Kultur untuk Diagnosis Demam Tifoid
Kultur darah adalah metode diagnostik standar yang paling praktis untuk demam tifoid, dengan kultur sumsum tulang memberikan sensitivitas tertinggi (84-95%) tetapi lebih invasif. 1
Metode Kultur yang Direkomendasikan
Kultur Darah (Metode Utama)
Ambil 2-3 set kultur darah dalam 24 jam pertama onset demam sebelum pemberian antibiotik 1
Volume darah yang adekuat sangat kritis:
Sensitivitas kultur darah: 40-80% (metode modern mungkin lebih tinggi), dengan hasil tertinggi dalam minggu pertama gejala 1
Kultur darah dapat diambil secara bersamaan atau berurutan, tidak perlu interval waktu tertentu kecuali dicurigai infeksi endovaskular 1
Kultur Sumsum Tulang (Gold Standard)
- Sensitivitas tertinggi: 84-95%, secara signifikan lebih tinggi dibanding kultur darah 3, 4, 5, 6
- Tetap positif bahkan setelah pemberian antibiotik 5
- Indikasi khusus:
Kultur Tinja dan Urin
- Kultur tinja: Sensitivitas 35-65%, menjadi positif setelah minggu pertama 1
- Kultur 2 gram tinja meningkatkan hasil isolasi 10.5% dibanding 1 gram 2
- Kultur urin: Sensitivitas 0-58%, menjadi positif setelah minggu pertama 1
- Berguna sebagai kultur tambahan, terutama pada anak (sensitivitas tinja 65%) 6
Kultur Cairan Duodenum
- Sensitivitas 42% pada anak 6
- Kurang efektif pada anak muda (2-6 tahun) karena hanya 47% yang dapat mentolerir string capsule 6
- Memberikan keuntungan minimal dibanding metode lain 6
Teknik Pengambilan yang Benar
Disinfeksi Kulit
- Pilihan utama: Chlorhexidine gluconate 2% dalam isopropyl alcohol 70% 1
- Alternatif: Tincture of iodine (sama efektif) 1
- Kedua antiseptik memerlukan waktu pengeringan 30 detik 1
- Povidone iodine dapat digunakan tetapi memerlukan waktu pengeringan 2 menit 1
Pengambilan Sampel
- Ambil dari venipuncture perifer (lebih rendah kontaminasi dibanding dari kateter) 1
- Jika ada kateter intravaskular: satu kultur dari venipuncture dan satu melalui kateter 1
- Bersihkan port injeksi botol kultur dengan alkohol 70-90% sebelum inokulasi 1
- Label dengan waktu, tanggal, dan lokasi anatomis pengambilan 1
Peringatan Penting
Tes yang TIDAK Direkomendasikan
- Tes Widal tidak direkomendasikan karena kurang sensitivitas dan spesifisitas 1
- Tes serologis cepat (Typhidot, Typhidot-M, Tubex) menunjukkan hasil yang bervariasi 1
- Tes serologis tidak boleh digunakan untuk diagnosis demam tifoid 1
Pertimbangan Resistensi Antibiotik
- Saat menguji sensitivitas antibiotik, penggunaan disk ciprofloxacin tidak reliabel 1
- Isolat hanya dianggap sensitif terhadap fluoroquinolone jika juga sensitif terhadap nalidixic acid pada disk testing 1
- Lebih dari 70% isolat S. typhi dan S. paratyphi yang diimpor ke UK resisten terhadap fluoroquinolone 1
Timing Optimal
- Kultur darah paling tinggi yield-nya dalam minggu pertama onset gejala 1
- Kultur darah pada anak: sensitivitas 70% pada minggu pertama vs 22% setelahnya 6
- Selalu ambil kultur SEBELUM memulai terapi antibiotik untuk memaksimalkan sensitivitas 1
Algoritma Praktis
Untuk pasien dengan kecurigaan klinis tinggi demam tifoid:
- Lini pertama: Ambil 2-3 set kultur darah (volume adekuat sesuai berat badan) sebelum antibiotik 1
- Jika kultur darah negatif tetapi kecurigaan tetap tinggi: Pertimbangkan kultur sumsum tulang 1, 3, 4
- Tambahan: Kultur tinja dan urin setelah minggu pertama 1
- Jika sudah mendapat antibiotik sebelumnya: Kultur sumsum tulang adalah pilihan terbaik 5