk mencari sumber perdarahan atau malabsorpsi 1, 5, 6