Terapi Antibiotik untuk Anak dengan Tifoid
Untuk anak dengan demam tifoid, ceftriaxone adalah pilihan lini pertama yang paling direkomendasikan, dengan azithromycin sebagai alternatif yang efektif, terutama di daerah dengan resistensi fluoroquinolone yang tinggi.
Rekomendasi Berdasarkan Pedoman
Pedoman WHO 1 merekomendasikan:
- Lini pertama: Fluoroquinolone (ciprofloxacin, gatifloxacin, ofloxacin) - namun perlu dicatat bahwa resistensi fluoroquinolone kini meluas, terutama di Asia Selatan
- Lini kedua (respons buruk terhadap lini pertama): Sefalosporin generasi ketiga (ceftriaxone) atau azithromycin
Pilihan Antibiotik Berdasarkan Bukti Terkini
Ceftriaxone (Pilihan Utama)
- Dosis: 75 mg/kg/hari (maksimal 2 g/hari) intravena dalam 2 dosis terbagi
- Durasi: Hingga demam turun, dilanjutkan 5 hari setelah defervescence 2
- Efektif dengan tingkat kesembuhan klinis tinggi (>90%) 3
- Data dari India menunjukkan ceftriaxone adalah antibiotik lini pertama yang paling banyak digunakan dengan durasi rata-rata 6 hari 4
Azithromycin (Alternatif Oral yang Sangat Baik)
- Dosis: 10 mg/kg/hari (maksimal 500 mg/hari) oral selama 7 hari
- Tingkat kesembuhan 91% pada anak 3
- Keunggulan dibanding fluoroquinolone: Risiko kegagalan klinis lebih rendah (OR 0.48) dan lama rawat inap lebih pendek (-1.04 hari) 1
- Keunggulan dibanding ceftriaxone: Risiko relaps lebih rendah (OR 0.09) 1
- Dapat diberikan sekali sehari secara oral, sangat praktis untuk setting dengan sumber daya terbatas
Cefixime (Alternatif Oral)
- Dosis: 20 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi selama 7 hari
- Digunakan luas di praktek rawat jalan 4
- Peringatan: Waktu penurunan demam lebih lama dibanding fluoroquinolone (8.5 vs 4.4 hari) dan tingkat kegagalan lebih tinggi 5
Algoritma Pemilihan Antibiotik
Pasien Rawat Inap (Kondisi Sedang-Berat):
- Mulai dengan ceftriaxone 75 mg/kg/hari IV
- Lanjutkan hingga 5 hari setelah demam turun
- Jika tidak ada respons dalam 72 jam, pertimbangkan kombinasi antibiotik atau ganti ke azithromycin
Pasien Rawat Jalan (Kondisi Ringan):
- Pilihan pertama: Azithromycin 10 mg/kg/hari oral selama 7 hari
- Alternatif: Cefixime 20 mg/kg/hari selama 7 hari
- Evaluasi ulang dalam 3-5 hari; jika tidak ada perbaikan, rawat inap dan berikan ceftriaxone
Pertimbangan Penting Resistensi Antibiotik
Hindari Antibiotik Lama:
- Chloramphenicol, trimethoprim-sulfamethoxazole, ampicillin, dan amoxicillin memiliki risiko kegagalan klinis lebih tinggi 1
- Meskipun beberapa area menunjukkan kembalinya sensitivitas terhadap antibiotik lama ini 6, tidak direkomendasikan sebagai pilihan empiris
Resistensi Fluoroquinolone:
- Resistensi meluas di Asia Selatan 1, 6
- Strain XDR (extensively drug-resistant) muncul di Pakistan sejak 2016 7, 8
- Fluoroquinolone tidak lagi direkomendasikan sebagai pilihan empiris pertama meskipun masih dalam pedoman WHO
Peringatan Klinis
- Sekitar 10% pasien mengalami non-respons klinis meskipun sensitivitas in vitro baik, memerlukan kombinasi atau penggantian antibiotik 4
- Waktu rata-rata penurunan demam dengan ceftriaxone adalah 5-6 hari 4, 2
- Durasi rawat inap rata-rata 10 hari 4
- Relaps dapat terjadi: Lebih rendah dengan azithromycin dibanding ceftriaxone 1