What are the diagnostic criteria for dengue hemorrhagic fever (DHF)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 9, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kriteria Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)

DHF didiagnosis berdasarkan 4 kriteria WHO yang harus dipenuhi semua: demam, manifestasi perdarahan, trombositopenia (≤100,000/mm³), dan bukti kebocoran plasma (plasma leakage).

Kriteria Diagnostik WHO untuk DHF

Untuk menegakkan diagnosis DHF, keempat kriteria berikut harus terpenuhi:

1. Demam

  • Demam akut dengan onset mendadak
  • Biasanya disertai gejala lain seperti mual, muntah, ruam, nyeri kepala, nyeri retro-orbital, mialgia, atau artralgia 1

2. Manifestasi Perdarahan

Minimal satu dari:

  • Uji tourniquet positif
  • Petechiae, ekimosis, atau purpura
  • Perdarahan mukosa (epistaksis, perdarahan gusi)
  • Hematemesis atau melena
  • Perdarahan dari tempat lain

3. Trombositopenia

  • Jumlah trombosit ≤100,000/mm³ 2, 3

4. Bukti Kebocoran Plasma

Ini adalah kriteria yang paling spesifik untuk DHF 2. Minimal satu dari:

  • Hemokonsentrasi ≥20% (peningkatan hematokrit ≥20% dari baseline)
  • Hematokrit tunggal ≥50% (untuk area tertentu, nilai cut-off spesifik area dapat digunakan dengan sensitivitas 91.42%) 4
  • Efusi pleura atau asites (dapat dideteksi secara klinis, radiografi, atau USG)
  • Hipoproteinemia atau hipoalbuminemia

Nuansa Penting dalam Diagnosis

Sensitivitas dan Spesifisitas Kriteria WHO

Penelitian menunjukkan kriteria WHO memiliki sensitivitas 62% dan spesifisitas 92% untuk mengidentifikasi kasus dengue yang memerlukan intervensi medis signifikan 2. Ini berarti:

  • 32% kasus dengue berat mungkin tidak memenuhi kriteria DHF meskipun memerlukan perawatan intensif
  • Kebocoran plasma dan trombositopenia adalah komponen yang paling berkontribusi terhadap spesifisitas
  • Manifestasi perdarahan saja tidak dapat membedakan DF dan DHF secara reliabel 2

Deteksi Kebocoran Plasma: Pendekatan Praktis

USG adalah metode non-invasif ideal untuk mendeteksi kebocoran plasma dengan sensitivitas 91.42% dan nilai prediktif negatif 84.21% 4. USG dapat mendeteksi:

  • Efusi pleura
  • Asites
  • Penebalan dinding kandung empedu
  • Hepatomegali

Nilai hematokrit spesifik area lebih sensitif (91.42%) dibanding kriteria hemokonsentrasi standar 20% (sensitivitas 57.14%) 4.

Klasifikasi Dengue Shock Syndrome (DSS)

DSS adalah DHF dengan tanda-tanda syok sirkulasi:

  • Nadi cepat dan lemah
  • Tekanan nadi sempit (≤20 mmHg)
  • Hipotensi untuk usia
  • Kulit dingin dan lembab
  • Gelisah atau penurunan kesadaran

Keterbatasan Kriteria WHO

Variasi Geografis dan Usia

Studi dari India menunjukkan bahwa hanya 8% (4 dari 50) kasus dengue positif memenuhi kriteria WHO untuk DHF/DSS, meskipun 42% memiliki manifestasi perdarahan 3. Ini menunjukkan perlunya:

  • Definisi yang mempertimbangkan variasi geografis
  • Penyesuaian parameter laboratorium berdasarkan usia
  • Nilai cut-off hematokrit spesifik populasi

Kasus Berat yang Tidak Terklasifikasi

Beberapa pasien dengan "dengue fever with unusual bleeding" memiliki perdarahan signifikan dan trombositopenia ringan tetapi tanpa hemokonsentrasi, sehingga tidak memenuhi kriteria DHF 5. Pasien ini tetap memerlukan monitoring ketat.

Konfirmasi Laboratorium

Untuk konfirmasi infeksi virus dengue 1:

Fase Akut (≤7 hari onset gejala):

  • NAAT (RT-PCR) pada serum/darah
  • Antigen NS1 pada serum
  • Kultur virus (jarang digunakan secara klinis)

Fase Konvalesen (>7 hari onset gejala):

  • IgM antibodi dengue pada serum
  • PRNT (Plaque Reduction Neutralization Test) untuk konfirmasi jika diperlukan

Peringatan Klinis Penting

  • Fase kritis terjadi saat demam turun (hari 3-7), bukan saat demam tinggi
  • Monitoring hematokrit serial lebih informatif daripada nilai tunggal
  • Bukti klinis kebocoran plasma (efusi pleura/asites) lebih sering ditemukan daripada hemokonsentrasi atau hipoproteinemia 4
  • Trombositopenia dan perdarahan pada DF juga dapat dikaitkan dengan keparahan penyakit 2

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.