What is persistent pulmonary hypertension of the newborn (PPHN)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 8, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

PPHN (Persistent Pulmonary Hypertension of the Newborn)

PPHN adalah kondisi kegagalan transisi sirkulasi pada bayi baru lahir yang ditandai dengan resistensi vaskular paru yang tetap tinggi setelah lahir, menyebabkan shunting darah kanan-ke-kiri ekstrapulmoner dan hipoksemia berat 1, 2, 3.

Patofisiologi

PPHN terjadi ketika resistensi vaskular paru (PVR) gagal turun secara normal setelah lahir. Pada janin, paru berada dalam keadaan hipertensi pulmonal fisiologis. Normalnya, saat lahir dan respirasi dimulai, terjadi penurunan PVR yang dramatis dan peningkatan resistensi vaskular sistemik (SVR) karena pelepasan plasenta dari sirkulasi. Kegagalan transisi fisiologis ini menghasilkan sindrom PPHN 4, 5.

Mekanisme utama yang mendasari peningkatan PVR pada PPHN adalah:

  • Vasokonstriksi pulmoner yang abnormal
  • Remodeling vaskular paru 2
  • Disfungsi mitokondria dan penurunan kapasitas fosforilasi oksidatif pada sel otot polos arteri pulmoner 6

Etiologi

PPHN dapat terjadi sebagai:

  • Sekunder terhadap penyakit parenkim paru (seperti sindrom aspirasi mekonium, sepsis, asfiksia perinatal)
  • Hipoplasia paru (pada hernia diafragmatika kongenital)
  • Idiopatik 5, 7

PPHN lebih sering terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah karena insiden tinggi sepsis, asfiksia perinatal, dan sindrom aspirasi mekonium 7.

Diagnosis

Kriteria diagnostik paling penting adalah diagnosis PPHN dengan shunting ekstrapulmoner kanan-ke-kiri yang dikonfirmasi dengan ekokardiografi 1.

Temuan klinis yang meningkatkan kecurigaan PPHN:

  • Hipoksemia labil
  • Perbedaan saturasi oksigen preductal dan postductal >5% (sianosis diferensial) 7
  • Gagal napas hipoksemik 1

Ekokardiografi diperlukan untuk:

  • Mengkonfirmasi diagnosis
  • Menilai tingkat keparahan hipertensi pulmoner
  • Mengidentifikasi shunting kanan-ke-kiri
  • Mengevaluasi fungsi ventrikel kiri 3

Manajemen

Terapi Lini Pertama

Inhaled nitric oxide (iNO) adalah terapi vasodilator pulmoner spesifik yang diindikasikan untuk mengurangi kebutuhan ECMO pada bayi cukup bulan dan hampir cukup bulan dengan PPHN atau gagal napas hipoksemik yang memiliki indeks oksigenasi >25 (Class I; Level of Evidence A) 1.

Dosis iNO:

  • Dosis >20 ppm tidak meningkatkan oksigenasi atau outcome lain dan meningkatkan risiko methemoglobinemia 1
  • Dapat diwean relatif cepat ke 5 ppm setelah oksigenasi membaik
  • Wean ke 1 ppm sebelum penghentian untuk mencegah rebound hipertensi pulmoner 1

Strategi rekrutmen paru harus dilakukan pada pasien PPHN dengan penyakit parenkim paru untuk meningkatkan efikasi terapi iNO (Class I; Level of Evidence B) 1.

Terapi untuk Kasus Refrakter iNO

Sekitar 30-40% bayi tidak merespons iNO 1, 2, 8. Untuk kasus ini:

Sildenafil adalah terapi adjuvan yang reasonable untuk bayi dengan PPHN yang refrakter terhadap iNO, terutama dengan indeks oksigenasi >25 (Class IIa; Level of Evidence B) 1. Sildenafil saat ini tampaknya merupakan alternatif terbaik baik sendiri atau kombinasi dengan iNO 8.

Terapi tambahan lain:

  • Analog prostacyclin inhalasi dapat dipertimbangkan sebagai terapi adjuvan untuk bayi dengan PPHN refrakter terhadap iNO dengan indeks oksigenasi >25 (Class IIb; Level of Evidence B) 1
  • Milrinone intravena reasonable pada bayi dengan PPHN dan tanda disfungsi ventrikel kiri (Class IIa; Level of Evidence B) 1

ECMO

ECMO diindikasikan untuk bayi cukup bulan dan hampir cukup bulan dengan hipertensi pulmoner berat atau hipoksemia yang refrakter terhadap iNO dan optimalisasi fungsi respirasi dan kardiak (Class I; Level of Evidence A) 1.

Kriteria ECMO: indeks oksigenasi >25 1.

Evaluasi Lebih Lanjut

Evaluasi untuk gangguan perkembangan paru seperti alveolar capillary dysplasia (ACD) dan penyakit protein surfaktan genetik reasonable untuk bayi dengan PPHN berat yang gagal membaik setelah terapi vasodilator, rekrutmen paru, atau terapi ECMO (Class IIa; Level of Evidence B) 1.

Bayi yang tetap hipoksemik dengan bukti PPHN >5 hari lebih mungkin memiliki penyebab mendasar dari disregulasi tonus vaskular pulmoner seperti ACD, hipoplasia paru berat, atau cedera paru progresif 1.

Peringatan Penting

  • Penghentian iNO mendadak dapat menyebabkan rebound hipertensi pulmoner yang mengancam jiwa, bahkan jika tidak ada perbaikan oksigenasi saat onset terapi 1
  • Pada hernia diafragmatika kongenital (CDH), iNO harus digunakan dengan hati-hati pada subjek dengan dugaan disfungsi ventrikel kiri karena menurunkan PVR dan meningkatkan preload ke ventrikel kiri abnormal dapat memperburuk hipertensi vena pulmoner 1
  • iNO tidak mengurangi mortalitas atau lama rawat inap meskipun meningkatkan oksigenasi 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.