What are the criteria and preoperative requirements for performing scoliosis surgery?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 9, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Syarat Operasi Scoliosis

Operasi scoliosis diindikasikan untuk kurva torakal >50° dan kurva lumbar >45° berdasarkan sudut Cobb, dengan penilaian preoperatif wajib meliputi radiografi lengkap tulang belakang dan MRI untuk kasus-kasus tertentu.

Kriteria Indikasi Operasi

Berdasarkan Sudut Cobb

  • Skoliosis idiopatik torakal: >50° 1
  • Skoliosis idiopatik lumbar: >45° 1
  • Pasien imatur skeletal dengan Cobb >20°: Risiko progresi mencapai 70% 2
  • Pasien matur skeletal dengan skoliosis torakal >50°: Dapat terus progres ~1° per tahun 2

Faktor Risiko Progresi yang Memerlukan Pertimbangan Operasi

  • Kurva progresif cepat (>1° per bulan) 2
  • Pasien dengan Risser stage 0-3 (imaturitas skeletal) 2
  • Kurva struktural dengan fleksibilitas terbatas 2

Pemeriksaan Preoperatif Wajib

1. Radiografi Tulang Belakang Lengkap

Wajib untuk semua kasus 2:

  • Proyeksi PA dan lateral dalam posisi berdiri
  • Untuk mengeksklusi anomali vertebra kongenital
  • Menilai severitas kurva dengan sudut Cobb
  • Menilai Risser index untuk maturitas skeletal

Radiografi fleksibilitas kurva menggunakan 2:

  • Side bending
  • Push prone
  • Fulcrum bending
  • Traksi radiografi

2. MRI Tulang Belakang Lengkap

Indikasi MRI preoperatif 2:

Wajib untuk:

  • Skoliosis kongenital: Anomali neural axis terjadi pada >20% kasus 2
  • Skoliosis dengan faktor risiko tinggi:
    • Kurva torakal kiri
    • Kurva segmen pendek (4-6 level)
    • Tidak ada lordosis segmen apikal (hiperkifosis) - faktor risiko paling konsisten 2
    • Progresi cepat (>1° per bulan)
    • Nyeri yang mengganggu fungsi
    • Temuan neurologis fokal
    • Jenis kelamin laki-laki
    • Pes cavus

Temuan MRI yang Mempengaruhi Manajemen

  • Malformasi Chiari I
  • Siringomielia
  • Tethered cord
  • Tumor medula spinalis intrinsik (jarang)

Catatan penting: 2-4% remaja dengan skoliosis idiopatik memiliki anomali neural axis yang hanya terdeteksi dengan MRI 2. Namun, relevansi klinis temuan ini pada pasien dengan pemeriksaan neurologis normal masih diperdebatkan 2.

3. CT Scan Tulang Belakang

Bukan pemeriksaan rutin, tetapi berguna untuk 2:

  • Perencanaan preoperatif untuk penempatan sekrup
  • Navigasi intraoperatif
  • Mengurangi komplikasi terkait instrumentasi
  • Visualisasi malformasi tulang pada skoliosis kongenital

4. Evaluasi Medis Komprehensif

Penilaian fungsi respirasi 3, 4:

  • Fungsi paru preoperatif
  • Potensi gagal napas
  • Evaluasi jalan napas

Status nutrisi dan metabolik 3:

  • Status gizi
  • Osteopenia
  • Berat badan (pasien lebih berat memiliki hasil lebih buruk pada beberapa teknik) 5

Evaluasi penyakit penyerta 4:

  • Penyakit neuromuskular
  • Kelainan jantung
  • Kondisi sindromik (neurofibromatosis, Marfan, Ehlers-Danlos, osteogenesis imperfecta)

Perencanaan Operasi

Penentuan Level Fusi

Berdasarkan 2, 6:

  • Sudut Cobb dan lokasi kurva
  • Fleksibilitas kurva dari radiografi dinamik
  • Keseimbangan koronal dan sagital
  • Maturitas skeletal (Risser stage)

Pertimbangan Khusus

Skoliosis kongenital dengan split cord malformation 7:

  • Pasien dengan status neurologis stabil atau intak dapat menjalani koreksi deformitas dengan aman tanpa detethering profilaksis
  • Tidak ada perbedaan signifikan komplikasi neurologis antara tipe I dan II SCM

Skoliosis onset dini (<5 tahun) 3:

  • Evaluasi intensif preoperatif
  • Dukungan nutrisi dan pulmonal
  • Pertimbangan growth-friendly instrumentation

Peringatan Penting

Jebakan yang Harus Dihindari

  1. Jangan menunda MRI pada pasien dengan faktor risiko neural axis abnormality, meskipun pemeriksaan neurologis normal 2
  2. Jangan abaikan evaluasi pulmonal pada kurva besar atau pasien muda 3, 4
  3. Jangan lupa penilaian maturitas skeletal - menentukan timing operasi dan prognosis 2
  4. Jangan operasi tanpa radiografi fleksibilitas - penting untuk perencanaan koreksi 2

Kontraindikasi Relatif

  • Status neurologis tidak stabil tanpa evaluasi MRI lengkap
  • Fungsi pulmonal sangat buruk tanpa optimalisasi preoperatif
  • Status nutrisi buruk yang belum diperbaiki
  • Infeksi aktif

Timing Operasi

  • Pasien imatur dengan kurva >20°: Monitor ketat setiap 12 bulan (Risser 0-3) atau 18 bulan (Risser 4-5) 2
  • Operasi elektif: Setelah optimalisasi medis lengkap
  • Operasi mendesak: Progresi cepat dengan kompromi neurologis atau pulmonal

Operasi skoliosis harus dilakukan di pusat medis dengan kolaborasi multidisiplin yang memadai antara ahli bedah tulang belakang, anestesi, dan pediatri 1, 4.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.