Diagnosis dan Tatalaksana Ruam Kemerahan pada Ibu Hamil
Ibu hamil dengan ruam kemerahan harus dievaluasi untuk dermatosis spesifik kehamilan, dengan fokus utama mengidentifikasi kondisi yang berisiko terhadap janin seperti pemphigoid gestationis dan kolestasis intrahepatik kehamilan, serta menyingkirkan infeksi rubella yang dapat menyebabkan sindrom rubella kongenital.
Pendekatan Diagnostik Algoritmik
Langkah 1: Karakterisasi Klinis Ruam
Evaluasi harus mencakup detail spesifik berikut 1, 2:
Waktu onset:
- Trimester pertama: Pertimbangkan atopic eruption of pregnancy atau rubella
- Trimester kedua-ketiga: Polymorphic eruption of pregnancy (PEP) atau pemphigoid gestationis
- Trimester ketiga: Kolestasis intrahepatik kehamilan (dimulai dengan pruritus tanpa ruam)
Morfologi dan distribusi:
- Papul urtikaria di striae abdomen (menghindari umbilikus): PEP 2
- Vesikel dan bula periumbilikal: Pemphigoid gestationis 2
- Lesi eksematosa: Atopic eruption of pregnancy 2
- Limfadenopati postaurikular/suboksipital + ruam eritematosa transien: Rubella 3
Pruritus:
- Pruritus tanpa ruam primer: Kolestasis intrahepatik kehamilan (ICP) - kondisi darurat 1, 2
- Pruritus berat dengan ruam: Semua dermatosis spesifik kehamilan
Langkah 2: Pemeriksaan Laboratorium Spesifik
Untuk semua kasus dengan ruam:
- Serologi rubella IgM dan IgG (spesimen diambil 1-2 minggu setelah onset ruam untuk IgM) 3
- Fungsi hati dan asam empedu serum (untuk menyingkirkan ICP) 1, 2
Jika dicurigai pemphigoid gestationis:
- Biopsi kulit dengan direct immunofluorescence (menunjukkan deposit C3 linear di membran basal) 2
Jika dicurigai rubella:
- Spesimen akut sesegera mungkin (idealnya dalam 7 hari onset ruam)
- Spesimen konvalesen 10+ hari setelah spesimen akut
- Uji kedua spesimen secara bersamaan di laboratorium yang sama 3
Langkah 3: Stratifikasi Risiko Janin
Risiko tinggi terhadap janin (memerlukan monitoring ketat):
- Pemphigoid gestationis: Risiko prematuritas dan bayi kecil untuk usia kehamilan 2
- Kolestasis intrahepatik kehamilan: Risiko tinggi fetal distress, prematuritas, dan stillbirth 1, 2
- Rubella trimester pertama: Risiko 85% defek kongenital jika infeksi terjadi di trimester pertama, termasuk tuli sensorineural, katarak, penyakit jantung kongenital, dan retardasi mental 3
Risiko rendah terhadap janin:
- PEP dan atopic eruption of pregnancy: Hanya mengganggu ibu 2
Tatalaksana Berdasarkan Diagnosis
Pemphigoid Gestationis
- Kortikosteroid sistemik (prednisolon) - aman dalam kehamilan, 90% diinaktivasi oleh plasenta 4
- Dosis minimal efektif untuk mengontrol penyakit
- Antihistamin untuk pruritus 2
- Monitoring janin ketat untuk deteksi dini prematuritas
- Isolasi kontak jika neonatus terkena (45% neonatus dapat memiliki lesi yang sembuh dalam 4 minggu) 4
Polymorphic Eruption of Pregnancy (PEP)
- Kortikosteroid topikal 2
- Antihistamin untuk pruritus 2
- Emolien
- Tidak memerlukan monitoring janin khusus
Atopic Eruption of Pregnancy
- Kortikosteroid topikal 2
- Emolien intensif
- Antihistamin jika diperlukan
- Tidak memerlukan monitoring janin khusus
Kolestasis Intrahepatik Kehamilan
- Asam ursodeoxycholic - terapi lini pertama 2
- Monitoring janin intensif karena risiko stillbirth 1, 2
- Pertimbangkan persalinan dini (biasanya 37-38 minggu)
- Ini adalah kondisi darurat obstetrik
Rubella yang Dikonfirmasi
- Tidak ada terapi antiviral efektif 3
- Konseling tentang risiko sindrom rubella kongenital:
- Rujuk ke maternal-fetal medicine untuk konseling dan monitoring
- Isolasi kontak untuk mencegah transmisi 3
- Jika bayi lahir dengan CRS: Isolasi kontak hingga usia 1 tahun atau kultur nasofaring dan urin negatif 3
Peringatan Penting (Red Flags)
Segera rujuk ke spesialis jika:
- Pruritus tanpa ruam (pikirkan ICP - risiko stillbirth)
- Vesikel/bula (pikirkan pemphigoid gestationis - risiko prematuritas)
- Limfadenopati + ruam + demam ringan (pikirkan rubella - risiko CRS)
- Onset trimester pertama dengan gejala sistemik
Medikasi yang Aman vs Kontraindikasi
Aman dalam kehamilan:
- Prednisolon (pilihan kortikosteroid - 90% diinaktivasi plasenta) 4
- Antihistamin 2
- Kortikosteroid topikal 5
- Asam ursodeoxycholic untuk ICP 2
Hindari:
- Vaksin rubella (kontraindikasi dalam kehamilan) 3
- Resorcinol 15% (risiko neurodevelopmental janin) 5
- Azole antifungal sistemik (potensi teratogenik) 6
Pencegahan dan Konseling Pra-Konsepsi
Untuk wanita dengan riwayat dermatosis kehamilan atau kekhawatiran tentang rubella: