Kapan Bayi Dapat Didiagnosis Sepsis
Bayi dapat didiagnosis sepsis ketika terdapat infeksi sistemik yang dikonfirmasi atau dicurigai kuat disertai dengan disfungsi organ, yang pada bayi baru lahir paling sering muncul dalam 24 jam pertama kehidupan dengan gejala distress pernapasan sebagai manifestasi tersering. 1
Definisi dan Waktu Onset
Sepsis neonatal adalah infeksi sistemik akut yang terjadi dalam 28 hari pertama kehidupan. 2 Terdapat dua kategori berdasarkan waktu onset:
- Early-onset sepsis (EOS): Terjadi dalam minggu pertama kehidupan, paling sering dalam 24 jam pertama 1, 3
- Late-onset sepsis: Terjadi setelah minggu pertama hingga hari ke-28 kehidupan 2
Kriteria Diagnosis Sepsis pada Bayi
Untuk Bayi Baru Lahir (0-7 hari)
Diagnosis ditegakkan berdasarkan kombinasi:
Faktor risiko maternal/perinatal yang signifikan 1:
- Kolonisasi Group B Streptococcus (GBS) maternal yang tidak diterapi adekuat
- Infeksi intra-amnion
- Demam maternal >38°C
- Ketuban pecah >18 jam
- Persalinan preterm
Manifestasi klinis (meskipun sering non-spesifik) 2, 3:
- Distress pernapasan (gejala tersering)
- Feeding yang buruk
- Penurunan aktivitas
- Perubahan suhu tubuh
- Tanda-tanda "red flag" lainnya
Konfirmasi laboratorium 3:
- Kultur darah positif (gold standard)
- Evaluasi CBC dengan diferensial
- C-reactive protein (CRP)
- Evaluasi cairan serebrospinal jika bayi stabil
Untuk Bayi 8-60 Hari (Febrile Infant)
Diagnosis memerlukan implementasi skrining sistematis untuk identifikasi dini septic shock dan disfungsi organ terkait sepsis. 4
Kriteria evaluasi berdasarkan usia: 4
- 8-21 hari: Evaluasi lengkap termasuk kultur darah, urin, dan CSF sebelum memulai antibiotik
- 22-28 hari: Evaluasi serupa, dengan pertimbangan observasi tanpa terapi pada kasus tertentu setelah diskusi risiko-manfaat
- 29-60 hari: Evaluasi disesuaikan dengan tampilan klinis dan hasil urinalisis
Kriteria Laboratorium untuk Diagnosis Dini
Kombinasi 5 tes paling berguna (dengan 2 atau lebih tes abnormal memiliki sensitivitas 93% untuk sepsis terbukti): 5
- Band/total neutrofil ≥0.2
- Leukosit <5.000/mm³
- Latex C-reactive protein positif >0.8 mg/100 ml
- LED ≥15 mm pada jam pertama
- Latex haptoglobin positif >25 mg/100 ml
Kombinasi leukopenia dengan peningkatan rasio band/total neutrofil sangat prediktif (13 dari 17 bayi dengan kombinasi ini memiliki sepsis terbukti). 5
Jika kurang dari 2 tes positif, probabilitas tidak adanya sepsis adalah 99%. 5
Algoritma Manajemen Berdasarkan Guideline
Langkah 1: Skrining dan Identifikasi Awal
- Implementasikan skrining sistematis pada semua bayi yang tampak sakit akut 4
- Dapatkan kultur darah sebelum antibiotik (jika tidak menunda pemberian antibiotik secara substansial) 4
Langkah 2: Inisiasi Terapi Antibiotik
Untuk bayi dengan septic shock: 4
- Mulai antibiotik sesegera mungkin, dalam 1 jam sejak identifikasi (rekomendasi kuat)
Untuk bayi dengan disfungsi organ tanpa shock: 4
- Mulai antibiotik sesegera mungkin setelah evaluasi yang sesuai, dalam 3 jam sejak identifikasi (rekomendasi lemah)
Langkah 3: Pemilihan Antibiotik Empiris
Berdasarkan usia dan fokus infeksi: 4
8-21 hari:
- Ampicillin IV/IM (150 mg/kg/hari dibagi setiap 8 jam) DAN
- Ceftazidime IV/IM (150 mg/kg/hari dibagi setiap 8 jam) ATAU Gentamicin IV/IM (4 mg/kg/dosis setiap 24 jam)
22-60 hari tanpa fokus teridentifikasi:
- Ceftriaxone IV/IM (50 mg/kg/dosis setiap 24 jam)
Jika meningitis bakterial dicurigai: 4
- Dosis ampicillin ditingkatkan menjadi 300 mg/kg/hari dibagi setiap 6 jam
- Ditambah ceftazidime atau ceftriaxone dengan dosis yang disesuaikan
Langkah 4: Penghentian Antibiotik
Antibiotik dapat dihentikan setelah 24-36 jam jika: 4
- Kultur negatif
- Bayi tampak baik secara klinis atau membaik
- Tidak ada alasan lain untuk hospitalisasi
- Tidak ada infeksi lain yang memerlukan terapi
Peringatan Penting
- Gejala sepsis pada bayi sangat non-spesifik, sehingga diperlukan indeks kecurigaan yang tinggi untuk perubahan halus dalam kondisi 3
- Profilaksis antibiotik intrapartum maternal dapat menyebabkan kultur negatif palsu, sehingga volume darah kecil dan riwayat antibiotik maternal harus dipertimbangkan 6
- PCR 16S rDNA saat ini tidak direkomendasikan sebagai pengganti kultur karena sensitivitas analitik yang tidak memadai 6
- Laktat darah tidak dapat digunakan untuk stratifikasi risiko pada anak dengan suspek sepsis (tidak ada rekomendasi yang dapat dikeluarkan) 4
Patogen Tersering
Organisme penyebab EOS paling umum: 1, 3
- Group B Streptococcus (GBS) - tetap paling sering meskipun ada skrining universal dan profilaksis antibiotik intrapartum
- Escherichia coli (terutama pada bayi preterm)
- Viridans streptococci