Penanganan Intoksikasi Alkohol Akut
Stabilisasi pasien dengan dukungan fungsi vital dan observasi ketat merupakan prioritas utama, dengan benzodiazepin sebagai terapi farmakologis lini pertama untuk intoksikasi berat dan sindrom putus alkohol.
Penilaian Awal dan Stabilisasi
Langkah pertama adalah memastikan stabilitas hemodinamik dan fungsi pernapasan pasien. Evaluasi segera meliputi:
- Tanda vital: Tekanan darah, nadi, laju pernapasan, suhu tubuh (waspadai hipotensi, hipotermia)
- Status neurologis: Tingkat kesadaran, fungsi kognitif, risiko kejang
- Kadar alkohol darah (BAC): Untuk konfirmasi diagnosis klinis dan medikolegal 1
- Komplikasi metabolik: Hipoglikemia, ketidakseimbangan elektrolit 2
Peringatan penting: Jangan menunda pemeriksaan trauma fisik pada pasien intoksikasi. Gejala neurologis dapat menutupi cedera kepala atau trauma lainnya yang memerlukan penanganan segera 1, 3.
Stratifikasi Berdasarkan Tingkat Keparahan
Intoksikasi Ringan-Sedang (BAC < 1 g/L)
- Observasi klinis tanpa obat-obatan khusus
- Monitor tanda vital secara berkala
- Pastikan jalan napas tetap paten
- Posisi lateral dekubitus untuk mencegah aspirasi 2
- Evaluasi fungsi kognitif secara individual, bukan berdasarkan kadar alkohol spesifik 4
Intoksikasi Berat (BAC > 1 g/L)
Memerlukan intervensi aktif 2, 5:
- Cairan intravena: Untuk mengatasi dehidrasi dan hipotensi
- Koreksi hipoglikemia: Periksa dan tangani segera
- Vitamin B kompleks dan C: Berikan untuk mencegah ensefalopati Wernicke
- Tiamin parenteral: Wajib pada pasien malnutrisi atau risiko tinggi
- Metadoxine: Dapat mempercepat metabolisme dan eliminasi etanol 1, 2, 5
Manajemen Sindrom Putus Alkohol
Jika pasien menunjukkan tanda-tanda ketergantungan alkohol, waspadai sindrom putus alkohol yang dapat berkembang dalam 6-24 jam setelah konsumsi terakhir 6.
Penilaian Keparahan
Gunakan Clinical Institute Withdrawal Assessment for Alcohol (CIWA-Ar) 6:
- Skor > 8: Putus alkohol sedang
- Skor ≥ 15: Putus alkohol berat
Terapi Farmakologis
Benzodiazepin adalah standar emas untuk sindrom putus alkohol 6, 7:
- Benzodiazepin kerja panjang (diazepam, chlordiazepoxide): Lebih protektif terhadap kejang dan delirium tremens
- Benzodiazepin kerja pendek-menengah (lorazepam, oxazepam): Lebih aman pada pasien usia lanjut dan disfungsi hati 6
- Regimen symptom-triggered lebih diutamakan daripada dosis tetap untuk mencegah akumulasi obat 6
- Dispensasi dalam jumlah kecil atau supervised untuk mengurangi risiko penyalahgunaan 7
Obat tambahan:
- Antipsikotik: Hanya sebagai adjuvan pada delirium berat yang tidak respons terhadap benzodiazepin dosis adekuat, bukan sebagai monoterapi 7
- Antikonvulsan: Tidak direkomendasikan untuk pencegahan kejang putus alkohol berulang 7
Komplikasi yang Harus Diwaspadai
- Depresi pernapasan: Dapat menyebabkan koma dan henti jantung 3
- Aspirasi: Akibat muntah dan penurunan kesadaran
- Hipotermia: Terutama jika ditemukan di lingkungan dingin
- Trauma tersembunyi: Cedera kepala, fraktur, perdarahan internal 1
- Ensefalopati Wernicke: Berikan tiamin parenteral profilaksis 7
Kriteria Observasi vs Rawat Inap
Observasi di Unit Gawat Darurat (biasanya < 24 jam) 2:
- Intoksikasi ringan-sedang dengan tanda vital stabil
- Tidak ada komplikasi medis serius
- Dukungan sosial memadai
- Gejala membaik dengan observasi
- Intoksikasi berat dengan gangguan kesadaran
- Risiko tinggi sindrom putus alkohol berat
- Komorbiditas medis atau psikiatrik serius
- Kurangnya dukungan sosial yang memadai
- Malnutrisi berat
Skrining dan Rujukan Lanjutan
Setiap pasien dengan intoksikasi alkohol akut harus dievaluasi untuk gangguan penggunaan alkohol 1, 2, 5:
- Gunakan AUDIT (Alcohol Use Disorders Identification Test) sebagai standar emas untuk skrining 6
- Versi singkat (AUDIT-C atau AUDIT-3) dapat digunakan untuk efisiensi waktu 8
- Rujuk ke unit adiksi alkohol untuk terapi jangka panjang dan pencegahan relaps 2, 5
- Pertimbangkan acamprosate, disulfiram, atau naltrexone untuk mencegah relaps pada pasien dependen 7
Pertimbangan Khusus pada Remaja
Remaja lebih rentan terhadap efek toksik alkohol karena aktivitas alkohol dehidrogenase hepatik yang belum matang. Komplikasi akut lebih sering dan berbahaya pada populasi muda dibanding dewasa 2.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menunggu kadar alkohol darah turun ke nilai tertentu sebelum memulai evaluasi psikiatrik; gunakan penilaian fungsi kognitif individual 4
- Jangan menggunakan antipsikotik sebagai monoterapi untuk putus alkohol 7
- Jangan melewatkan pemberian tiamin pada pasien berisiko tinggi 6, 7
- Jangan mengabaikan kemungkinan trauma fisik yang terselubung oleh gejala intoksikasi 1
- Jangan memberikan benzodiazepin atau clomethiazole lebih dari 10-14 hari karena risiko penyalahgunaan 6