Kriteria Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
DHF didiagnosis berdasarkan 4 kriteria WHO yang harus dipenuhi semua: demam, manifestasi perdarahan, trombositopenia (≤100,000/mm³), dan bukti kebocoran plasma (plasma leakage).
Kriteria Diagnostik WHO untuk DHF
Untuk menegakkan diagnosis DHF, keempat kriteria berikut harus terpenuhi:
1. Demam
- Demam akut dengan onset mendadak
- Biasanya disertai gejala lain seperti mual, muntah, ruam, nyeri kepala, nyeri retro-orbital, mialgia, atau artralgia 1
2. Manifestasi Perdarahan
Minimal satu dari:
- Uji tourniquet positif
- Petechiae, ekimosis, atau purpura
- Perdarahan mukosa (epistaksis, perdarahan gusi)
- Hematemesis atau melena
- Perdarahan dari tempat lain
3. Trombositopenia
4. Bukti Kebocoran Plasma
Ini adalah kriteria yang paling spesifik untuk DHF 2. Minimal satu dari:
- Hemokonsentrasi ≥20% (peningkatan hematokrit ≥20% dari baseline)
- Hematokrit tunggal ≥50% (untuk area tertentu, nilai cut-off spesifik area dapat digunakan dengan sensitivitas 91.42%) 4
- Efusi pleura atau asites (dapat dideteksi secara klinis, radiografi, atau USG)
- Hipoproteinemia atau hipoalbuminemia
Nuansa Penting dalam Diagnosis
Sensitivitas dan Spesifisitas Kriteria WHO
Penelitian menunjukkan kriteria WHO memiliki sensitivitas 62% dan spesifisitas 92% untuk mengidentifikasi kasus dengue yang memerlukan intervensi medis signifikan 2. Ini berarti:
- 32% kasus dengue berat mungkin tidak memenuhi kriteria DHF meskipun memerlukan perawatan intensif
- Kebocoran plasma dan trombositopenia adalah komponen yang paling berkontribusi terhadap spesifisitas
- Manifestasi perdarahan saja tidak dapat membedakan DF dan DHF secara reliabel 2
Deteksi Kebocoran Plasma: Pendekatan Praktis
USG adalah metode non-invasif ideal untuk mendeteksi kebocoran plasma dengan sensitivitas 91.42% dan nilai prediktif negatif 84.21% 4. USG dapat mendeteksi:
- Efusi pleura
- Asites
- Penebalan dinding kandung empedu
- Hepatomegali
Nilai hematokrit spesifik area lebih sensitif (91.42%) dibanding kriteria hemokonsentrasi standar 20% (sensitivitas 57.14%) 4.
Klasifikasi Dengue Shock Syndrome (DSS)
DSS adalah DHF dengan tanda-tanda syok sirkulasi:
- Nadi cepat dan lemah
- Tekanan nadi sempit (≤20 mmHg)
- Hipotensi untuk usia
- Kulit dingin dan lembab
- Gelisah atau penurunan kesadaran
Keterbatasan Kriteria WHO
Variasi Geografis dan Usia
Studi dari India menunjukkan bahwa hanya 8% (4 dari 50) kasus dengue positif memenuhi kriteria WHO untuk DHF/DSS, meskipun 42% memiliki manifestasi perdarahan 3. Ini menunjukkan perlunya:
- Definisi yang mempertimbangkan variasi geografis
- Penyesuaian parameter laboratorium berdasarkan usia
- Nilai cut-off hematokrit spesifik populasi
Kasus Berat yang Tidak Terklasifikasi
Beberapa pasien dengan "dengue fever with unusual bleeding" memiliki perdarahan signifikan dan trombositopenia ringan tetapi tanpa hemokonsentrasi, sehingga tidak memenuhi kriteria DHF 5. Pasien ini tetap memerlukan monitoring ketat.
Konfirmasi Laboratorium
Untuk konfirmasi infeksi virus dengue 1:
Fase Akut (≤7 hari onset gejala):
- NAAT (RT-PCR) pada serum/darah
- Antigen NS1 pada serum
- Kultur virus (jarang digunakan secara klinis)
Fase Konvalesen (>7 hari onset gejala):
- IgM antibodi dengue pada serum
- PRNT (Plaque Reduction Neutralization Test) untuk konfirmasi jika diperlukan
Peringatan Klinis Penting
- Fase kritis terjadi saat demam turun (hari 3-7), bukan saat demam tinggi
- Monitoring hematokrit serial lebih informatif daripada nilai tunggal
- Bukti klinis kebocoran plasma (efusi pleura/asites) lebih sering ditemukan daripada hemokonsentrasi atau hipoproteinemia 4
- Trombositopenia dan perdarahan pada DF juga dapat dikaitkan dengan keparahan penyakit 2