How do I calculate a child's daily caloric requirement?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 5, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Cara Menghitung Kebutuhan Kalori pada Anak

Untuk menghitung kebutuhan kalori anak, gunakan persamaan Schofield berdasarkan berat badan, kemudian tambahkan faktor aktivitas fisik, pertumbuhan, dan penyesuaian kondisi penyakit. 1

Metode Perhitungan Utama

1. Hitung Resting Energy Expenditure (REE) dengan Persamaan Schofield

Persamaan Schofield adalah metode yang direkomendasikan karena paling tidak mungkin meremehkan kebutuhan energi dibandingkan REE yang diukur. 1

Formula Schofield berdasarkan berat badan (kcal/hari):

  • Usia 0-3 tahun:

    • Laki-laki: 59,5 × (berat badan dalam kg) + 30 1
    • Perempuan: 58,3 × (berat badan dalam kg) + 31 1
  • Usia 3-10 tahun:

    • Laki-laki: 22,7 × (berat badan dalam kg) + 504 1
    • Perempuan: 20,3 × (berat badan dalam kg) + 486 1
  • Usia 10-18 tahun:

    • Laki-laki: 17,7 × (berat badan dalam kg) + 658 1
    • Perempuan: 13,4 × (berat badan dalam kg) + 692 1

2. Tambahkan Faktor Aktivitas Fisik (Physical Activity Level/PAL)

Setelah menghitung REE, kalikan dengan konstanta aktivitas fisik: 1

  • PAL 1,0: Tidur 1
  • PAL 1,2: Berbaring terjaga atau duduk diam 1
  • PAL 1,4-1,5: Berdiri diam atau aktivitas duduk 1
  • PAL 1,5: Aktivitas ringan (anak sehat) 1
  • PAL 1,7: Aktivitas sedang (anak sehat dan remaja) 1
  • PAL 2,0: Aktivitas berat 1

Catatan penting: Sebagian besar anak yang dirawat di rumah sakit atau menerima nutrisi parenteral memiliki PAL rendah (1,0-1,2). 1

3. Tambahkan Kebutuhan untuk Pertumbuhan

Biaya energi untuk pertumbuhan menurun drastis selama tahun pertama kehidupan: 1

  • 0-3 bulan: ~175 kcal/hari (35% dari total kebutuhan energi) 1
  • 4-6 bulan: ~60 kcal/hari 1
  • 6-12 bulan: ~20 kcal/hari (3% dari total kebutuhan energi) 1
  • Anak sehat dan remaja: 20 kcal/hari, meningkat menjadi 30 kcal/hari saat puncak pertumbuhan pubertas 1

4. Sesuaikan dengan Kondisi Penyakit

REE dapat meningkat pada kondisi seperti inflamasi, demam, dan penyakit kronis, atau menurun pada hipotermia. 1

Panduan Praktis Berdasarkan Usia (kcal/kg/hari)

Untuk pasien stabil, gunakan panduan berikut: 1

Kelompok Usia Fase Akut Fase Stabil Fase Pemulihan
Bayi prematur 90-120 - 45-55 (hari pertama)
0-1 tahun 75-85 60-65 45-50
1-7 tahun 65-75 55-60 40-45
7-12 tahun 55-65 40-55 30-40
12-18 tahun 30-55 25-40 20-30

Pertimbangan Khusus

Bayi Prematur

  • Hari pertama kehidupan: minimal 45-55 kcal/kg/hari untuk memenuhi kebutuhan energi minimal 1
  • Untuk mencapai pertambahan berat badan 17-20 g/kg/hari (menyamai pertumbuhan intrauterin): 90-120 kcal/kg/hari 1
  • Kebutuhan energi parenteral lebih rendah ~30 kcal/kg/hari dibandingkan enteral karena tidak ada kehilangan splanknik 1

Anak dengan Malnutrisi atau Catch-up Growth

Anak yang pulih dari malnutrisi memerlukan kalori tambahan untuk mengoreksi defisit pertumbuhan (berat dan tinggi badan). 1 Kebutuhan tambahan dapat diestimasi berdasarkan perbedaan posisi persentil pada grafik pertumbuhan sebelum onset penyakit. 1

Kapan Menggunakan Kalorimetri Indirek

Pada anak dengan dugaan gangguan metabolik atau malnutrisi berat, pengukuran pengeluaran energi yang akurat menggunakan kalorimetri indirek sangat diinginkan. 1 REE harus diukur pada bayi muda dan anak dengan kegagalan tumbuh sedang hingga berat ketika pengetahuan tentang kebutuhan kalori diperlukan untuk perawatan klinis optimal. 1

Peringatan Penting

  • Persamaan standar dapat tidak akurat: Praktisi harus menyadari bahwa estimasi pengeluaran energi menggunakan persamaan standar dapat tidak dapat diandalkan, tetapi berguna jika kalorimetri indirek tidak tersedia. 1
  • Faktor tambahan yang perlu dipertimbangkan: Kehilangan energi dari luka, malabsorpsi, kehilangan dari diare, dan komposisi tubuh yang tidak optimal. 1
  • Rute pemberian mempengaruhi kebutuhan total: Rute suplementasi (oral/enteral atau parenteral) mempengaruhi kebutuhan energi total karena perbedaan dalam diet-induced thermogenesis (DIT). 1
  • Jangan menambahkan faktor stres secara rutin: Menambahkan faktor stres dapat menyebabkan overfeeding. 1

Metode Alternatif Sederhana

Untuk pasien stabil tanpa komplikasi metabolik, kebutuhan energi parenteral total dapat dihitung dengan menggandakan kebutuhan energi istirahat (REE × 2). 1 Namun, metode ini kurang presisi dibandingkan perhitungan dengan menambahkan konstanta spesifik untuk aktivitas fisik, pertumbuhan catch-up, dan faktor penyakit. 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.