Gejala Klinis Rubella
Rubella sering kali sulit dikenali karena 25-50% infeksi bersifat subklinis tanpa gejala, dan manifestasi klinisnya dapat menyerupai penyakit virus lain. 1
Manifestasi Klinis pada Anak dan Dewasa
Gejala Klasik (Trias Utama)
Berdasarkan pedoman ACIP, manifestasi klinis rubella yang paling umum meliputi 2:
- Limfadenopati postaurikular dan suboksipital - sering muncul lebih dulu sebelum ruam
- Ruam eritematosa makulopapular - bersifat transien, kadang disertai pruritus
- Demam ringan (>37.2°C/99.0°F)
- Artralgia - terutama pada dewasa
Karakteristik Ruam
Ruam rubella memiliki pola khas 3:
- Dimulai dari wajah
- Menyebar secara sefalokaudal (dari kepala ke kaki)
- Menjadi generalisata dalam 24 jam
- Menghilang dalam 3 hari
Perbedaan Berdasarkan Usia
Pada Dewasa (Terutama Wanita):
- Manifestasi sendi sangat sering terjadi (hingga 70% kasus) 2
- Poliartralgia dan poliartritis transien dapat menyertai atau mengikuti infeksi
- Manifestasi sendi ini dianggap sebagai bagian yang diharapkan dari infeksi rubella pada dewasa
Pada Anak:
- Penyakit umumnya lebih ringan dan self-limited 3
Komplikasi
Komplikasi Neurologis
Komplikasi Hematologis
Sindrom Rubella Kongenital (CRS)
Konsekuensi paling penting dari rubella adalah infeksi pada kehamilan trimester pertama, yang dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, anomali janin, dan aborsi terapeutik. 2
Anomali Kongenital yang Paling Sering
Berdasarkan pedoman ACIP, anomali CRS yang paling umum meliputi 2:
Kategori A (Defek Mayor):
- Auditori: tuli sensorineural (paling sering)
- Oftalmik: katarak, mikroftalmia, glaukoma, korioretinitis
- Kardiak: patent ductus arteriosus, stenosis arteri pulmonalis, defek septum atrial/ventrikel
- Neurologis: mikrosefali, meningoensefalitis, retardasi mental
Kategori B (Manifestasi Lain):
- Retardasi pertumbuhan intrauterin dan postnatal
- Penyakit tulang radiolusen
- Hepatosplenomegali
- Trombositopenia
- Lesi kulit purpura (penampilan "blueberry-muffin")
Risiko Berdasarkan Usia Kehamilan
- 8 minggu pertama gestasi: hingga 85% bayi akan terpengaruh jika diikuti selama 4 tahun 1
- Minggu ke-9 hingga ke-12: risiko defek sekitar 52% 1
- Minggu ke-13 hingga ke-16: risiko menurun menjadi 10-24% 2
- Setelah minggu ke-20: defek jarang terjadi 2
Peringatan Penting
- Kasus CRS sedang hingga berat mudah dikenali saat lahir
- Kasus ringan (seperti keterlibatan jantung ringan atau tuli) mungkin tidak terdeteksi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah lahir 2
- Infeksi rubella maternal yang tidak tampak (subklinis) juga dapat menyebabkan malformasi kongenital 2
- Infeksi janin tanpa tanda klinis CRS dapat terjadi pada setiap tahap kehamilan 1
Masa Inkubasi
Periode inkubasi berkisar antara 12-23 hari 1
Kesulitan Diagnostik
Caveat klinis penting: Diagnosis rubella berdasarkan kriteria klinis saja tidak dapat diandalkan 4. Penyakit eksantematosa yang serupa dapat disebabkan oleh:
Konfirmasi laboratorium sangat direkomendasikan, terutama pada wanita hamil dengan penyakit mirip rubella, mengingat implikasi serius dari infeksi rubella gestasional 4.