What volume of low‑osmolarity oral rehydration solution (ORS) should be given to a child with dehydration based on their weight?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 5, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Oralit Berdasarkan Berat Badan Anak

Untuk anak dengan dehidrasi ringan-sedang, berikan oralit 50-100 mL/kg selama 3-4 jam, kemudian ganti cairan yang hilang dengan 60-120 mL untuk setiap episode diare pada anak <10 kg, atau 120-240 mL per episode pada anak >10 kg. 1

Fase Rehidrasi (Mengganti Defisit Cairan)

Dehidrasi Ringan-Sedang

  • Bayi dan anak: Berikan oralit 50-100 mL/kg selama 3-4 jam 1
  • Remaja dan dewasa (≥30 kg): Berikan 2-4 liter oralit 1
  • Setelah 3-4 jam, nilai ulang status hidrasi dan lanjutkan ke fase pemeliharaan jika sudah terhidrasi 1

Dehidrasi Berat

  • Memerlukan cairan intravena segera dengan bolus 20 mL/kg hingga nadi, perfusi, dan status mental normal 1
  • Setelah stabil, sisa defisit dapat diganti dengan oralit 1
  • Bayi malnutrisi memerlukan bolus lebih kecil (10 mL/kg) karena kapasitas jantung terbatas 1

Fase Pemeliharaan (Mengganti Kehilangan Cairan Berkelanjutan)

Berdasarkan Berat Badan

Anak <10 kg:

  • Berikan 60-120 mL oralit untuk setiap episode diare atau muntah 1
  • Maksimal ~500 mL/hari 1

Anak >10 kg:

  • Berikan 120-240 mL oralit untuk setiap episode diare atau muntah 1
  • Maksimal ~1 liter/hari 1

Remaja dan dewasa:

  • Berikan ad libitum (sesuai keinginan), maksimal ~2 liter/hari 1

Alternatif Perhitungan

  • Jika kehilangan tinja dapat diukur akurat: berikan 1 mL oralit untuk setiap gram tinja diare 1
  • Atau berikan 10 mL/kg untuk setiap tinja cair, dan 2 mL/kg untuk setiap episode muntah 1

Pertimbangan Penting

Jenis Oralit yang Direkomendasikan

  • Gunakan oralit osmolaritas rendah (<250 mmol/L) yang direkomendasikan WHO 1, 2
  • Oralit osmolaritas rendah mengurangi kebutuhan cairan intravena dan lebih efektif dibanding formula standar 3, 4, 5
  • Aman untuk semua kelompok usia dan semua penyebab diare, termasuk pada hipernatremia dan hiponatremia (kecuali ada edema) 1

Cara Pemberian

  • Mulai dengan volume kecil (1 sendok teh) menggunakan sendok, spuit, atau pipet, kemudian tingkatkan bertahap sesuai toleransi 1
  • Jika tidak dapat minum, berikan melalui pipa nasogastrik 1
  • Bayi yang menyusui harus tetap menyusui sepanjang sakit 1

Kontraindikasi Oralit

  • Status mental berubah atau penurunan kesadaran 2
  • Tidak dapat mentoleransi asupan oral atau nasogastrik 2
  • Ileus atau obstruksi usus 1, 2
  • Kelainan anatomis saluran cerna atau malabsorpsi berat 2

Peringatan Penting

  • Jangan gunakan jus apel, Gatorade, atau minuman ringan komersial sebagai pengganti oralit 1
  • Pantau status hidrasi secara berkala untuk memastikan kecukupan terapi 1
  • Kegagalan terapi oralit terjadi pada ~4% kasus dan memerlukan cairan intravena 1
  • Timbang berat badan anak untuk menghitung dosis yang akurat 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.