Syarat Operasi Scoliosis
Operasi scoliosis diindikasikan untuk kurva torakal >50° dan kurva lumbar >45° berdasarkan sudut Cobb, dengan penilaian preoperatif wajib meliputi radiografi lengkap tulang belakang dan MRI untuk kasus-kasus tertentu.
Kriteria Indikasi Operasi
Berdasarkan Sudut Cobb
- Skoliosis idiopatik torakal: >50° 1
- Skoliosis idiopatik lumbar: >45° 1
- Pasien imatur skeletal dengan Cobb >20°: Risiko progresi mencapai 70% 2
- Pasien matur skeletal dengan skoliosis torakal >50°: Dapat terus progres ~1° per tahun 2
Faktor Risiko Progresi yang Memerlukan Pertimbangan Operasi
- Kurva progresif cepat (>1° per bulan) 2
- Pasien dengan Risser stage 0-3 (imaturitas skeletal) 2
- Kurva struktural dengan fleksibilitas terbatas 2
Pemeriksaan Preoperatif Wajib
1. Radiografi Tulang Belakang Lengkap
Wajib untuk semua kasus 2:
- Proyeksi PA dan lateral dalam posisi berdiri
- Untuk mengeksklusi anomali vertebra kongenital
- Menilai severitas kurva dengan sudut Cobb
- Menilai Risser index untuk maturitas skeletal
Radiografi fleksibilitas kurva menggunakan 2:
- Side bending
- Push prone
- Fulcrum bending
- Traksi radiografi
2. MRI Tulang Belakang Lengkap
Indikasi MRI preoperatif 2:
Wajib untuk:
- Skoliosis kongenital: Anomali neural axis terjadi pada >20% kasus 2
- Skoliosis dengan faktor risiko tinggi:
- Kurva torakal kiri
- Kurva segmen pendek (4-6 level)
- Tidak ada lordosis segmen apikal (hiperkifosis) - faktor risiko paling konsisten 2
- Progresi cepat (>1° per bulan)
- Nyeri yang mengganggu fungsi
- Temuan neurologis fokal
- Jenis kelamin laki-laki
- Pes cavus
Temuan MRI yang Mempengaruhi Manajemen
- Malformasi Chiari I
- Siringomielia
- Tethered cord
- Tumor medula spinalis intrinsik (jarang)
Catatan penting: 2-4% remaja dengan skoliosis idiopatik memiliki anomali neural axis yang hanya terdeteksi dengan MRI 2. Namun, relevansi klinis temuan ini pada pasien dengan pemeriksaan neurologis normal masih diperdebatkan 2.
3. CT Scan Tulang Belakang
Bukan pemeriksaan rutin, tetapi berguna untuk 2:
- Perencanaan preoperatif untuk penempatan sekrup
- Navigasi intraoperatif
- Mengurangi komplikasi terkait instrumentasi
- Visualisasi malformasi tulang pada skoliosis kongenital
4. Evaluasi Medis Komprehensif
Penilaian fungsi respirasi 3, 4:
- Fungsi paru preoperatif
- Potensi gagal napas
- Evaluasi jalan napas
Status nutrisi dan metabolik 3:
- Status gizi
- Osteopenia
- Berat badan (pasien lebih berat memiliki hasil lebih buruk pada beberapa teknik) 5
Evaluasi penyakit penyerta 4:
- Penyakit neuromuskular
- Kelainan jantung
- Kondisi sindromik (neurofibromatosis, Marfan, Ehlers-Danlos, osteogenesis imperfecta)
Perencanaan Operasi
Penentuan Level Fusi
- Sudut Cobb dan lokasi kurva
- Fleksibilitas kurva dari radiografi dinamik
- Keseimbangan koronal dan sagital
- Maturitas skeletal (Risser stage)
Pertimbangan Khusus
Skoliosis kongenital dengan split cord malformation 7:
- Pasien dengan status neurologis stabil atau intak dapat menjalani koreksi deformitas dengan aman tanpa detethering profilaksis
- Tidak ada perbedaan signifikan komplikasi neurologis antara tipe I dan II SCM
Skoliosis onset dini (<5 tahun) 3:
- Evaluasi intensif preoperatif
- Dukungan nutrisi dan pulmonal
- Pertimbangan growth-friendly instrumentation
Peringatan Penting
Jebakan yang Harus Dihindari
- Jangan menunda MRI pada pasien dengan faktor risiko neural axis abnormality, meskipun pemeriksaan neurologis normal 2
- Jangan abaikan evaluasi pulmonal pada kurva besar atau pasien muda 3, 4
- Jangan lupa penilaian maturitas skeletal - menentukan timing operasi dan prognosis 2
- Jangan operasi tanpa radiografi fleksibilitas - penting untuk perencanaan koreksi 2
Kontraindikasi Relatif
- Status neurologis tidak stabil tanpa evaluasi MRI lengkap
- Fungsi pulmonal sangat buruk tanpa optimalisasi preoperatif
- Status nutrisi buruk yang belum diperbaiki
- Infeksi aktif
Timing Operasi
- Pasien imatur dengan kurva >20°: Monitor ketat setiap 12 bulan (Risser 0-3) atau 18 bulan (Risser 4-5) 2
- Operasi elektif: Setelah optimalisasi medis lengkap
- Operasi mendesak: Progresi cepat dengan kompromi neurologis atau pulmonal
Operasi skoliosis harus dilakukan di pusat medis dengan kolaborasi multidisiplin yang memadai antara ahli bedah tulang belakang, anestesi, dan pediatri 1, 4.