What is ABO incompatibility?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 8, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO adalah ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan bayi (atau donor dan resipien dalam transplantasi) yang dapat menyebabkan hemolisis sel darah merah, paling sering terjadi pada ibu golongan darah O dengan bayi golongan darah A atau B.

Konteks Klinis

Inkompatibilitas ABO merupakan penyebab paling umum dari penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan 1, 2. Kondisi ini terjadi pada 15-25% kehamilan, namun penyakit hemolitik yang sebenarnya hanya terjadi pada sekitar 1 dari 150 kelahiran 3.

Mekanisme Patofisiologi

Kondisi ini disebabkan oleh:

  • Antibodi maternal yang sudah terbentuk sebelumnya (IgM dan IgG) terhadap antigen golongan darah ABO 2
  • Antibodi ini menyerang sel darah merah bayi yang memiliki antigen A atau B
  • Menyebabkan hemolisis yang dimediasi komplemen, terutama dalam konteks transfusi darah 2
  • Intensitas hemolisis umumnya lebih rendah dibandingkan inkompatibilitas RhD 3

Manifestasi Klinis pada Neonatus

Bayi dengan inkompatibilitas ABO menunjukkan perubahan hematologis berikut 1:

  • Penurunan: jumlah eritrosit, hematokrit, hemoglobin, dan mean platelet volume (MPV)
  • Peningkatan: jumlah trombosit, MCV, MCH, MCHC, dan RDW
  • Hiperbilirubinemia yang dapat meningkat sangat cepat dalam 48 jam pertama kehidupan 3

Diagnosis

Direct Antiglobulin Test (DAT) adalah pemeriksaan kunci dan harus dilakukan pada semua bayi golongan darah A atau B yang lahir dari ibu golongan darah O, terutama pada bayi keturunan Afrika 3, 4.

  • DAT positif ditemukan pada 32,7% kasus inkompatibilitas ABO 5
  • Bayi dengan DAT positif memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hiperbilirubinemia signifikan 4:
    • Kadar bilirubin pada 24 jam: 8 ± 2,6 mg/dL (vs 6 ± 2 mg/dL pada DAT negatif)
    • Kadar bilirubin tertinggi: 12,7 ± 3,6 mg/dL (vs 10,4 ± 4,2 mg/dL)
    • 46,8% memerlukan fototerapi (vs 11,2% pada DAT negatif)

Tatalaksana

Pendekatan tatalaksana berdasarkan tingkat keparahan 3:

Kasus Ringan-Sedang:

  • Fototerapi sebagai terapi utama
  • Durasi fototerapi lebih lama pada kasus dengan DAT positif (46 jam vs 40,2 jam) 5
  • Pemantauan ketat kadar bilirubin total serum

Kasus Berat:

  • Transfusi tukar untuk mencegah ensefalopati hiperbilirubinemia 6, 3
  • Imunoglobulin intravena untuk mengurangi kebutuhan transfusi tukar 3
  • Perawatan harus dilakukan oleh personel terlatih di unit perawatan intensif neonatal 3

Peringatan Penting

  • Pemulangan dini sebelum 72 jam memerlukan kewaspadaan ekstra 3
  • Setiap bayi harus dinilai risikonya untuk mengembangkan hiperbilirubinemia berat
  • Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan terlatih dalam beberapa hari pertama kehidupan sangat penting
  • Meskipun jarang, kasus berat yang memerlukan transfusi tukar masih dapat terjadi 6

Aplikasi dalam Transplantasi

Dalam konteks transplantasi ginjal, prinsip kompatibilitas ABO juga krusial 7, 8:

  • Kompatibilitas ABO adalah persyaratan dasar sebelum transplantasi
  • Transplantasi ABO-inkompatibel kini semakin dilakukan dengan strategi penghilangan antibodi 7
  • Golongan darah A2 memiliki ekspresi antigen lebih rendah dan dapat ditransplantasikan ke resipien O 7
  • Pada bayi, terdapat "window of opportunity" karena kadar isohemagglutinin yang rendah memungkinkan transplantasi tanpa desensitisasi ekstensif 9

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.