Gold Standard Pemeriksaan Demam Tifoid
Kultur darah adalah gold standard untuk diagnosis demam tifoid, terutama bila dilakukan dalam 7 hari pertama onset gejala, dengan sensitivitas 40-80%. 1
Pemilihan Pemeriksaan Berdasarkan Durasi Sakit
Minggu Pertama (≤7 hari dari onset gejala)
- Kultur darah merupakan pemeriksaan pilihan utama dengan sensitivitas tertinggi pada periode ini 1
- Kultur sumsum tulang memiliki sensitivitas lebih tinggi dibanding kultur darah bila fasilitas tersedia 1
- Kultur darah dikonfirmasi sebagai gold standard oleh multiple penelitian 2, 3, 4, 5
Setelah Minggu Pertama (>7 hari dari onset gejala)
- Kultur tinja (sensitivitas 35-65%) dan kultur urin (sensitivitas 0-58%) memberikan hasil diagnostik lebih baik dibanding kultur darah pada fase ini 1
- Hasil kultur darah menurun drastis setelah minggu pertama 1
Pemeriksaan yang TIDAK Direkomendasikan
Tes Widal
- Tes Widal TIDAK direkomendasikan untuk diagnosis demam tifoid karena sensitivitas rendah (42-64%) dan spesifisitas buruk 1
- Penelitian di Nigeria menunjukkan sensitivitas Widal hanya 49.1% dengan tingkat false-positive 48% 3
- Penelitian di Tanzania menunjukkan sensitivitas Widal 47.8% pada cut-off titer 1:80 5
Tes Serologis Cepat (Typhidot, Tubex)
- Tes serologis cepat menunjukkan hasil inkonsisten dan tidak direkomendasikan sebagai alat diagnostik primer 1
- Evaluasi 9 rapid diagnostic tests (RDTs) di Kenya dan Pakistan menunjukkan sensitivitas bervariasi 0-78.8%, semuanya di bawah standar yang diperlukan untuk diagnosis akurat 2
- Typhidot negatif TIDAK menyingkirkan demam tifoid 1
Algoritma Klinis Praktis
Langkah 1: Tentukan durasi sakit dari onset gejala (bukan dari waktu masuk rumah sakit) 1
Langkah 2: Pilih pemeriksaan berdasarkan durasi:
Langkah 3: Interpretasi hasil:
- Kultur positif = diagnosis konfirmasi 1, 4
- Kultur negatif dengan kecurigaan klinis tinggi = tes serologis hanya sebagai adjunctive test dengan pemahaman reliabilitas terbatas 1
Peringatan Penting
- Untuk pasien tidak stabil hemodinamik dengan kecurigaan klinis kuat, mulai terapi empiris tanpa menunggu hasil pemeriksaan 1
- Di wilayah Asia, ceftriaxone intravena adalah pilihan empiris lini pertama karena resistensi fluoroquinolone >70% 1
- Jangan bergantung pada pemeriksaan serologis untuk keputusan terapi definitif 1, 2